PEMIMPIN YANG ANEH

Ada yang aneh dari penampilan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada shalat Jum’at kali ini. Ia memakai baju yang sangat sederhana, bahkan paling sederhana atau jauh lebih sederhana dari rakyat biasa.

Seorang jamaah bertanya, “Mengapa tak mau kau pergunakan kenikmatan yang telah Allah karuniakan kepadamu untuk sekedar berpakaian bagus?”

Beliau tertunduk dan kemudian menjawab, “Sesungguhnya berlaku sederhana yang paling adalah saat kita kaya. Sebaik-baik pengampunan saat kita berada pada posisi kuat.”

Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah yang fenomenal dalam memperbaiki kondisi saat itu ternyata memiliki kunci sukses berupa kesederhanaan. Ia berjuang untuk sederhana di saat ia sangat mudah untuk menjadi kaya.

Yusuf bin Abi Syaib menyampaikan bahwa setelah menjadi khalifah Umar bi Abdul Aziz menjadi lebih kurus bahkan sangat kurus. Sampai bias dihitung jumlah tulang rusuknya tanpa perlu menyentuhnya.

Abu Ja’far al-Manshur ketika bertanya kepada Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz tentang jumlah kekayaan ayahnya beliau sampaikan bahwa sebelum menjadi khalifah Umar bin Abdul Aziz memiliki empat puluh ribu dinar. Diakhir hidupnya harta tersebut tinggal empat ratus dinar.

Abu Umayah al-Khashy seorang pembantu Khalifah Umar bin Abdul Aziz menyampaikan bahwa yang di makan Amirul mukiminin hanyalah kacang adas, demikian seperti yang disampaikan Fathimah binti Abdul Malik istri Umar bin Abdul Aziz.

Banyak lagi kisah yang menunjukkan praktik hidup sederhana seorang pemimpin yang berhasil menyelesaikan permasalahan besar pada saat itu. Tapi yang luar biasa adalah apa yang dikatakan Kaisar Romawi yang paling sengit memusuhi pada saat itu.

“Aku tidak heran bila melihat seorang rahib yang menjauhi dunia dan melulu beribadah. Tapi, aku betul-betul heran ketika melihat seorang raja yang memiliki kekayaan begitu besar, lalu dibuangnya jauh-jauh, sehingg ia hanya berjalan kaki dan lebih memilih kehidupan seperti layaknya fakir miskin.”

Hal ini amat bertolak belakang dengan kondisi para pejabat yang begitu memanfaatkan kedudukannya untuk mengeruk harta sebanyak mungkin. Karena itu, sebaiknya mereka yang akan duduk di kursi kepemimpinan seharusnya memiliki kebebasan financial dan disaat yang bersamaan mampu melepaskan diri dari jajahan financial.

Kalau sikap Umar bin Abdul Aziz ini disebut aneh, maka kita sekarang memerlukan pemimpin yang aneh…

~ by VIQEN on October 20, 2008.

7 Responses to “PEMIMPIN YANG ANEH”

  1. kalo pemimpin2 indonesia seperti beliau sih
    pasti negara kita jadi negara paling makmur

  2. jadi malu …😳

    perut saya sudah mulai membesar…🙄

  3. yah, awal2nya calon pemimpin dari kalangan orang aneh itu agak banyak (alhamdulillah :)). Tapi, mereka juga mesti kita monitoring dan kontrol agar tetap “aneh” dan “tidak normal”. Setuju?

  4. Kesederhanaan itu indah..
    Rinduuu banget kapan kita punya pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz?

  5. salam kenal tukeran link yukk

  6. […] Sumber disini […]

  7. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: