KRISIS AMERIKA MENEGUR POLITIK DI INDONESIA

 

Apapun bentuknya, krisis Amerika mulai mempengaruhi kondisi masyarakat Indonesia. PHK mulai bertebaran seriring dengan berkurangnya kebutuhan masyarakat dari belahan dunia yang lebih maju atas hasil kerja kita. Ini bisa jadi merupakan teguran atas keramaian politik di Indonesia.

 

Keramaian Itu

Setelah dipanaskan dengan pemilu dan safari pilkada, suhu politik Indonesia terus memanas dengan akan segera bergulirnya pemilu 2009. Mereka yang merasa memiliki solusi untuk Indonesia ini bukan satu dua partai seperti di Amerika. Juga bukan sekedar tiga empat partai, tapi tiga puluh empat. Mungkin tulisan puluhnya yang membuat kita tiba-tiba berpeluh.

Dengan diakomodirnya jumlah partai yang sedemikian banyak tersebut, ternyata masih tidak menghilangkan aliran golput. Mereka tetap akan ada, dengan berbagai keadaan. Ada yang beralasan tidak percaya kepada semua yang partai ada. Ada yang merasa tambah bingung dengan partai yang tiba-tiba saja ada. Ada yang memang kecewa dengan sistem demokrasi sebagai sistem yang sudah ada. Ada juga yang alasannya mengada-ada. Ada yang sekedar pingin nunjukin dada bahwa gue emang beda. Walau dengan ide dan pendapat yang asal ada.

Sebagai suatu partai, maka ia harus dilatarbelakangi oleh sebuah ideologis sebagai pembentuk karakter partainya. Ideologis ini yang membuat partai bisa bergerak. Kemudian ideologis ini juga yang membuat kuat terhadap geraknya untuk bisa terlihat dan terasakan. Dan pilihan ideologis yang benar akan membuat gerakan yang terlihat dan terasakan itu terbukti memberikan dampak atas pemenuhan kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara. Pada kondisi itulah partai menjadi memiliki eksistensi.

Artinya, pada titik dimana terdapat perbedaan ideologis yang sangat mendasar dari partai yang sudah ada, maka kemudian terbentuklah partai baru. Atau bisa dibuat logika; bila di dunia ini ada sejumlah 34 ideologi basic, maka wajar terbentuk partai politik sejumlah itu. Namun, sepertinya stok ideologi yang ada di dunia inipun tidak akan sebanyak itu.

Bisa dibuat hipotesis bahwa 34 partai yang sekarang masuk ke kancah pembuktian ini memang muncul sebagai keramaian politik di Indonesia. Keramaian yang muncul karena perbedaan pendapat dan argumen. Bukan atas tersedianya ideologi. Bisa saja perbedaan itu hanya pada tataran operasional yang tidak prinsipil dan tidak pada tingkat ideologis.

Padahal pada kenyataannya, memang kondisi berbeda itu diperlukan sebagai proses merubah argumentasi menjadi ide operasional yang matang. Namun dalam masa berpolitik saat ini sering dipakai menjadi dasar pijakan untuk membuat partai baru.

Bahkan mungkin keramaian itu muncul hanya karena tingkat kematangan dalam hal merespon perbedaan argumen saja. Artinya, semua kerumitan argumen dan demam parsialisasi akut ini hanya sampai pada tataran emosi dan urat syaraf. Tidak pernah itu semua sampai kepada akar substansi masalah.

Itulah keramaian yang sedang dan akan kita nikmati. Menikmati dengan sedikit miris. Karena kegagalannya adalah sebuah harga mahal untuk keberlangsungan hidup kita. Tapi pembelajaran dalam kebersamaan, sepertinya jauh lebih penting. Karena akhirnya untuk pendewasaan secara bersama juga yang akan kita dapatkan.

 

Teguran Itu

Sebagai pengantar teguran, ada hipotesis bahwa permainan politik yang berlebihan diduga sebagai bentuk kesalahan mengelola Amerika. Dalam sebuah pooling yang dirilis di Republika menunjukkan bahwa masyarakat menilai penyebab utama krisis Amerika adalah manuver politik dunia Amerika yang berlebihan.

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua sudah menjadi suatu garis yang akan kita lalui. Dan setiap titik dalam garis itu selalu bermakna untuk membuat garis itu sendiri.

Krisis Amerika muncul dan akan memberikan suasana pada hingar bingarnya pesta demokrasi 2009. Dimana pada saat itu akan bertebaran berbagai argumen tentang menyelamatkan Indonesia. Dimana pada saat itu akan bersliweran berbagai upaya untuk saling menunjukkan ”sampel” kemampuan masing-masing partisan. Dimana pada saat itu juga akan beredar sejumlah uang untuk berbagai tujuan dan keinginan.

Fenomena krisis Amerika muncul dengan content yang cukup sederhana, tentang sektor riil. Bahwa semua politik itu sebetulnya memang hanya sebuah strategi yang diperjuangkan untuk menjaga kesehatan sektor riil. Sektor yang dekat dengan peningkatan nilai manfaat. Bukan kamuflase seolah-olah ada manfaat.

Segalanya dimulai atas niat baik yang kemudian diekspresikan pada sektor riil. Melalui berbisnis pada hal-hal yang membuat nilai tambah. Pada kerja-kerja yang membuat sesuatu terutama benda yang menjadi mempunyai manfaat lebih. Pada proses manfaat yang dikerjakan tangan dalam pengertian memiliki proses perubahan secara fisik.

Setelah dimulai dengan niat baik dan bergulir dalam produktifitas alam fisik, kemudian politik bekerja untuk menjaga praktik produktifitas alam fisik itu tetap sehat. Tentu saja itu untuk tetap menjaga niat baik itu tetap menemukan ekspresinya.

Sehingga politik ini hanyalah sebuah cara atau sebuah siasat atau sebuah antara. Sehingga harus ada yang mengawali dan mengakhirinya. Yang mengawalinya adalah niat baik. Kemudian diekspresikan dalam sektor riil. Dan hasil-hasil kerja politik itu akan kembali kepada sektor riil yang mengamankan niat baik.

Artinya, jangan jadikan politik itu satu-satunya solusi, satu-satunya tumpuan harapan. Atau menjadikan politik ini dalam porsi perhatian yang tidak seimbang dengan perhatian kepada pembentukan niat baik dan pembenahan sektor riil. Tidak perlu rasanya segenap potensi bangsa ini dikerahkan untuk urusan yang satu ini. Karena mungkin sebenarnya urusan politik ini bisa kita sederhanakan lagi dengan memandang kebutuhan kita sebagai manusiapun sesungguhnya cukup sederhana. Yakni, bisa berbuat baik dengan penuh manfaat di sektor riil atas sebuah niat baik.

Secara sederhana menilai baik buruknya sektor riil adalah dengan melihat ada atau tidaknya produk unggulan dari bangsa ini. Bila Jepang, Korea, dll bisa menghasilkan produk elektronik, kendaraan, dll. Malaysia mulai bisa memiliki pabrik mobil dsb. Bahkan Brazil bisa memiliki industri pesawat terbang yang konon mulai menyaingi boeing. Bagaimana dengan negara kita, yang semakin dikenal sebagai importir dibanding sebagai penghasil. Dari komoditas agronya sampai minyaknya, apalagi barang-barang dengan teknologi.

Yang lebih menyedihkan, adalah yang menjadikan sisi politik ini dipakai untuk mencari nafkah. Apalagi sebagai cara untuk berebut proyek. Bahkan struktur masyarakat terlalu dibangun oleh afiliasi politik, bukan afiliasi produktif pada sektor riil. Suatu fenomena berikut ini cukup menunjukkan bahwa sektor riil tidak banyak diperhatikan. Yakni, fenomena masyarakat yang lebih berbondong-bondong menjadi PNS. Dibandingkan mereka yang menjadi pegawai swasta apalagi pedagang atau pebisnis.

Menjadi pegawai swasta atau pebisnis lebih menggerakkan sektor riil. Dibandingkan menjadi PNS yang fungsinya (seharusnya) lebih melayani sektor riil. Kalau yang melayani lebih diminati dari yang dilayani, maka ini sudah logika yang terbalik. Kalau yang melayani lebih banyak dari yang dilayani, ini juga kondisi yang tidak sehat. Kalau yang menghasilkan dengan yang mendukung untuk menghasilkan lebih banyak pendukung, maka ini akan tidak seimbang. Karena bisa-bisa yang dilayani bukannya mendapat pelayanan. Tapi malah menjadi sapi perahan.

Kembali, niat baik dan kesehatan sektor riil, itulah sisi utamanya. Semua bermula dari itu kemudian menggunakan politik untuk menjaga itu. Itulah teguran yang tersampaikan dari krisis Amerika. Bisa saja ini turut memberi warna pada pesta demokrasi di negeri ini atau menjadi warna yang dilupakan.

Segeralah, tumbuh dewasa masyarakat dan politik Indonesia. Mudah-mudahan niat baik dan sektor riil yang masih tersisa masih bisa membiayai proses belajar ini.

About these ads

~ by VIQEN on October 20, 2008.

9 Responses to “KRISIS AMERIKA MENEGUR POLITIK DI INDONESIA”

  1. tapi seandainya semua nggak bener
    trus masyarakat bisa apa dnk
    soalnya figur2 pemimpin sekarang kbnyakan cuma baek d depannya doank…

  2. mudah2an tidak seburuk yang dibayangkan kita…

  3. mudah2an penduduk indonesia masih percaya akan adanya pemimpin yg bisa merubah situasi sulit seperti sekarang ini…dengan demikian golput punnsemakin berkurang …walaupun saya pikir masih akan terus ada…

    lam kenal……..

  4. semoga elite politik/ pemerintahan
    di negeri ini tak sekadar merasa
    ‘ditegur’ oleh krisis ekonomi di USA itu
    melainkan sgr berbuat nyata
    agar ancaman imbas krisis itu
    tak membuat rakyat Indonesia
    ikut terpuruk dlm derita berkepanjangan

  5. sudah… sudah…
    ngga usah ngurusin amerika,
    mari belajar dari mereka
    dan perbaiki negeri kita :)

    ========
    tren di bandung: emang amerika itu gendut gt sampe harus ada yang ngurusin… hehehe

  6. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://politik.infogue.com/krisis_amerika_menegur_politik_di_indonesia

  7. Cara berfikir rakyat menjadi PNS dan pekerja ketika lulus sekolah adalah produk pendidikan kita….Oleh sebab itu reformasi kurikulum harusnya menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan…..

    Dan itu bisa di mulai di Bandung !!

  8. [...] http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/20/krisis-amerika-menegur-politik-di-indonesia/ Possibly related posts: (automatically generated)One Down, Many More to Go!Antara Bangsa Persia, [...]

  9. [...] http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/20/krisis-amerika-menegur-politik-di-indonesia/ [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: