TUKUL, Tutup Mata

KPI sudah memvonis acara empat matanya mas Tukul untuk ditutup. Pro dan kontra seperti biasa muncul dengan argument dan jumlah berimbang. Di acaranya mas Farhan di radio Delta pagi ini ketika dilakukan jajak pendapat diperoleh hasil yang seimbang antara yang setuju dengan yang tidak setuju.

 

Kembali ke Masalah Aturan

Pro kontra selalu mempertanyakan kenapa sih koq yang begitu saja diatur. Apalagi RUU APP baru saja disahkan. Sensitivitas yang masih dalam keadaan luka terbuka kaya digaremin. Pendapat dan argumen bisa kemana-mana. Sampai KPI dituduh menerapkan aturan berdasarkan selera seseorang atau sekelompok orang, dst.

 

Kalau boleh kasih pendapat yang ringan saja dulu, koq diributin sih?

 

Sebetulnya ada aturan atau tidak, ketika kita memiliki integritas moral sebagai manusia, maka kita akan tetap menjadi orang baik. Ketika ada aturan, kita tidak melanggar. Ketika  tidak ada aturan, kita akan tetap menjadi orang baik.

Begitulah mereka yang telah memiliki visi dan missi hidup yang benar.Mereka tidak akan berada dititik kritis sampai nyerempet-nyerempet hal-hal yang berbahaya atau sekedar meragukan. Peringatan dan Larangan itu sudah dia siapkan ketika dia akan melangkah.

Perkara ada aturan atau tidak itu sebaiknya menjadi domain penguasa untuk mengukur efektifitas kepemimpinannya. Untuk mengukur bagaimana pengaruh kepemimpinannya dalam mempertahankan loyalitas orang-orang yang dipimpinnya. Akhirnya, penghargaan terhadap kepemimpinan menjadi ujian integritas bagi orang-orang dalam suatu institusi.

 

Tuhan saja tetap membuat aturan. Padahal dengan sangat mudah buat Dia menentukan manusia untuk berbuat sesuai dengan kehendaknya. Tapi Tuhan tetap menurunkan aturan, membuat ritual peribadatan, membuat ujian-ujian untuk menilai hambaNya yang terbaik. Bukan melulu dipersoalan tepat atau tidaknya aturan, tapi lebih kepada rasa hormat, keinginan untuk taat dan kepuasan ketika kita menuruti aturan.

Jadi kita bisa memposisikan aturan sebagai sesuatu yang kita pakai untuk menilai kedewasaan suatu masyarakat. Dalam usaha-usaha menghormatinya, dalam perjuangan menjalankannya, dalam kebiasaan mematuhinya.

 

Dari mulai apakah kita punya visi dan missi yang mempunyai nilai kebenaran berumur panjang, sehingga kita memang memiliki prinsip-prinsip hidup yang lestari sepanjang masa. Sampai kepada memposisikan aturan sebagai nilai-nilai mulia yang kita jaga untuk menunjukkan tingginya sense kepatuhan kita. Karena kepatuhan itu lambang masyarakat beradab. Masyarakat beradab adalah penyokong kehidupan kota yang sehat.

Dengan sangat terpaksa, acara empat matanya mas Tukul ditutup. Ya, terpaksa tutup mata. Kata mba Fetty dari KPI, agar hal-hal yang salah seperti menjelek-jelekkan seseorang, obrolan menjurus kepada syahwat, dan ’pembolehan’ kekerasan tidak menjadi hal yang lucu kemudian memasyarakat. Saya pikir, ini juga akibat mas Tukul dan tim kreatif tutup mata dari dampak dan ekses dari berlebih-lebihannya beberapa tayangan. Atau tutup mata dari visi memandang jauh dari peran dan fungsi acara empat mata.

Selamat membuka mata, mata hati kita…

 

Judul artikel ini; Tukul, Tutup Mata, memang sesuai dengan yang dikatakan mas Farhan di acaranya. Tapi, saya sudah dapat kata-kata ini sebelum mas Farhan ngomong. Jadi ngga apa-apa ya saya pakai di sini ya, terima kasih.

~ by VIQEN on November 5, 2008.

11 Responses to “TUKUL, Tutup Mata”

  1. Saya bukan penggemar acara Empat Mata, walaupun tidak kontra juga. Cuman saya memang merasa bahwa komedi yang disuguhkan sangat slapstick dan cenderung menyinggung perasaan, bukan komedi yang cerdas.

    Eniwei…

    Mengenai aturan, saya setuju dengan pendapat Mas bahwa ada atau tidaknya aturan, sebagai manusia yang baik ya baik saja…

    ========
    betul strong point-nya ada pada pembentukan visi dan missi hidup kita.

  2. ^_^ Owwww.. sudah ditutup ya..???

    Maklum jarang nonton TV..😀

    ========
    malah saya ga punya tivi. taunya dari radio pas berangkat kerja.

  3. ^
    ^
    ^
    setuju dengan pendapat jeungLala,
    komedi seharusnya bisa lebih cerdas
    tanpa sarkasme, slapstick, atau yang nyerempet-nyerempet
    🙂

    ========
    ujungnya bukan pada bibir yang menandakan tawa. tapi bagaimana hati nurani semakin cerdas dengan melalui jalan masuk sebuah canda.

  4. idem deh sm comment jeungLala diatas😀
    walo lucu, tukul tetep aja saru,v ega tetep aja ga sopan, peppy wlu ngegemesin tp tetep aja pengen nampol.
    dan hal paling kuat kenapa acara 4 mata ditutup matanya sementara itu krn acaranya yg ada bintang tamu si sumanto sm manusia yg makan kodok itu..yah emang, njijiki banget je , soale aku nonton itu acara ampe mw m****h T_T
    kadang kalo dibikin aturan begini para kreator muda pada protes, dengan alasan menghalang2i daya kreativitas, apa ya itu bener to? ahaha..

    ========
    seorang kreator sejati bisa tetep keluar ide gila dengan sejuta batasan. saya jadi teringat dan terharu apa yg disampaikan ‘pak haji’ Dedi Mizwar, bahwa kreativitas itu ada untuk membuat kehidupan lebih baik walau dengan segala keterbatasan. beliau selalu mengingatkan apa kebaikan dari setiap tayangan yang dibuat. hasilnya PPT, dll luar biasa…

  5. ya setuju banget, soalnya gw bukan penggemar empat mata tapi mata-mata.dari RCTI setiap malam jum’at jam 24.00

    ========
    coba mas tukul pake cerita lucunya mas tuyi, mungkin sekarang ngga ditutup kaya begini. karena udah dari dulu… hehehe

  6. Acara tv seperti 4 mata bisa mempengaruhi pemirsa yang menontonnya. Lebih baik lagi kalau 4 mata bisa membawa acara ini ke arah positif. Maka banyak juga pemirsa yang akan terpengaruh ke arah yang positif. Yah sekarang sudah terjadi harusnya bisa dijadikan pelajaran berharga bagi acara 4 mata itu sendiri.

    ========
    kayaknya tulisan i, dan tulisan blogger lainnya kalau jadi tema acara bakal rame kali ya…

  7. wes..wes..ditutup ae ra popo..
    setujuuu..lagian duit nya mas tukul wes akeh..iya to???He..

    ========
    lagian jadi ngomongin duit sih mba…???

  8. Ooo.. udah ditutup to? Pantesan kemarin nungguin kok ga ada. Padahal kadang suka juga lihat Tukul kalo lagi pingin ketawa dan ga mikir. Kadang sesuatu yang polos dan jujur seperti Tukul itu lebih menghibur.
    Yach.. Bubye Tukul🙂

  9. wah kalo empat mata sampai ditutup, trus kita nonton acara apa dong di TV? apa nonton debat para kandidat caleg? atau nonton berita kecelakaan, atau nonton acara gosip……atau nonton apa dong……
    Jadi tambah susah hidup di negeri ini, semuanya serba dibatasi, untuk nonton tv aja kita dilarang, mungkin kita harus nonton siaran langsung proses eksekusi amrozi?
    Titip salam buat KPI, sekalian aja tutup semua siaran televisi yang mengandung hiburan dan lawak, biar yang ditonton oleh kita hanya berita ekonomi, politik dan kemiskinan negeri ini, itu kan lebih asyik? O ya satu lagi nonton siaran langsung sidang kabinet di dpr…pasti itu lebih seru lagi……………

    ========
    yang penting buat blogger adalah kesempatan mengasah lagi pemikiran kita dan kesempatan untuk mengelola cara berbeda pendapat.

  10. Maksudnya? Soal cerdas apa tidak kan itu lebih ke masalah selera. Sama kaya gw juga dari dulu pengen bilang bahwa berita kriminal itu sama sekali ga ada gunanya untuk pengembangan intelektual orang Indonesia. Apa karena itu saja langsung bisa ditutup?

    Gw males nonton empat mata. Secara pribadi gw juga ga terlalu suka. Tapi kalau memang banyak pemirsa yang bisa menikmati ya apa salahnya? Menurut gw tuh acara ya cerdas-cerdas aja. Masalah slapstick? Halah, kalau dikasih Mr Bean senang, dipuji-puji. Sekalinya dikasih produk dalam negeri malah marah-marah.

    Kenapa yah itu KPI? Seenaknya banget nentuin mana yang bisa disiarin dan mana yang tidak. Apa bedanya sama menteri penerangan?

    ========
    inilah kesempatan proses belajar buat semua. kita bisa semakin cerdas dengan mengkritisi produk hukum (legal). disaat bersamaan kita bisa belajar menghargai dan menghormati lembaga formalnya sebagai simbol keteraturan.

  11. mas tukul…
    mulan kwok ganti nama jadi mulan jameela
    bekas istri simpanan rhoma siapa itu, juga ganti nama.
    sampeyan ganti juga aja biar makin ngetop.
    jadi mas tuyul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: