CASING YANG BAGUS UNTUK ISI YANG BAGUS

 

Masalah memang semakin keras mendera perusahaan-perusahaan di negeri ini. Masalah itu terus bermunculan seolah-olah menampakkan semua bagian sisinya, sampai utuh terlihat keseluruhan seginya. Hikmah besar yang kita raih adalah terbuktinya perusahaan yang benar-benar memiliki kekuatan terbaik yang bisa terus bertahan. Merekalah perusahaan-perusahaan yang baik dan semakin baik memperhatikan stakeholdernya (pekerja, konsumen, pemilik modal, dll ).

Rasanya bagi perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemuliaan, tentu tidak perlu takut dengan segala keadaan yang mengkhawatirkan saat ini. Ia tinggal meneruskan semangat kebaikannya, dan akan terus tumbuh dan terus berkembang. Karena kebaikan akan selalu menemukan momentumnya disaat kapanpun juga, dikondisi sesulit apapun juga.

Dan rasanya, tidak berbeda pula dengan apa yang akan dirasakan oleh para pekerja yang dalam dirinya ada semangat tinggi menjunjung tinggi nilai­ profesionalisme (baca : Ikhlas)

 

Pekerja Sipritual

Mereka yang mempunyai tujuan dalam bekerja yang lebih besar dari sekedar upah. Mereka bekerja karena mereka harus terus berbuat baik untuk sistem kehidupan yang memang harus lebih baik. Baginya upah hanyalah medium untuk melakukan hal-hal yang baik itu secara terus menerus bagi semua stakeholders.

Bila ia seorang desainer maka ia akan berfikir bahwa desain yang bagus bukan sekedar produk yang bagus dan laku. Melainkan ia adalah kewajiban moral yang harus tertunaikan kepada seluruh manusia, kepada seluruh alam semesta ini, kepada pencipta kita. Disini ada tuntutan yang terus mendorong agar terbuka rekacipta baru untuk menghasilkan produk yang lebih banyak manfaatnya.

Maka paradigma spiritual ini adalah memberi yang terbaik, tanpa perlu memikirkan hal-hal lain. Yang penting selalu memberikan yang terbaik. Setidaknya ada tiga hal pokok yang harus dilakukan, yakni 3T tinggalkan ego, tajamkan empati, dan tolong orang lain. Inilah yang menjadi paradigma berfikir seorang pekerja dengan semangat spiritual.

Pekerja dengan spiritualitas yang baik biasanya sehat dalam sikapnya, berkembang karirnya, dipercaya dalam pekerjaannya, selalu belajar untuk memperbaiki kemampuan, tidak alergi terhadap masalah, mudah bekerja sama, fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya, dsb. Ciri-ciri mereka, antara lain memiliki keunikan sebagai individu, memiliki kedekatan dengan yang jauh lebih besardari dirinya (Tuhan), bermanfaat bagi orang lain, dan mendudukkan bekerja sebagai kontribusi bagi kemajuan manusia.

Dalam kesadaran seorang pekerja dengan spiritualitas yang baik, ketika memasuki jam kerja, jam tujuh pagi misalnya, maka ia mulai dalam kesendiriannya untuk bekerja bersungguh-sungguh. Tidak berbeda dengan saat menghambakan diri kepada Allah dalam ibadah ritual, shalat misalnya. Disana ada kekhusuan, ada totalitas dalam menyerahkan diri, ada keinginan yang kuat untuk memberikan yang terbaik dan takut melakukan kesalahan.

 

Masalah adalah Sumber Pekerjaan

Misalnya seorang tukang sapu. Kalau ia mempunyai spiritualitas yang baik, maka ia akan menyadari bahwa ia bekerja bukan hanya memindahkan sampah. Tapi sesungguhnya ia tengah membuat nyaman orang-orang yang bekerja di ruangan yang harus ia jaga kebersihannya. Jadi manfaat kenyamanan yang ia berikan kepada orang lain, bukan sekedar manfaat memindahkan benda bernama sampah.

Maka bisa kita lihat, ketidaknyamanan akibat kurang bersih, kurang rapih, kurang harum, dsb, adalah masalah. Inilah yang menjadi pekerjaan seorang tukang sapu. Bayangkan bila kotoran tidak pernah ada, debu itu tidak pernah muncul, sampah tidak pernah hadir. Maka apa yang bisa dikerjakan oleh seorang tukang sapu?

Semua pekerjaan pada prinsipnya telahir karena ada masalah. Sehingga sangat rugilah orang yang selalu takut, menjauh dan menghindar dari masalah. Karena ia akan menjauh dari sumber pekerjaan. Seorang pekerja dengan spiritualitas yang baik akan dengan sendirinya terbiasa bergelut dengan masalah. Karena ia selalu ingin memberikan manfaat buat semua pihak. Potensi manfaat itu kemudian muncul menjadi solusi bagi masalah yang ada. Itulah hakikatnya pekerjaan.

Dalam tahapan kedewasaannya akan ditemui rentang mulai dan pekerja malu. Yakni pekerja yang mulai merasa malu kalau ia berbuat salah. Kemudian meningkat kepada pekerja yang sadar hukum. la tidak melakukan sesuatu karena ada hukumannya.

Yang lebih baik dari itu adalah pekerja nilai. Mereka yang bekerja karena memahami nilai-nilai kebaikan yang harus ia berikan kepada orang lain sebagai tanggung jawabnya sebagai individu. Namun ada yang tertinggi dari itu semua, yakni pekerja tauhid. Yakni pekerja yang menyelesaikan pekerjaannya sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhannya. Dengannya ia terus berbuat yang terbaik, senantiasa menggali hal-hal yang membuat hasil kerjaannya lebih baik dan tidak pernah ada kesombongan terhadap keberhasilannya.

 

Casing buat Isi yang Baik

Perusahaan yang baik hanyalah untuk pekerja yang baik. Pekerja yang baik adalah isi dari casing yang baik. Perusahaan yang baik adalah hasil dari kerja nyata yang efektif dari pekerja. Tentu saja pekerja yang baik. Tidak mungkin muncul perusahaan yang baik bila tidak ada pekerja yang baik.

Perusahaan yang baik merupakan anugerah terindah bagi usaha keras menjadi pekerja-pekerja baik yang bekerja dengan efektif melahirkan keunggulan bersama di dalam organisasi perusahaan.Tidak usah ragu menjadi pekerja-pekerja yang baik atas dasar tauhid. Disekeliling kita berbagai perusahaan tengah berlomba memperbaiki spiritualitasnya.

Selamat bekerja!!!

 

~ by VIQEN on September 20, 2008.

9 Responses to “CASING YANG BAGUS UNTUK ISI YANG BAGUS”

  1. Jadi inget kasus manggis, dari luar lucu, imut-imut, item manis n menggugah selera. Begitu dibuka, ah ternyata dalemnya lebih dahsyat. Putih, bersih, enak dan lembut.
    Ada juga durian, yang dari luar buruk, tajam, dan baunya minta ampun. Setelah dibuka, harep dapet yang bagush, manis, and lembut eh malah dapet yang busuk, asem, dan uletan lagi!!!

    Jadi, kalo mao beli buah harus pandai pilah-pilahnya supaya nggak nyesel. Udah mahal2 eh ternyta busuk (kayak kasus durian)..

    Owya, thx 4 visiting my blog! Sering2 mampir yach..

  2. Wow … pekerja sipritual? Saya suka kata-kat itu.

  3. Menilai sesuatu dari kulit luarnya engga pernah menarik kesimpulan dalam waktu lama biasanya banyak yang kecele dan lantas menyesali he he he
    Kalau dalam dunia kerja sebaiknya bekerja dg hati lebih abadi..banyak org yang merasa pekerjaannya merupakan tanggung jawab sehingga kadang2 mereka merasa bekerja dibawah tekanan dan menjadi beban jika belum terselesaikan dan merasa pekerjaannya gak sesuai bidang ,umh sebenernya gak salah juga sih cuma alangkah baiknya jika kita mencintai pekerjaan kita apapun itu meski gak sesuai bidang yg kita miliki coz dg mencintai pekerjaan insya allah kitapun akan terhindar dari tekanan dan gak gampang mengeluh ini itu hayyah..sassie sok teuu maaf ya komennya kepanjangan..smoga gak membosankan he he

  4. saya selalu membayangkan sebuah perusahaan yang diisi orang-orang dengan memiliki komitmen tinggi, bekerja dengan keikhlasan, dan mendapat bayaran yang baik karena semangat kerjanya itu.

    Susahnya, keadaan seperti bayangan saya di atas susah didapatkan di negeri ini. pekerja atau karyawan selalu di anggap bawahan dan bukan mitra

  5. “Pekerja yang baik atas dasar “Tauhid” “… ini jadi renungan yang terbaik. Belajar memahami dan akhirnya dapat mengimplementasikannya….

  6. aduh….. aku bingung tulisannya😀

    tapi tak masuk-masukin ke otak ku deh hi…….

    besok2 nulisnya yang lebih sederhana ya. biar saya cepat nyerepnya

  7. Biar cepet nyerepnya, aku link blognya ya….?

    tren di bandung:
    makasih den, kasian saya yang ngeblognya baru seumur jagung ini den…

  8. Selamat pagi, and salam kenal juga dan selamat bergabung lewat blogger. selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir batin.

  9. pekerja sipritual…saya suka kalimat ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: