Songsong Sore dengan HORE!

 

Mencoba menikmati kembali hidangan sisa Ramadhan…

 

Ngabuburit artinya menunggu sore, jadi sebenarnya tidak harus bulan ramadhan saja. Tapi karena maghrib itu sore maka ritual menunggu sore diberi nama ngabuburit. Atau bisa juga kita sebut menunggu burit tiba. Dan sebaliknya, karena burit itu saat berbuka puasa maka ngabuburit pun jadinya berarti menunggu buka puasa. Jadilah ngabuburit menjadi ritual tahunan.

Menunggu sore, apalagi Ramadhan, maka ingat apa yang kita ucapkan di setiap shalat “Inna shalaati wanusuki wamahyaaya wamamaati lillaahirabbil ‘aalamiin”, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah milik Allah Penguasa alam. Tidaklah momen terbaik ini kita biarkan menjadi saat-saat zero pahala atau penambahan ilmu serta kemampuan untuk kesuksesan dilain waktu. Pahala bisa juga kita pandang sebagai kesuksesan yang diberikan oleh Allah atas ’amal (kerja) kebaikan kita.

Kalau orang bule bilang “waktu adalah uang”, maka kita bisa bilang ”waktu adalah ’amal kebaikan dan nasehat”. Dan Rasulullah menggambarkan seorang yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya. Artinya orang yang paling manfaatnya sebenarnya adalah seseorang yang kehidupannya lebih baik.

Apakah hand-phone Anda bermanfaat? Apakah kendaraan bermotor Anda bermanfaat? Apakah Televisi di rumah Anda bermanfaat? Mesin cuci, rice cooker, lemari es, AC, computer, bahkan kalkulator, mainan anak-anak kaya PS atau game on-line, dll. Apakah itu bermanfaat?

Sekarang siapa yang memberi manfaat itu? Siapa yang menyediakan alat-alat yang bermanfaat itu? Jadi, sekarang, siapa yang paling banyak manfaatnya?

Bagaimana mereka menjadi sangat bermanfaat? Jawabannya berpacu dengan waktu. Bila dalam 24 jam bisa menghasilkan manfaat senilai 10 juta, apakah besok dalam 24 jam bisa menghasilkan manfaat bernilai 100 juta?

Kalau sekarang kita bisa menghidupi 10 orang yang bekerja atas kemampuan bisnis kita, apakah bulan depan kita bisa menghidupi 100 orang atau seribu orang atas bisnis yang berhasil kita kembangkan. Kalau Ramadhan kemarin yang 100 orang itu hanya 50% yang bisa baca Al-Qur’an, maka apakah sekarang dengan seribu orang bisa mencapai 75% yang bisa baca Al-Qur’an, sehingga lebih banyak orang yang bisa kita antarkan menuju surga Allah.

Allah SWT telah memberikan sekitar 8% waktu hidup kita sepanjang tahun untuk mengukur dan menjajal seberapa besar manfaat kita. Itulah Ramadhan. Suatu agenda tahunan dimana setiap manusia dengan diberi modal yang sama diadu dalam waktu yang sama. Nanti ada yang dapat nilai 9 tapi juga ada yang dapat nilai 6 bahkan 3 atau bahkan tidak mendapat nilai.

Masalahnya, sebagian besar umat muslim memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan untuk kegiatan tak bemanfaat atau mengurangi saat-saat untuk melahirkan manfaat. Misalnya: pekerja malah mengurangi waktu kerja dan hasil kerja. Seringkali pekerjaan ditunda penyelesaiannya dengan dalih puasa.

Jadi lebih beken dalil bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah. Padahal logikanya, saking kerasnya beramal kebaikan, saking hebatnya menumpahkan potensi yang dimiliki, saking banyaknya waktu yang digunakan, sampai kelelahan dan ketiduran. Maka, tidak usah takut, kalaupun ketiduran, tidurnya juga bakal dinilai ibadah.

Kalau saat ini kita belum bisa bikin hand-phone, kendaraan bermotor, televisi, mesin cuci, rice cooker, lemari es, AC, computer, kalkulator, mainan anak-anak, jepit rambut, keler buat wadah kueh, atau peniti sekalipun, ya jangan sampai kemudian kita merasa kelebihan waktu dan merasa perlu mengisi waktu luang dengan ngabuburit.

Kalau bisa ikut pelatihan, baca buku, masuk kelompok diskusi, belajar suatu keahlian, ikut mentoring, ngajarin iqro buat anak-anak atau teman sekolah/kerja, nambah kemampuan baca Al-Qur’an, mencoba berbusana lebih baik, mencoba selesaikan pekerjaan lebih cepat, mencoba menambah beban pekerjaan, atau coba berdagang, atau banyak lagi yang lainnya. Yang penting kita melahirkan kesuksesan atau menambah kemampuan untuk kesuksesan di lain waktu.

Rasulullah menghiasi Ramadhan ini dengan kemenangan dalam perang badar. Para pejuang kemerdekaan menancapkan tanda keseriusannya dengan proklamasi kemerdekaan. Kemenangan apa yang bisa kita raih dihari-hari Ramadhan ini? Maka, mari kita songsong sore kita dengan setapak demi setapak memberi patok menuju kesuksesan yang kita rencanakan untuk setiap harinya. Dan kita sambut gema adzan maghrib dengan HORE! Aku sudah meraih suksesku hari ini.

~ by VIQEN on October 14, 2008.

14 Responses to “Songsong Sore dengan HORE!”

  1. HORE!!

    Sepakat, emang tidur org yg berpuasa dinilai ibadah. Tapi, jgn ampe dibalik menjadi, ibadahnya orang yg berpuasa adalah tidur.

  2. waktu adalah ’amal kebaikan dan nasehat”

    dalem banget euy….

    semoga kita termasuk pribadi yang senantiasa menghimpun kebaikan demi kebaikan pada hitungan hari yang kita lalui.

  3. Bukan hanya sore kawan…

    Songsong setiap hari dengan Hooreeeee

  4. klo postingan seperti ini, kira2 bermanfaat ga ya..???

    coz ada beberapa kawan yg mempertanyakannya…
    (serius mode : ON)

  5. hoorreeeeeee..horeeee…
    yaaa..tapi ramadhan tlah usai..:(
    semo9a dipertemukan kembali dg ramadhan yang akan datang amien

  6. saya selalu menyongsong sore dengan Hore… karena itu saatnya pulang dari kantor😆

  7. kenapa masih berbau ramadhan nih mas… hehehehe

  8. makna dan hikmah ramadhan . Aku udah bisa menggampainya belum ya . Hmmm. . . teruskan dulu yang sudah dimulai kemarin saja ah

  9. lanjutkan boss

  10. nice post😀

  11. merindukan ramadhan taun depan.. kenapa susah sekali menjaga amalan-amalan ramadhan kemarin T.T

  12. saya suka sore dikampus … riuh rendah bak gelombang ombak🙂

  13. Horee…, sore pada hari ini..
    Horee…, aku kembali…
    Horee…, saatnya berserah diri
    Horee…, ku menunggu esoknya hari..

    horee.., horee.., horee.🙂

  14. Ramadahan terjemah dari panas, klo sudah ketemu dingin yakni malam maka kita menyukuri nikmat dingin setelah menikmati panas, jangan sorak hore, kaya kaya di Teve Aja !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: