SUDAHKAH BADAR DEKAT DENGAN KITA

 

Rasulullah keluar dari Ramadhan dengan segudang prestasi. yang paling fenomenal adalah kemenangan Badar. Apakah kita juga keluar dari Ramadhan ini dengan membukukan sebuah prestasi? Atau Ramadhan memang hanya sebuah pergilran waktu yang tidak bermakna apa2 buat kita. Mari introspeksi, layakkah kita keluar dari Ramadhan dengan kemenangan?

 

PEMBUKA

  1. tahapan perang defensif (membela diri) akibat dari persekongkolan atau permusuhan kaum musyrikin.
  2. Badar perang pertama dalam surat Al Anfal. Sementara perang Tabuk sebagai perang terakhir ada di surat Taubah. Namun didekatkan. Selama 8 tahun 77 perang. 1 bulan sekali.
  3. Persiapan; Latihan hamzah 30 orang dilatih di tepi laut. 60 orang dilatih digunung. Saad bin abi waqash 80 orang mengintai sampai perbatasan makkah-madinah. Pasukan langsung rasulullah 200 orang.Ditunjukkan oleh rasulullah show of force. Ada kabilah yang akan mendukung.
  4. Peperangan ada tahapan yang seolah-olah telah diformat oleh Allah.
  5. Ucapan M. Natsir: Bila dakwah tak menemui rintangan, harus dievaluasi, karena mungkin dakwah tak diridhai Allah.

 

TERJADINYA PERANG

  1. Rasulullah mengajak kaum muslimin untuk mencegat dan merampas kafilah dagang kaum quraiys yang dipimpin Abu Sufyan.
  2. Ditengah perjalanan Abu Sufyan mengetahui rencana Rasulullah dan mengutus kurir untuk meminta pasukan dari Makkah. Ternyata semua kekuatan ingin pergi sampai berjumlah sekitar seribu personil. Sementara Rasulullah hanya bersama 314 sahabatnya.
  3. Rasulullah melakukan perundingan dengan para sahabat. Setelah semua sepakat Rasulullah mulai mencari berita dan menyusun rencana perang.
  4. Beberapa sahabat mengelurkan ide. Habbab bin Mundzir mengkoreksi rencana Rasulullah tentang pemilihan tempat. Sa’ad bin Mu’adz mengusulkan kemah tempat perlindungan bagi Rasulullah.
  5. Rasulullah menenangkan para sahabat dengan janji Allah. Bahkan ia menunjukkan dimana mayat-mayat orang kafir akan bergelimpangan.
  6. Rasulullah terus berdo’a sampai Abu Bakar merasa iba dan menenangkan Rasulullah. Diikuti semua kaum muslimin.
  7. Di pagi Jum’at tahun kedua hijriyah terjadilah peperangan itu dan mencapai kemenangan. Dengan 70 orang terbunuh 70 orang tertawan. Sementara kaum muslimin syahi 14 orang
  8. Berkaitan tawanan Rasulullah mengikuti saran Abu Bakar dengan membebaskan dengan tebusan. Ternyata ini ditegur oleh Allah dalam Al-Anfal 67-69 yang membenarkan pendapat Umar untuk membunuh mereka.

 

IBRAH

  1. Awalnya hanya merampas harta hak mereka sebesar yang dibawa kafilah dagang sebagai bentuk ganti rugi (disepakati oleh para fuqaha). Namun Allah hendak memberi rampasan yang lebih besar dan kemenangan yang lebih gemilang sebagai bentuk perjuangan yang lebih tepat.
  2. Tindakan Rasulullah yang terus bermusyawarah ditengah situasi yang mendadak perang memberikan pelajaran bahwa selama tidak ditegaskan dalam Al-Qur’an, maka berlaku syuro, Terutama untuk urusan perencanaan dan politik syari’at.
  3. Rasulullah disamping bertanya kepada Abu Bakar dan Umar tapi juga kepada sahabat lain terutama kaum Anshar. Karena ada perjanjian kaum Anshar akan membela nabi di dalam kota Madinah.
  4. Namun Sa’ad bi Mu’adz menunjukkan bahwa perjanjian yang mereka nyatakan tidak sekedar itu. Tetapi janji kepada Allah dan setia membela utusan-Nya.
  5. Dalam berjihad, untuk pembelaan dan kemenangan, seorang imam dibolehkan mengambil tindakan untuk mengukur kekuatan lawan dan bersiasat untuk melawan serangan musuh yang sangat kuat dan menyerang.
  6. Tentang diikutinya pendapat Habbab, maka terlihat banyak tindakan Rasulullah sebagai kategori siyasah syar’iah sebagai imam dan kepala negara yang lebih berupa pemikiran dan perencanaan. Tentu saja harus dipertanyakan dulu keberadaan pandangan Al-Qur’an terlebih dahulu.
  7. Walaupun Rasulullah dijanjikan kemenangan tetap melakukan do;a yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa sehebat apapun persiapan kemenangan tetap datangnya dari Allah. Ubudiyah yang luar biasa yang akan didukung oleh Allah.
  8. Bantuan dari para malaikat hanya sebagai kabar gembira. Karena kemenangan tetap dari Allah. QS. Al-Anfal:10
  9. Rasulullah memanggil dan mengajak berbicara dengan mayat-mayat kaum kafir sebagai petunjuk kehidupan alam barzakh. Mereka memiliki kehidupan rohani secara khusus. Disitulah bisa dijelaskan siksa kubur.
  10. Berkaitan salahnya ijtihad beliau tentang tawanan perang menunjukkan itu bisa salah atau benar. Namun bila salah selalu segera di koreksi. Sehingga sejauh tidak ada koreksi dari Al-Qur’an ijtihad Rasulullah adalah benar.
  11. Berkaitan harta rampasan Allah SWT segera mengalihkan perhatian dari harta rampasan kepada perbaikan hubungan antar mereka. QS. Al-Anfal:1-2
  12. Berkaitan dasar pilihan membunuh tawanan, Allah menginginkan penanganan musuh didasarkan kepada pandangan agama bukan kepada pertimbangan materialistika atau belas kasihan. Apalagi ini perang pertama yang akan dijadikan rujukan.
  13. Untuk suatu kemenangan rencanakan bentuk kemenangan yang akan kita raih.
  14. Perang kita untuk membawa kepada perbaikan. Bila penaklukan tanpa perang itu lebih baik.

~ by VIQEN on October 22, 2008.

5 Responses to “SUDAHKAH BADAR DEKAT DENGAN KITA”

  1. Wah… semangat anda dalam menggelorakan hal ini sangat Luar Biasa… Sungguh mengagumkan, bahkan anda mampu mengumpulkan artikel se-rinci dan se-detail ini berkenaan dengan perang Badar, suatu hal yang tidak pernah saya dapatkan dalam majlis ta’lim yang saya ikuti sepanjang hayat saya hingga hari ini…

    =======
    tren di bandung: afwan, ada yg diedit dan artikel saya perbaiki redaksinya biar lebih tepat dan ahsan.

  2. menarik…ternyata rasulullah itu memang manusia paling keren yang saya tahu😀
    semalem habis nonton kingdom of heaven…masih bingung soal cerita sebenarnya Perang Salib gimana….

  3. “Rasulullah keluar dari Ramadhan dengan segudang prestasi. yang paling fenomenal adalah kemenangan Badar. Apakah kita juga keluar dari Ramadhan ini dengan membukukan sebuah prestasi? Atau Ramadhan memang hanya sebuah pergilran waktu yang tidak bermakna apa2 buat kita. Mari introspeksi, layakkah kita keluar dari Ramadhan dengan kemenangan?”

    hanya Allah Swt yang tau layak ga layaknya kita menyandang predikat “pemenang” dalam ramadhan ini..tapi ramadhan tahun ini bawa setumpuk makna dalam hidup saya🙂

  4. To Afie
    Assalamualaikum
    Sedikit pengen bahas Kingdom OF Heaven yang menceritakan Perang Salib yang dipimpin oleh Salahudin Al Ayubi.
    Allahu Akbar!!!
    Paling tidak pihak non muslim mengakui kalau Islam berperangnya karena Allah, bukan karena kekuasaan. Film yang dibuat Holiwood ini mengakui secara pasti kemenangan perang salib ada di tangan ummat Islam, walaupun tetap saja pesan terakhir yang disampaikan dalam film tersebut adalah ‘walaupun kristen kalah, tapi kalah dalam suasana heroik atau kepahlawanan’- untuk poin ini harus waspada juga mencermatinya.

    Dalam sebuah film sebenarnya kekuatan kata akan menjadi luar biasa saat kita menontonya :
    Misalnya di adegan perdebatan Salahudin Al Ayubi dan panglima perang Islam lainnya. terlihat disana Salahudin tetap akan menerima tantangan dari pihak kristen dan yang lain tidak ingin melanjutkan sehingga ada satu kata yang luar biasa dapat membakar kita adalah saat Salahudin Al Ayubi berkata : Jikapun Aku Mati, Akhi. Aku Mati Di Dalam Islam.

    Allahu Akbar!!!
    Ada lagi satu adegan yang luar biasa yang membuat tentara Salib kalah dalam perang ini adalah saat di tubuh internal mereka terjadi perbedaan ideologi perang. Istilahnya kita perang untuk apa? saat itulah beberapa panglima di kristen keluar dari kesepakatan untuk menyerang Pasukan Islam Salahudin Al Ayubi karena suami dari anak raja kristen pada waktu itu berperang atas ambisi pribadi untuk menguasai tanah yerusalem dengan berkata “Akulah Yerusalem Itu”
    Disaat salah seorang panglima lainnya di kelompok salibis itu memisahkan diri dari keputusan sang raja, dia berkata : ” Awalnya aku mengira kita berperang untuk Tuhan, Ternyata Hanya Untuk Berebuat Kekuasaan, Aku Malu Pada Tuhan”
    Akhirnya dia memutuskan pergi dari pasukan salibis.

    Nonton deh….
    Adi Supriadi / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
    http://www.rabbanionline.blogspot.com
    081573530788
    Email : assyarkhani@gmail.com / assyarkhan@yahoo.com

  5. […] SUDAHKAH BADAR DEKAT DENGAN KITA […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: