MENABUNG ATAU BERKABUNG

Seorang ibu pekerja garment sempat saya tanya tentang pedapatannya dalam sebulan, kemudian dia menyebutkan 600 ribu sampai satu jutaan kurang lebih. Kemudian saya menanyakan tentang tabungannya setiap bulan sang ibu menjawab boro-boro menabung, kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan, apalagi buat menabung.

Kemudian saya bertanya lagi, apakah ibu pernah mengalami gaji di bawah itu (600 ribu)? Jawabannya, Ya, pernah. Apakah saat itu ibu merasakan bahwa penghasilan ibu pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan ibu? Ya, pas-pasan. Apakah ketika gaji ibu meningkat dari dibawah 600 ribu menjadi diatas 600 ribu sampai satu juta penghasilan ibu tetap pas-pasan? Ya. Pas-pasan.

Bila dengan upah dibawah 600 ribu maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi pas-pasan, tetapi dengan upah yang meningkatpun gaji kita rasanya tetap pas­pasan. Artinya, berapapun besarnya penghasilan kita, sebetulnya akan selalu pas­pasan. Atau dengan kata lain, kita selalu mampu membuat penghasilan kita menjadi pas­pasan dengan kebutuhan kita. Insya Allah.

 

Yang Penting Nabung

Siapa yang ga seneng naik gaji. Tentu saja, etos bukannya melarang kita naik gaji dan jangan berharap punya penghasilan yang lebih besar. Tapi masalah kenaikan penghasilan kita adalah perkara keberhasilan dan peningkatan kemampuan kita. Sehingga bila pekerjaan kita berhasil menghasilkan uang lebih banyak, logikanya kita akan dapat penghasilan lebih baik.

Kita juga harus ingat; bahwa Allah SWT ketika menanyakan tentang harta kita, Dia bertanya dengan dua pertanyaan, dari mana harta itu diperoleh dan kemana harta itu kau belanjakan. Seyogyanya setiap pengkatan penghasilan yang kita raih, merupakan buah dari meningkatnya kemampuan yang ada pada diri kita dan semakin besarnya kontribusi yang bisa kita berikan.

Baiklah, masalah naik gaji ini bakal jadi panjang ceritanya. Jadi mendingan segitu aza dulu. Sekarang bagaimana jalan keluar untuk kondisi yang sudah ada saat ini. Karena rasa-rasanya, Allah tidak akan gegabah atau salah perhitungan memberikan sesuatu kepada kita, selain karena kita mampu Allah juga ingin memberikan pelajaran kepada kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Kembali kepada pembicaraan kita tentang pas-pasan. Penghasilan berapapun sebetulnya kita bisa pas-pasan memenuhi kebutuhan hidup. Gaji segini pas-pasan gaji segitu pas-pasan. Sebelum naik pas-pasan, sesudah naik pun pas-pasan. Jadi teteup… Pas-pasan.

Masalahnya ketika gaji segini tidak bisa nabung, ketika gaji naikpun seringkali kita tetap saja tidak bisa nabung. Jawabannya adalah pola hidup konsumtif kita, hal-hal yang sifatnya keinginan dijadikan kebutuhan, maka tidak heran kalau kita mau melirik sejenak ke JL. Sukarno Hatta di depan perusahaan garment di Kota Bandung anda akan melihat begitu banyak orang yang berjualan yang terkadang tidak begitu perlu untuk dibeli oleh pekerja seperti mainan, balon, pakaian, kaos dan sebagainya.

Jadi, Mengapa kita tidak pernah bisa kaya dan sukses, karena kita telah melupakan satu konsep kaya yaitu HEMAT, hemat dengan cara apa, yaitu dengan cara MENABUNG.

Sesunguhnya menabung merupakan salah satu solusi terlama yang di ajarkan orang tua dulu agar terbebas dari ketergantungan dengan pihak lain dalam hal ini berhutang. Namun, yang kerap terjadi, kita ingin bebas merdeka dalam masalah keuangan, tetapi kita tidak mau manahan diri dengan cara menabung, menahan diri dari belanja yang tidak perlu untuk menyisihkan sedikit uang buat masa depan.

 

Untuk apa Menabung?

Perlu diketahui oleh kita semua, sesungguhnya Tabungan kita dapat menjamin kehidupan kita dimasa mendatang. Di masa yang akan datang, tidak mungkin kita tetap; mengandalkan tangan kita untuk menghasilkan uang.

Hari ini kita masih mengandalkan tangan kita untuk menghasilkan uang. Suatu saat kita harus mengakui, bahwa fisik kita sudah tidak lagi bisa menghasilkan uang. Tangan sudah lemah, kaki sudah renta, mata sudah tidak jelas, kesehatan sudah menurun, dsb.

Kondisi yang digambarkan diatas merupakan bukan sekonyong-­konyong dan tidak bisa terelakkan, tetapi lebih pada tidak tersedianya rencana pribadi yang baik.

Mari kita lihat kondisi keuangan kita saat ini dan kebiasaan kita dalam membe!anjakan keuangan kita. Apakah kita sudah menghargai dan mensyukuri penghasilan yang merupakan berkah dari Allah SWT? Sesungguhnya, sebagai rasa syukur terhadap rizki yang telah diberikan kita harus mengelola pendapatan dan pengeluaran secara baik.

Begitu banyak orang yang mempunyai penghasilan besar tetapi tetap saja tidak mencukupi kehidupan sehari-hari mereka dikarenakan tidak pandai mengelola keuangan rumah tangga. Dan sebaliknya banyak juga, orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan tetapi senantiasa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari disebabkan mereka mampu mengelola keuangan keluarga mereka.

Untuk memperbaiki fungsi keuangan kita, harus dilihat dulu fungsi uang, dalam hal ini ada 3 fungsi uang, yaitu transaksi (belanja), Berjaga­-jaga dan Tabungan. Kebanyakan dari kita menggunakan uang untuk satu fungsi saja yaitu Fungsi Transaksi (belanja), sehingga sangat sering kita dapatkan pekerja/buruh menggunakan gaji bulanannya hanya untuk melunasi kredit dan kebutuhan rumah tangga. Dibibir mereka selalu saja terucap kata “Nggak mungkinlah saya bisa menabung dengan penghasilan segitu-gitunya” dan itulah kondisi umum masyarakat kita.

 

Menabung itu Gampang.

Mengapa Menabung itu begitu sulit kita lakukan? Karena kita tidak” tahu betapa mudahnya menabung itu dapat kita lakukan.

Misalnya, kita dapat 600 ribu nih bulan ini. Kemudian kita belanjakan ini, belanjakan itu, kebutuhan ini kebutuhan itu, terus saja. Syukur kalau belanja kita sampai 550 ribu berarti ada buat nabung 50 ribu. Kalau belanja kita sampai 600 ribu, ya sudah ga nabung aza. Artinya kita belum pantas menabung. Nanti lagi aza.

Kenapa kita tidak berpikir, penghasilan saya 600 ribu, Alhamdulillah. Karena saya harus mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang, maka saya harus menabung 50 ribu, supaya dalam setahun saya punya tabungan 600 ribu. Uang ini tahun depan akan saya belikan seekor kambing. Insya Allah satu kambing ini setiap tahun bisa bertambah jumlahnya. Sehingga di masa mendatang saya punya penghasilan yang meningkat.

Kemudian segera kita pisahkan di awal ketika baru pertama mendapatkan uang itu. Jangan dikutak-katik sedikitpun. Walaupun godaan datang, walaupun dorongan beli barang semakin kuat, walaupun kebutuhan seolah-olah menjadi sangat perlu. Walaupun ada sejuta alasan untuk mengeluarkannya.

Baru untuk kebutuhan kita sehari-hari kita gunakan uang kita yang 550 ribu rupiah. Cukup ga? Insya Allah cukup. Mari kita belajar untuk merasa cukup. Dan mensyukuri dengan apa yang telah kita raih.

Jadi kalau kita tahu rumusnya, ternyata begitu mudah kita menabung. Begitu uang kita dapat (600 ribu misalnya), ambillah 50 ribu rupiah saja. Kemudian masukan ke dalam tabungan kita. Tidak usah diingat-ingat lagi. Kemudian baru setelah itu kita punya uang 550 ribu untuk kebutuhan yang lain. Gampang kan.

Kita juga harus Ingat betapa besar janji Allah yang akan diberikan kepada mereka yang mampu mensyukuri apa yang diterimanya berupa kenikmatan yang ditambah-tambah terus. Dan kita juga harus ingat, bahwa Allah SWT ketika menanyakan tentang harta kita, Dia bertanya dengan dua pertanyaan, dari mana harta itu diperoleh dan kemana harta itu kau belanjakan. Seyogyanya setiap sesen penghasilan yang kita raih, harus kita keluarkan atas ridla Allah. Menjadi pengeluaran harta yang benar-­benar penuh perhitungan, penuh pertimbangan untuk hasil yang penuh manfaat.

 

Menabung atau Berkabung

Mari kita ubah cara berfikir kita dari masyakarat yang suka belanja menjadi masyarakat yang suka menabung. Keberhasilan meningkatkan peran uang kita tidak terlepas dari cara kita memandang uang, apakah selamanya untuk belanja atau perlu ada yang disisihkan untuk tabungan sebagai Investasi masa depan kita. Ketika kita mampu mengubah itu maka kita akan menjadi tuan dari uang-uang kita. Kita tidak akan bekerja untuk mencari uang tetapi uanglah yang nanti bekerja untuk kita.

Kemudian disisi lain, kurangilah belanja hal-hal yang tidak perlu, karena jika tidak, maka selamanya kita tidak akan mampu mengelola keuangan kita dengan baik. Misalkan saja hal yang tidak perlu itu adalah rokok. Anggap saja anda merokok 1 bungkus sehari. Jika harga rokok itu 5000 rupiah, maka satu bulan anda menghabiskan uang untuk rokok saja sebesar 150 ribu rupiah. Jika gaji anda 600 ribu rupiah, maka 1/4 gaji anda dipakai buat beli rokok

Tidak hanya itu sebetulnya. Jika ditambah dengan kerugian bagi kesehatan yang semakin memburuk di masa yang akan datang, maka kita harus siap-siap dengan biaya kesehatan di masa yang akan datang yang besarnya lumayan (yang sebetulnya harus kita siapkan dari sekarang, baik bagi yang bukan perokok apalagi yang merokok).

Padahal jika saja uang yang 150 ribu itu anda simpan, maka dalam setahun anda bisa mendapat uang sebesar 1,8 juta. Subhanallah dengan uang itu anda dapat membeli 3 ekor kambing. Dari 3 ekor kambing itu tahun depannya lagi anda bisa mengembangkannya lagi sampai berpuluh-puluh kambing. Diharapkan di masa tua, ketika kaki tangan dan badan kita sudah tidak bekerja lagi, kambing-kambing itu bisa ngasih makan kita, ya ngga?

Maka perkecillah belanja-belanja kita saat ini dan menabunglah untuk masa depan kita. Insya ALLAH masa depan kita akan sukses. Ada pepatah yang menyebutkan bersusah-susah dahulu, bersusah-susah kemudian, bersusah-susah lagi, dan bersusah-susah lagi, dan jangan pernah berhenti bersusah-­susah agar kehidupan kita masa depan di dunia ini dan di akhirat nanti menjadi makhluk yang mulia.

 

~ by VIQEN on October 14, 2008.

2 Responses to “MENABUNG ATAU BERKABUNG”

  1. apapun….😉

    harus menabung!!!

  2. […] MENABUNG ATAU BERKABUNG […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: