Super Ruhiyah ketika Tempel Pamplet

Sebagai relawan TReNDI yang ingin berjuang bersungguh-sungguh memenangkan TReNDI, maka dia turun malam itu bersama-sama relawan lainnya. Semua yang datang bukan karena diminta, atau karena dibayar. Tapi murni atas keinginan ikhlas untuk sebuah perubahan.

Setelah berkumpul kemudian mereka diberikan arahan atau taujih. Terus terang, dia memang baru pertama ikut kegiatan seperti ini. Terasa betul olehnya semangat kebersamaan dan perjuangan. Kemudian ada si akang yang memberikan tausyiah untuk mengarahkan segenap perjuangan ini hanya atas landasan ibadah kepada Allah. Tidak ada artinya kemenangan pilwalkot ini bila dilakukan dengan cara yang tidak baik. Dan percuma juga TReNDI menang dalam pilwalkot tapi kita tidak nambah pengetahuan, mental, dan kesolidan tim.

Setelah mendapatkan ceramah motivasi kemudian semua relawan dipersilakan melakukan kegiatan pribadi. Ada yang shalat malam, makan malam, diskusi, baca Al-Qur’an, bikin lem, ngatur kelompok dan rencana penempelan, menyiapkan air/makanan, dsb. Direncanakan jam satu malam ini mereka akan mulai melakukan penempelan. Suasana saat itu sangat menghidupkan ruhiyah dan terasa kedekatan antara hamba dengan Pencipta dan Rasul-Nya.

Kemudian tibalah saatnya dia dan semua relawan lainnya berangkat. Bismillah, mudah-mudahan Allah memberikan keridlaan-Nya atas segenap daya dan upaya mereka. Dengan didrop beberapa kendaraan mulailah mereka melakukan penempelan disana dan disini. Setia mengulas lem dan menempel pamplet selalu disertai dengan dzikir kepada Allah. Suasana hati terasa semakin khusu dan terasa adanya semangat untuk terus bergerak dan menempel. Jangan sampai ada anggota masyarakat yang tidak tahu dan yakin tentang telah datangnya SANG PANGERAN BIRU yang akan merubah Bandung.

Alhamdulillah kemudian diujung malam itu semua target lokasi sudah bisa tertempeli. Saatnya kemudian masing-masing kembali ke posko. Perasaan tenang betul terasa dalam hatinya. Dia merasa bangga bisa berkontribusi dalam memenangkan jagoannya SANG PANGERAN BIRU Nomor 2.

Tapi ternyata kaget bukan kepalang, pas berjalan pulang, semua tempat yang sudah ia tempeli sebagian besar raib, hilang dan rusak. Kekecewaan tampak tidak bisa hilang dari raut muka yang dari semuala memang lelah. Hanya kelelahan sebelumnya seperti hilang dalam kebanggaannya. Namun setelah menghadapi kenyataan itu, bukan main kekecewaan yang ia rasakan.

Sesampai di posko ia mencoba mencari lem yang masih tersisa. Ternyata memang sebegitu agresifnya relawan bergerak, sampai tidak bersisa sedikitpun. Akhirnya semuanya hanya merasa kecewa, duduk termenung dan sebagian memaki-maki tidak karuan. Sampai datanglah si Akang yang memang kebagian tempat yang agak jauh. Melihat suasana yang kurang kondusif, maka kembali si Akang ini ngasih taujih.

Tidak ada yang sia-sia dari perjuangan kita. Ketika kenyataannya hasil pekerjaan kita ada yang menghilangkan, hakikatnya proses dan semangat itu sudah tercatat dihadapan Allah sebagai kebaikan. Tidak perllu kita membalas dendam dan berbuat yang sama. Bahkan bila kemudian usaha kita harus dua kali lipat karena ada yang merusak, maka insya Allah dihadapan Allah itu merupakan pahala tersendiri. Dan tentu saja nilai perjuangan tersendiri yang akan kita nikmati ketika kita meraih kemenangan. Kalau yang merusak, mungkin mereka melakukan itu hanya untuk seperak dua perak.

Berjuanglah terus, isi kemenangan SANG PANGERAN BIRU dengan gegap gempitanya semangat kita. Kokohkan kemenangan SANG PANGERAN BIRU dengan jernihnya keikhlasan dan tujuan perjuangan kita. Kuatkan kemenangan SANG PANGERAN BIRU dengan semakin matang dan dewasanya kita dalam ,mensikapi persaingan dan kemenangan.

~ by VIQEN on July 25, 2008.

3 Responses to “Super Ruhiyah ketika Tempel Pamplet”

  1. Sumpah deh bikin gw terharu!
    TRENDI pilihan gw, semoga ini bukan cerita bohong! Saya yakin dengan kesungguhan kalian!

    Allahu Akbar! Tujuan kalian bukan dunia lagi ternyata tapi syarat dengan makna ukhrawi…

  2. Udah keliatan kn akh,,,,jelas,,biar masyarakat yg menilai,,,calon dan kader partai mana yang hobinya anarkis abis,,pke sobek2 segala,,,gk populis,,,gk sportif

    sieuneun meureun eta mah,,,wkwkwkwkwkwk

    hari gini masi ngandelin otot,,,ke laut aja mereka semua

    keep spirit,,,go jihad,,,ALLAHU AKBAR

  3. taujih sih taujih…tapi inget lu orang pade ngotorin tembok, ruas jalan, pagar rumah, pintu rumah, rolling door, dll tanpa ijin si empunya. jadinya kumuh kan tuuh? mana setelah trendi kalah, pamflet pada ga dicabutin lagih, dimana tanggung jawab relawan trendi neh???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: