REKONSTRUKSI PERADABAN

 

Peradaban usang yang kini sedang dipentaskan, memasuki abad kehancurannya. Dunia kini membutuhkan peradaban baru yang mampu menjawab semua permasalahan kemanusiaan yang telah dihancurkan sejak 200 tahun yang lalu. Mampukah kaum muda menjawab tantangan ini? Merekonstruksi peradaban?

 

Memasuki millennium kedua, banyak yang memprediksi bahwa kiblat peradaban yang dipegang dunia barat akan mampu membawa kebahagiaan manusia. Dibangunlah tata kehidupan baru yang kemudian diberi nama abad modern.

Di millennium ketiga ini banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari praktek peradaban dunia barat itu. Perlu kiranya kita merenung dan berpikir tentang apa yang terjadi dengan mereka. Dan kemudian menentukan bagaimana sikap kita dalam kerangka menyelamatkan peradaban ini. Agar kesalahan itu tidak berulang dan bisa diperbaiki.

Sangat kita maklumi bahwa peradaban modern yang dimotori oleh barat berdiri hanya diatas nilai-nilai materialistik. Sehingga melahirkan orang-orang dengan gaya berpikir sangat rasionalis. Apapun ketika ingin diterima harus lah terukur. Itu tidak sepenuhnya salah. Hanya sayangnya kemudian melupakan nilai-nilai yang bersifat ruhiyah, atau menurut mereka irasional.

Dipenghujung segala prestasi dari peradaban ini justru menyisakan wajah ketakutan dan bayang-bayang kehancuran. Dimana sektor-sektor bisnis bisa berantakan hanya karena lunturnya keyakinan para pemegang modal. Yang dengan ketakutan yang berlebihan membuat keputusan-keputusan pengalihan atau penarikan modal.

Sebuah bisnis yang seharusnya dimulai dengan niat baik ingin memutarkan roda kehidupan. Hanya berujung disekedar hitung-hitungan manusia diatas kertas yang harus selalu untung dan tidak boleh sedikitpun rugi. Niat mulia untuk memberikan kontribusi kepada kehidupan dunia ini rasanya hanya sebuah dongeng yang sekarang usang.

Peradaban ini harus memutar kembali jarum jam ketika dunia ini mengalami masa gemilang. Dimana kehidupan dibimbing atas nilai-nilai kemuliaan. Dimana hubungan antar makhluk didasari oleh fitrah kemanusiaan. Atas keinginan untuk menjadi manusia yang berharga dan berbahagia dilahirkan sebagai manusia, makhluk yang tercipta paling sempurna.

Tantangan generasi ini merekonstruksi peradaban. Bagaimana membawa peradaban manusia ini kembali menghargai kemanusiaan dan mengutamakan kemuliaan. Tanpa melupakan kebaikan yang dihasilkan oleh rasionalisme. Kalau boleh menunjukkan realitas rekonstruksi peradaban itu adalah berpindahnya kepercayaan masyarakat kepada perbankan dengan sistem syari’ah.

Fenomena tersebut hanya satu dari sekian banyak fenomena hidup yang harus diperbaiki. Ketika diurai, maka masalah lain membutuhkan kemampuan kita untuk mengeluarkan solusi dari akar kemuliaan. Peradaban ini menagih kesungguhan kita untuk mencari sumber ilmu dan mengalirkannya ke alam realita.

Seribu masalah itu membutuhkan rahim abad ini untuk mengeluarkan generasi yang berpikir integral namun mendalam sesuai bidangnya untuk menyediakan jawaban atas setumpuk masalah sisa kegemilangan abad modern ini. Dan pertanyaan itu ditunjukkan kepada Anda. Ketika Anda tidak memberi jawaban maka pemimpin peradaban selanjutnya itu bukan ditangan Anda.

 

(Diadopsi dari tulisan dengan judul yang sama pada majalah Al Izzah No. 3 thn. 2000)

~ by VIQEN on November 13, 2008.

6 Responses to “REKONSTRUKSI PERADABAN”

  1. saya terkesan dengan tag Anda
    membuat baik masy banyak dan
    membuat masy banyak jadi baik

  2. baik saja tidak cukup,
    jika lebih baik masih mungkin

    salam kenal

  3. sipp banget deh..mas trendibandung..postingan2 nya menafaat sekali..🙂

  4. Salam

    mampir ah ….

    klou memeng kita mampu wajiblah kita membikin masy lebih baik …

    postingnya okelah ….
    salam kenal …

  5. Salah satu pilihan adalah menggabungkan rasional (merialistik, duniawi) dan irrasional( nilai ke-Tuhanan,moral ruhiyah) akan melahirkan peradaban tipe “Z” yg merupakan penggabungan dari keduanya. Tentu dengan pencocokan, pembenahan, ndan penyesuaian sana sini,. tantangannya adalah menemukan formulasi yang tangguh fleksibel terhadap zaman, dimanasaja dan terhadap siapa saja…..contohnya gaya manajemen tpe Z yang menggabungkan gm Jepang dan Amerika….Lho.. ini ko’ malah masuk ke oraganisani dan manajemen yaa???😀
    andaikan buku, “La Tahzaan” untuk mendampingi “Robeet T Kiyosaki”…… halaaa….:D
    Judulnya Surga ku dapat, dunia dalam genggamanku….. udahh akhhhh makin ngawur…..

  6. […] REKONSTRUKSI PERADABAN […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: