Inilah Sektor Riil

Aturan Allah adalah sesuatu yang sangat tinggi, Mulia dan Agung. Untuk mendapatkan pemahamannya diperlukan usaha yang tidak sederhana dan tidak ringan. Apalagi untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Sehingga proses pemahaman ini merupakan perjuangan tersendiri yang mesti mendapat porsi.

Ada tiga aspek yang telah Rasulullah tunjukkan kepada kita yakni aspek nilai-nilai, aspek  keilmuan dan aspek aplikasi. Pada tatanan nilai-nilai Rasulullah adalah manusia pilihan Allah yang telah menyampaikan nilai-nilai absolute ban sakral yang memberi makna pada setiap bidang kehidupan. Nilai, norma dan hukum sebagai petunjuk ekonomi yang beilau sampaikan bersifat universal. Nilai-nilai teknis kemudian dikembangkan disetiap zamannya.

Pada tataran ilmiah beliau mencontohkan tentang wawasan yang aplikatif. Prinsipnya ilmu untuk amal. Bekalan ilmiah teknis beliau mendapatkan dari kontak sosiai dan pengalaman. Untuk itu beliau mendorong umatnya untuk belajar mesti sampai ke negeri Cina. Beliau belajar berdagang dari pamannya juga kepada saudagar Khadijah, bahkan kepada pembantunya Maisaroh. Dalam bertani beliau belajar dari orang Madinah, perihal perkawinan kurma yang berhasil.

Pada tataran aplikasi, kecermatan beliau telah membawa keberhasilan. Dalam kemitraan dagang dengan Khadijah beliau berhasil menjadi pedagang komoditas ekspor ke Syiria. Dengan keberhasilan itu beliau mendapatkan prosentase keuntungan lebih besar

Aspek nilai-nilai dan keilmuan. ditengah-tengah kita sudah banyak tumbuh sekolah-sekolah yang terus menggali dan menelaah. Dengannya lahir ribuan ahli dengan keragamannya. Baik dan sisi nilai-nilai dari sekolah-sekolah berbasis diniyah atau ekonomi Islam. Ataupun dari sekolah-sekolah berbasis kompetensi teknik dan operasional.          

Namun ditataran aplikasi masih minim dilakukan kegiatan-kegiatan yang membuat ekonomi Islam semakin dirasakan sebagai solusi. Bagaimana kenyataan pahit ditampakkan kepada kita, umat Islam belum bisa melahirkan solusi ditengah himpitan kesulitan ekonomi yang ada. Bahkan tidak sedikit mereka malah menjadi bagian dari masalah yang ada.

Sekali lagi, ini harus memberi perhatian kepada kita, bahwa keyakinan kita bahwa Islam adalah solusi (rahmatan lil’alamin), tidak boleh hanya sekedar kalimat retorika dakwah  saja. Tapi harus terlahir sebagai amal sholih.

Berbentuk perjuangan untuk melaksanakan kata-kata itu. Yang sedemikian beratnya sehingga kita bertradapan dengan berbagai masalah dan hambatan. Yang sedemikian beratnya sehingga kita terus berharap kepada Allah agar ditunjukkan jalan keluar. Yang sedemikian beratnya sehingga kita menjadi paham dengan sunatullah keberhasilan. Dengan itulah kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang berserah diri.

Rasulullah sangat menjunjung tinggi kesejahteraan ekonomi rakyat. Beliau bangga melihat umatnya berkecukupan ditengah pembangunan. Mereka diperintahkan untuk berkontribusi bagi pembangunan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Kepada yang belum berkecukupan diperintahkan untuk tidak henti-hentinya terus berusaha (sabar). Kepada yang berkecukupan beliau senantiasa memerintahkan untuk memberikan kontribusi. Hanya itu saja dua pelaku ekonomi yang diakui Rasulullah, yakni kalangan berkecukupan yang kontributif (alghaniyyul syakir) dan orang yang berkekurangan yang rajin berusaha (alfakirul shabir). Bila tidak masuk dua tipe ini, maka ia adalah beban atau bahkan perusak ekonomi.

Inilah sektor riil.

~ by VIQEN on November 4, 2008.

2 Responses to “Inilah Sektor Riil”

  1. inginnya sih…, bekerja di sektor riil…

    karena tahu
    bahwa sektor moneter itu sebenarnya ga ada apa-apanya,
    kalo ga ada sektor riil…

    bisa bubbling economics
    (gitu katanya…)(btw…, istilahnya benarkan pak?😕 )

    mari kita tumbuh kembangkan sektor riil…🙂

  2. […] Inilah Sektor Riil […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: