JANGAN BERANI MERDEKA KALAU TIDAK MANDIRI

“Manusia di dunia ini terbagi menjadi dua : Yang pertama adalah mereka yang datang ke pasar (dunia) ini dan menjual dirinya hingga menjadi budak. Yang kedua adalah mereka yang membela dirinya di pasar ini dan menjadikannya merdeka“ (Ali bin Abi Thalib).Anda bisa masuk kerja, lakukan pekerjaan anda, kemudian pulang dan mendapat upah. Maka anda telah menjual diri anda.

Tapi anda bisa masuk kerja, kemudian anda berinfaq dengan waktu anda, pikiran anda, seluruh potensi anda, fokus perhatian anda, kalau perlu dengan segala apa yang anda miliki, baik jiwa, raga, maupun harta, kemudian anda mendapatkan kemajuan begitu pula dengan perusahaan anda. Maka anda telah membeli diri anda.

Anda kemudian menjadi merdeka. Karena di lapangan tempat anda bekerja, anda bukan sekedar tukang beresin kerjaan, yang sehari­-harinya diperintah dan nunggu perintah. Tapi andalah pemilik pekerjaan itu. Andalah yang punya inisiatif menentukan langkah-langkah pekerjaan anda. Anda jugalah yang menjamin keberhasilan pekerjaan anda.

Karena andalah yang paling mengerti pekerjaan anda sendiri. Itulah kemerdekaan. Mandiri, sering diplesetkan menjadi mandi sendiri. Dikutip dari sebuah situs bisa jadi plesetan ini benar. Bahwa ada pekerjaan-­pekerjaan pribadi yang dapat dan harus kita lakukan sendiri. Masa mandi saja mesti dimandiin?

Mandiri berarti bertumpu pada kekuatan sendiri atau kondisi dimana seseorang tidak bergantung pada orang lain. Tindakan dan keberhasilan yang dia raih tidak harus menunggu dukungan orang lain atau tersedianya segala fasiltas dan sarana.Justru dialah yang menyediakan segala sesuatunya untuk mencapai keberhasilan. Sehingga tidaklah mudah menjadi orang yang mandiri.

Keikhlasan akan membentuk pekerja yang merdeka dan mandiri, karena dengan keikhlasan itu dia tidak akan pernah ragu untuk memberikan yang terbaik dari kemampuannya untuk ridha Allah saja.

“Janganlah kamu menjadi budak (hamba) seseorang, karena Allah telah menciptakan kamu dalam keadaan Merdeka.” (Ali bin Abi Thalib)

Pandangan visioner dari Rasulullah berkaitan kemerdekaan dan kemandirian ini membekali kita dengan do’a. Tentu saja ketika diperintahkan untuk berdo’a, maka disitu menyiratkan adanya permasalahan yang strateqis.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pesimis dan kecewa, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan tidak mau berkorban, dari, lilitan hutang dan dominasi manusia.

Lilitan hutang dan dominasi manusia menunjukkan bahwa kita harus mandiri dan  merdeka. Artinya secara ekonomi kita bisa mengatur pemenuhan hidup kita sendiri. Tidak tergantung kepada produktifitas orang lain apalagi orang kafir.

Seorang yang merdeka bukan berarti ia bebas melakukan apa saja. Tapi ia mengerti betul apa yang harus dilakukan untuk keberhasilan hidup ini. Sehingga ia memegang kendali. Kemandirian melahirkan kemerdekaan. Dan kemerdekaan berarti kemandirian. Kedua hal ini merupakan satu kesatuan sebagai ciri seorang muslim, dan anda pekerja muslim.

Ternyata Rasullullah menunjukan bahwa itu semua bermula dari hati. Kondisi hati yang pantang mengeluh terhadap keadaan dan selalu optimis memandang gelapnya masa depan. Disinilah iman dan taqwa menjadi jawaban.

Dari kondisi hati seperti itu akan muncul pribadi yang disiplin, penuh semangat dan selalu ingin meningkatkan kemampuan. Sehingga bermunculanlah individu yang belajar, berbuat, belajar lagi berbuat lagi Sampai sempurna ilmu dan amalnya.

Pribadi semacam itu akan menghasilkan karakter individu yang pemberani dan siap berkorban. Dalamnya ilmu dan besarnya semangat tidak akan berarti apa-apa bila tidak berani melakukan dan menghadapi tantangan serta kesiapan menanggung resiko.

Karena keberanian dan pengorbanan diperlukan untuk melakukan penetrasi kepada suatu wilayah kernenangan dan perjuangan baru. Sesuatu yang gelap dimasa depan harus kita jawab dengan melakukan sesuatu sehingga kita menjadi tahu. Akhirnya lahirlah manusia yang banyak `amal sholihnya dan efektif hasilnya.

Serangkaian ikhtiar ini akan sampai kepada suatu prestasi. Kemenangan yang Allah janjikan untuk orang beriman. Keberhasilan ini diapresiasi oleh Allah dengan memilih kita sebagai penguasa wilayah tersebut. Dan segala potensi digelontorkan untuk dikelola. Inilah kemerdekaan dan kemandirian.

Anda harus mandiri, maka anda siap merebut kemerdekaan. Jangan pernah berpikir ingin merdeka ketika anda belum mandiri. Karena kemerdekaan semu yang akan diraih. Bentuklah diri anda menjadi pribadi yang mandiri, segera. Anda terlahir hanya untuk segera menjadi mandiri. Tidak perlu masa kanak-kanak, masa remaja, atau masa-masa antara itu. Lebih cepat mandiri dan memberi manfaat itu lebih baik, karena manusia yang palng baik adalah yang paling banyak manfaatnya.

~ by VIQEN on September 10, 2008.

22 Responses to “JANGAN BERANI MERDEKA KALAU TIDAK MANDIRI”

  1. tidak ada kata yang lebih terhormat kecuali…..>>>> SIAP !!!!
    (he he he gak nyambung ya…..)
    SUKSES 8 !!!!

  2. mohon ijin…. saya tautkan dari blog saya ya…

  3. masuk akal juga…

  4. masuk akal juga…

    eh komentar saya masuk spam apa ya?

  5. itu pasti

  6. terimakasih pak atas suntikan SEMANGAT nya… saya sudah semangat lagi koq… saking semangatnya… saya sampe blom sempat update blog saya… thanks!!

  7. benr….harus mandiri dolo…
    rosul kita tak menyukai orang bersifat kekanak-kanakan

  8. Setuju Mas …

    “Orang tidak akan berunding dengan maling di rumahnya … Negara yang hidup meminjam, pasti menjadi hamba peminjam … Mengajari anak-anak Indonesia saya anggap pekerjaan tersuci dan terpenting”. (Tan Malaka).

    http://www.ririsatria.net/2008/08/17/merdeka/

  9. salam kenal kembali pak
    iya juga ya.
    makasih buat undangan bacanya.
    moga2 gak ada keluhan lagi di hari kedepan nanti.

  10. yup…. Indonesia emang harus mandiri😀

  11. @bapakethufail.
    SIAP PAK!!!
    SIAPA SIAPA… KAMU TAU…
    eh bercanda pak
    yang penting maju perut pantat mundur!!!
    eh bercanda lagi pak
    ya ayo kita siap siap pokoknya…
    tengkyu pak sudah masuk ke sini

    @wennyaulia.
    maaf ya nunggunya kelamaan. makasih sudah mampir, ditunggu mampirannya dan komentarannya lg

    @Muda Bentara.
    itu pasti, ini juga pasti. OK bos makasih komentarnya

    @Regina Pusparani Krisnamurthi.
    semangat terus ya dek!!!

    @ma2nn smile.
    betul Rasul senang sama anak-anak tapi tidak suka kekanak-kanakan. beliau suka anak-anak supaya bisa mendampingindan cepat dewasa dan bermanfaat.

    @RIRI SATRIA
    pak, saya boleh belajar management ya tambah bonus tentang TAN MALAKA

    @mataharicinta
    masalah ditampakan bukan untuk dikeluhkan, tapi untuk menambah semangat dan daya juang, betul teh…

    @RuleZ
    mandiri itu merupakan tuntutan dari sang pencipta sejak lahir

  12. merdeka itu … semoga diartikan secara substantif oleh kawan2 smua disini… shingga kemerdekaan haiqiqi itu benar2 hadir diantara kita.. MERDEKA! smoga bukan hanya teriakan..

  13. kalau mandiri dulu baru merdeka…. sebenarnya saat mandiri itulah merdeka. Bukan naikkan bendera yang namanya merdeka Khan.
    Kita ini lagi naik bendera di Indonesia, tapi nyatanya TAK MANDIRI. Kemana-mana cari utang LN. Mau sumur minyak, cari dulu Investor. Mau buat tambang Cari investor, pokoknya mau apa saja cari Investor dari luar… Kayaknya begitu bahasa pejabat kita… Keberhasilan diukur dari masuknya investor. Bukan diukur dari Mandirinya kita mengolah potensi negri ini.

  14. Yaps!…belajar juga harus gitu ya Om? ga’ pakai disuruh-suruh..ga’ pake dipelototin…belajar emang pengin pinter…pengin mandiri!Makaciiih! Anthin. http://teensdreams.wordpress.com

  15. Kadang se-mandiri-mandirinya orang, pasti membutuhkan orang lain. Seperti halnya, tukang pangkas rambut dan dokter. Ia akan meminta orang lain untuk melakukan pekerjaannya…

    Salam kenal juga Om..He he he…Kita sok muda bangeth…

    betul, tapi orang mandiri akan datang dengan kondisi win-win solution, atau bahkan memberi kebaikan dengan mengratiskan dokter dan tukang cukur untuk siapa saja…

  16. kemerdekaan memang harus kita pertahankan kemerdekaan dari berbagai kekangan yang terpenting adalah kemerdekaan dari nafsu.. seberti yang di contohkan oleh nabi Muhammad SAW. yaitu kemerdekaan dari para pemimpin yang zholin kita harus berani …. dan berani berbuat untuk menegakkan kebenaran…. untuk mengembalikan fitrah manusia Rahmatalilamin..

    Salam Pakar pAngan..

  17. pertama saya ucapkan terimakasih karena sudah mengunjungi blog saya ^^

    kedua.. tulisannya baagus banget. saya akui saya kurang mandiri ^^a tapi sekarang saya pgn mencoba utk mandiri xD *mata berapi api*

  18. aku ingin mandiri!!!!

  19. […] https://trendibandung.wordpress.com/2008/09/10/jangan-berani-merdeka-kalau-tidak-mandiri/ […]

  20. […] Blog tersebut berisikan motivasi tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Artikel tersebut sungguh sangat membuat hati saya tertegun. Selama ini saya merasa telah mandiri padahal nol besar. […]

  21. […] Blog tersebut berisikan motivasi tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Artikel tersebut sungguh sangat membuat hati saya tertegun. Selama ini saya merasa telah mandiri padahal nol besar. […]

  22. […] JANGAN BERANI MERDEKA KALAU TIDAK MANDIRI […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: