BEDAKAN DAN TERUSKAN

 

 

Setiap Ramadhan harus kita lalui dengan kondisi yang berbeda dalam setiap tahunnya. Tantangan yang kita hadapi dari tahun ke tahun jangan sama.

Kalau waktu kecil tantangan kita adalah soal menahan haus dan lapar, masa usia kita sudah kepala 2, kepala 3 atau lebih, tantangannya masih itu-itu juga. Bahkan ada yang fisiknya bukan anak-anak lagi, tapi tidak tahan dengan tantangan yang paling rendah itu pun.

Perkembangan kapasitas, komunitas, dan wawasan kita sepanjang satu tahun ke depan haruslah memberikan tantangan Ramadhan yang berbeda kelasnya. Jangan sampai pertanyaannya dari tahun ke tahun soal batal puasa, soal tarawih, soal niat, dsb. Tapi harus meningkat kepada keutamaan-keutamaan Ramadhan lainnya.

Lakukan perencanaan untuk Ramadhan tahun depan pada saat momentum Isra Mi’raj. Momentum ini menginspirasikan pandangan kebelakang dan pandangan jauh kedepan. Jawaban untuk semua itu adalah, kita tidak bisa menjadi orang yang sembarangan, biasa-biasa saja, alakadarnya, melalui hidup dengan sederhana, atau sering juga orang menyebutnya ikuti air mengalir (ke tempat yang lebih rendah).

Tapi kita harus menjadi pribadi yang luar biasa. Menjadi individu yang penuh manfaat. Menjadi orang yang produktif. Menjadi manusia yang super hebat. Menjadi wakil Allah di muka bumi ini. Menjadi wakil Allah tentu saja itu adalah luar biasa. Karena keinginannya juga surga yang luar biasa juga. Dan canangkan itu untuk kita raih pada pembinaan Allah di putaran berikutnya.

Lakukan itu setelah mengukur perkembangan yang diraih sepanjang tahun ajaran 1429 ini. Dengan mengimplementasikan perkembangan kita di Ramadhan tahun ini dengan momentum AKSI. Momentum aksi merupakan satu bagian dari 4 momentum yang merupakan 8 syarat menjadi pribadi pemenang sbb:

1. Isra Mi’raj adalah mempersiapkan VISI. Hasil akhir yang diraih adalah kita menjadi pribadi yang SYUKUR terhadap masa lalu dan OPTIMIS terhadap masa depan. Paradigma berpikir memang akan merubah hidup seseorang.

2. Ramadhan adalah membentuk KAPASITAS. Proses yang terjadi adalah bersahut-sahutannnya ilmu dan amal. Belajar kemudian berbuat, dan belajar lagi dan berbuat lagi. Sehingga melahirkan manusia yang BERKEMAMPUAN dan PRODUKTIF.

3. Qurban adalah membentuk karakter AKSI. Proses ini mendorong muslim untuk ekspansif. Berani masuk ke wilayah-wilayah baru. Mencoba tantangan-tantangan baru. Dengan momentum ini maka akan mendorong manusia yang BERANI dan SIAP BERKORBAN.

4. Hijrah adalah menunjukkan EKSISTENSI. Dari rangkaian pembentukan visi, kapasitas dan aksi maka akan menunjukkan bagaimana eksistensi seorang muslim seharusnya. Keberanian dan pengorbanan yang dilakukan dalam serangkaian aktivitas sepanjang tahun seperti di atas maka akan melahirkan sebuah eksistensi seseorang menjadi pribadi yang MANDIRI dan MERDEKA. Disinilah tercipta kemenangan itu.

Tulisan lebih lengkap ada pada:

https://trendibandung.wordpress.com/2008/09/26/menyambut-kekalahan-0-3/

Apapun hasilnya, Ramadhan ini tetap harus kita tuntaskan menjadi rangkaian utuh. Dengan menggenapkan agenda aksi kita dan mendudukkan eksitensi kita. Kemudian ukurlah eksistensi kita pada saat itu. Memuaskan? Merasa cukup untuk meraih puncak kenikmatan dari Allah SWT?

Ingat, ketika kita berucap syukur atas nikmat yang Allah berikan, kondisi yang meliputi kita haruslah membuat kita merasa kaget dengan pemberian-Nya tersebut. Karena Allah akan selalu memberikan nikmat yang besar kepada kita. Pemberian yang sangat besar, tidak terduga dan mengagetkan. Itulah surga. Sesuatu yang mengagetkan karena kita tidak pernah membayangkan sebelumnya.

Jadi ucapan syukur itu tidak semuanya harus mengalir dengan terpaksa karena kita mendapatkan sesuatu di bawah harapan kita. ”ya sudahlah segini juga nikmat dari Allah yang patut kita syukuri.” Allah sebetulnya selalu mempersiapkan kejutan buat kita. Hanya kita tidak mempersiapkan diri kita menjadi pribadi-pribadi yang penuh kejutan. Kita merasa cukup dengan hidup yang datar.

Kalau belum puas, pancangkan suatu cita-cita, suatu obsesi, suatu keinginan kuat untuk meraih posisi dan kondisi yang lebih baik pada tahun ajaran depan. Bedakan Ramadhan yang akan datang dengan obsesi terbaik kita. Dengan obsesi akhirat dan jangan lupa dengan obsesi dunia. Dan kemudian ekspresikan segenap upaya kita pada momentum hijrah dalam suatu bentuk eksistensi kita dalam persaingan hidup ini.

Untuk itu semua, tidak mungkin seorang muslim menjadi kelompok yang lemah!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

~ by VIQEN on October 4, 2008.

5 Responses to “BEDAKAN DAN TERUSKAN”

  1. Yang terpenting dari semuanya adalah keikhlasan dalam mengharap ridho-Nya. Tanpa keikhlasan, agaknya apa yang dilakukan menjadi sia-sia

  2. Semoga kita menjadi lebih baik…
    Selamat Idul Fitri 1429H
    Mohon maaf lahir bathin…

  3. Semoga Ramadhan tahun depan, kita semua menjadi lebih baik, lebih semangat!!!

  4. Benar, syukur.
    Syukur jugalah yang membuat saya harus merampungkan 5 big job saya sepekan ke depan dengan senang hati:)

  5. ganbatte..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: