Profesional Perkotaan

Dalam pembahasan permasalahan perkotaan, disamping dipelajari hakikat-hakikat berkaitan dengan prinsip-prinsip berdirinya sebuah kota, penting juga bagi kita menelusuri satu persatu karakterisitik warga masyarakat penopang kehidupan kota tersebut.

Salah satu penopang tersebut adalah kalangan profesional. Mereka merupakan kelompok masyarakat khas perkotaan. Saya pikir komunitas blogger juga muncul dari kalangan profesional ini. Karena kerja mereka, proses bermasyarakat mereka, bahkan mungkin keseharian mereka dekat dengan dunia maya ini atau banyak waktu mereka berinteraksi dengan piranti teknologi ini. Kalau tidak disebut sebagiannya lagi on-line 24 jam.

 

Profesional dan Perkotaan

Kalau boleh berandai-andai, sesungguhnya kehidupan sebuah kota itu hanya didukung oleh kalangan profesional. Dalam pengertian, seorang manusia yang tinggal di kota itu memang teruji memiliki kapabilitas dan manfaat. Dengan kata lain seorang profesional.

Bukan berarti bermaksud membuat analogi berpikir bahwa; mereka yang tidak memiliki kemampuan dan lemah harus dihilangkan dari komunitas perkotaan. Tapi mari berpikir dari sudut pandang bahwa; kota memiliki peran strategis dalam pembentukan wajah sebuah negara dan peradaban.

Sehingga pembentukan sebuah kota tidak boleh sekedar by nature atau bahkan by accident. Tapi harus terencana dengan memiliki tujuan yang tepat untuk apa kota tersebut didirikan. Untuk menjelaskan hal ini, kondisi extrem bisa kita lihat pembentukan kota Bontang misalnya. Yang perkotaannya dibentuk oleh kebutuhan kegiatan eksplorasi.

Ketika peran dan fungsi sebuah kota itu menjadi tegas, misalnya kota pemerintahan, kota pusat ekonomi, kota pendidikan, kota teknologi, kota kreativitas, dsb maka konsep penataan untuk hal-hal lain menjadi memiliki pijakan.

Dan tentu saja tidak perlu kita membebankan kepada suatu kota dengan tujuan yang terlalu banyak. Ada batas dimana luas wilayah, kondisi alam, batas nyaman jumlah penduduk, efektifitas fungsi dan peran, dsb yang pada akhirnya membatasi apa peran dan fungsi sebuah kota.

Ketegasan fungsi dan peran kemudian akan mengerucut kepada kebutuhan SDM penopangnya. Sehingga kemudian dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup semua warganya untuk nyaman, maju dan sejahtera ditentukanlah profesi-profesi apa yang dbutuhkan di kota tersebut.

Jumlah profesional dalam suatu kota ini langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dari kota tersebut. Dengan asumsi kondisi kehidupan politiknya sehat. Bila orang profesionalnya sedikit atau tidak terkelola, dan jumlah masyarakat non profesionalnya lebih banyak, maka bisa dibayangkan kota ini akan semrawut, tidak nyaman, dan semua indikator pertumbuhannya kacau.

Tetapi ketika jumlah profesional memadai, terkelola dan solid dalam peran keprofesionalannya, maka sangat bisa dipastikan kota ini akan hidup, nyaman, berguna bagi kota lain dan negaranya, dan pasti mensejahterakan warganya.

 

Sekelumit tentang Profesional Perkotaan

Profesional perkotaan sejauh yang bisa dilihat sejauh ini adalah individu yang memiliki latar belakang pendidikan relatif tinggi, memiliki kedudukan di sebuah instansi atau bisnis, memiliki kehidupan ekonomi yang baik, jadwal kegiatannya padat, terkelola dan terarah, dsb.

Kemudian mereka biasanya berkumpul dalam organisasi. Seperti Executive Club, Perkumpulan Manager HRD, Perkumpulan Profesi Bank, Lion Club, Rotary Club, Network 21, Golf Club, komunitas hobby, dan berbagai tema komunitas lainnya. Sebagai wawasan beberapa web yang bisa dikunjungi:

http://theexecutiveclub-jakarta.com

http://mercantille-club.com

http://forsimpta.org

http://formiskat.org

http://mifta.org

 

Kegiatan tersebut mereka gunakan sebagai sarana menambah wawasan, mancari komunitas –dalam satu minat, satu level, satu keahlian, dll– meningkatkan eksistensi diri, mengaplikasikan jiwa sosial atau menyalurkan keinginan berbuat baik bagi orang lain dan masyarakat luas.

   Peran profesional kota kemudian menjadi sedemikian strategis. Berkaitan dengan kebutuhan akan produk profesinya dan peran sosial masyarakatnya. Pengelolaan terhadap mereka dalam konteks pembentukan peran dan fungsi kehadiran sebuah kota akan menciptakan sebuah kota dengan daya manfaat yang tinggi bagi kota lain, negara, dan peradaban ini.

Komunitas blogger yang memiliki kesempatan membuat jaringan komunikasi yang sehat terutama pada kelompok profesional ini akan sangat mungkin menjadi sarana mewujudkan kuatnya posisi kelompok profesional memberikan peran dalam penataan terbentuknya kota yang nyaman, maju dan sejahtera.

Dunia blog juga bisa menghidupkan kepedulian masyarakat profesional untuk sama-sama memperhatikan proses perbaikan kotanya. Karena kenyamanan sebuah kota, bukankan itu juga kebutuhan kaum profesional sebagai modal menjalankan keberlangsungan profesinya. Mari mulai dari diri kita.

~ by VIQEN on November 10, 2008.

13 Responses to “Profesional Perkotaan”

  1. Qta bisa menjadikan suatu tempat begitu bernilai dan penting tergantung dr bagaimana Qta dan orang – orang didalamnya menjaga serta membuatnya menjadi lebih baik, yang terpenting perubahan-perubahan tersebut semoga memberi hal yang positif bagi masyarakatnya…amin…

  2. Yang penting kita bisa menciptakan iklim perkotaan seperti suasana dikampung saling menghargai, tolong menolong dan bisa mengenal satu sama lain walau kita tahu rasanya sulit tapi sesungguhnya hal itu mungkin dan pasti bisa karena kita tahu orang kota sudah pasti lebih berpendidikan dari orang yang dikampung dari segi akademis….

  3. Dan yang membuat kita takjub
    Adalah banyaknya profesional perkotaan yang menyempatkan diri menghadiri kajian pencerahan
    Dan semakin teballah iman mereka🙂

  4. hmmm
    pengen jadi profesional juga…

  5. Kang …
    Ini saya nih …
    sesama plesetor …

    Melakukan kunjungan kesini …

    Cheers …

    ========
    hatur nuhun juragan, tos kersa rurumpahan ka dieu. punten ah di dieu mah saaya-aya.

  6. menjadi profesional tinggal di kota dan sejahtera. tidak memiliki kemampuan belajar dan berada di pinggir dulu. sehingga kota merupakan tempat pertumbuhan yang cepat dan menjadi tumpuan harapan kota lain.

  7. yah..

    kapan yah Indonesia bisa seprofesional kota2 d jepang …

    ngimpi…

  8. holla salam kenal…
    senang bisa mampir disini…
    kumaha..? damang…??
    hehehehe…
    blog yang menarik…

    monggo mampir di “rumah” saya kang…
    ada informasi menarik tentang peluang berinvestai sekaligus beramal…

    salam,

    “tahukah anda ??”
    http://macsman.wodpress.com

  9. Artikel yang sangat menarik.
    saya mengajak anda semua untuk berpikir positif….(Husnuzon)
    Kunjungi http://www.hibahbca.co.cc
    baca dan analisa dengan seksama, jangan ambil keputusan sebelum memahaminya dengan baik, dan jangan memberikan komentar sebelum Anda benar benar paham. Semoga program ini dapat dijadikan salah satu alternatif membangun kekuatan ekonomi umat.
    Semoga Pula program yang saya tawarkan MEMBUAT BANYAK MASYARAKAT BAIK…
    Think Positive !!!!

  10. semoga deh SDM indonesia tambah profesional
    dan majuin bangsa ini.

  11. Merantau untuk mencari Bekal membangun Desaku, Kota Kecilku dan Comalku tercinta. Itulah aku………………

    Silaturahim lagi biar gak lupa

  12. kl denok mah..profesional rumah ku surgaku, aja deh..Amien..🙂

  13. Profesional.. Apakah jika tiap orang melakukan tugasnya dengan maksimal keahliannya dan maksimal kapasitasnya sudah cukup disebut profesional yaa..?
    Kadang susah juga melihat mana yang benar2 pro (dibidangnya masing2) atau yang terlihat pro, yaa..?
    Tapi setidaknya jika punya satu tujuan yang sama mestinya sudah cukup baik.. Bagaimana pun lebih baik berada dikumpulan orang2 yang Pro dari pada yang Kontra.. Lho…??!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: