Belajar dari Ucapan Selamat Kepada Obama dari McCain

Kedewasaan proses berbeda pendapat di Amerika sudah sedemikian matang. Setelah selama 200 tahun membangun cara berbeda pendapat, hari ini kembali kita menyaksikan sebuah akhir perseteruan yang elegan. McCain mengucapkan selamat. Kemudian Obama membalas dengan “I need your help, you’re leader on so many important issues”.

 

Jadi ingat beberapa pilkada di Indonesia yang berawal dengan curang-curangan, diproses dengan intrik-intrik, dan diakhiri dengan ekspresi kecewa yang merusak. Soal cara berbeda pendapat ini bangsa kita memang mesti banyak belajar. Misalnya dalam kampanye saja yang muncul masih emosi dan pemikiran-pemikiran sesaat. Dalam debat dan beda pendapat selalu riuh rendah seperti nonton bola. Tidak tenang dan mencoba menelusur titik krusial dari perbedaan pendapat yang berkembang.

Ketika ada calon yang kalah, maka permasalahan tidak berhenti di situ. (Sebenarnya heran juga yah, masa nggak ada yang kalah sih???). Biasanya, mengajukan ke pengadilan sampai beberapa lapis pengadilan dipakai untuk mengejar kepuasan. Atau kalu ngga, turun ke jalan, dengan intensitas rendah, sedang sampai kepada pengrusakan yang berat.

Waduh, benar-benar ngabisin energi, dana, perhatian, ketenangan dan segalanya deh.

 

Kenapa begitu? Karena tidak siap berproses dalam perbedaan menuju kesepakatan. Sehingga terlalu banyak yang dibuat berbeda dan kemudian hal yang berbeda itu dijadikan prinsip untuk berseberangan. Akhirnya terlalu banyak penyebrangan. Dari mulai partai yang terpecah jadi 2 atau 3. Dari munculnya partai-partai baru, yang warnanya akhirnya ngga beda teges.

Sudah partainya banyak yang pecah, muncul partai baru, ditambah lagi golongan yang tidak sepakat dengan sistem pemilunya itu sendiri. Kebayang ngga pecah belahnya bangsa ini dalam perbedaan yang kayaknya bedanya tipis-tipis aza, sesilet kale. Tapi yang beda-beda tipisnya itu banyak banget macam dan ragamnya. Perjalanan panjang untuk mencapai kata sepakat.

 

Kita harus mulai fokus untuk belajar mengelola perbedaan untuk selalu bisa mengarah kepada kesepakatan. Baik secara mental maupun jalan pemikiran. Kesepakatan tidak berarti kita mengambil pendapat orang lain saja, atau pendapat kita saja. Tapi juga bisa berarti keputusan gabungan, keputusan yang baru akibat diskusi dan perkembangan pendapat kedua belah pihak, dsb.

Wah, bisa panjang lebar deh kalau ngebahas soal cara mempertemukan perbedaan pendapat ini. Sekarang masanya kita belajar. Mudah-mudahan cukup energi dan bekal kita untuk membiayai pelajaran yang harganya mahal ini.

~ by VIQEN on November 5, 2008.

12 Responses to “Belajar dari Ucapan Selamat Kepada Obama dari McCain”

  1. way of the warrior.
    growth as son of the dragon.
    fighting together among the masters.
    then finally u`ll realyze…
    the purpose is not only to win the fight.
    ..this`s martial arts..
    the way to become a true champion.

    congratulation, you are entering a world of the champions.

    * weleh..englishnya berantakan..ahh pokoknya dicoba wae lah*

  2. Iya.. Luar biasa waktu kemarin lihat pidato kekalahan McCain. Bandingkan dengan Indonesia yang orang2nya gengsi dan malu untuk ngaku malah, kan banyak tuh yang demo kalo wakilnya ga menang.

  3. congratz for Barack Obama..🙂

  4. OBAMA? I LOVE HIM SO?

  5. Met malam, duh meuni asa reueus ari ka bandung teh…..janten emut jaman kapungkur, da abi oge asli ti bandung, cuman tos di pecat ku bandung na, janten ayeuna aya di ciamis.
    Kang soal pilper Amrik mah, memang Indonesia masih sangat jauh tertinggal terutama dalam hal pendewasaan dari semua pelaku politik di negeri ini. Katanya ingin demokrasi tapi nyatanya tidak siap menerima perbedaan dan tidak siap menerima kekalahan, selalu ada saja yang jadi kambing hitamnya, bukan hanya para peserta tapi terlebih lagi adalah para pendukungnya yang selalu ingin tampil sebagai pemenang.

  6. Tapi ada juga beberapa pilkada yang diakhri tanpa keruushan.
    Pilkada DKI adalah contoh yang paling baik

  7. memang jauh kalo dibandingkan dengan indonesia ya … kalah, demo, kalah, buat oposisi, kalah, buat gosip … oh indonesiaku, majulah seperti mereka

  8. harus banyak belajar dari mereka, yang kalah bisa sportif yang menang tidak sombong

  9. Nah coba deh tokoh2 politik di Indonesia seperti ini
    Seperti ucapan selamatnya Adang pada Fauji saat Pilkada Gubernur Jakarta

  10. Yang baik n positif harus kita pelajari… Harus berani mengakui kekalahan. Yang kalah bukan berarti gagal.

  11. kmrn pas ngeliat antrian rakyat amerika pas pemilihan..salut banget tertib pisan..indonesia kapan kayak gt ya??
    btw slmt buat obama..moga indonesia dapet imbas yg baik kedepannya, khususnya buat negara muslim.Amin..

    eh ya..betewe mas trend jd pemenang di postingan denok yg ini loh..
    http://denokdebloeng.wordpress.com/2008/11/02/plesetan-ala-denok/#comment-476

    slmt yah..hihi..😀

  12. mudah2an para tokoh politik kita di pilpres 2009 bisa meneladani kedewasaan sikap berpolitik seperti kedua tokoh tsb yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: