Pesan Rahasia Perang Badar

 

Mengerti Substansi Terjadinya Perang Badar

Badar adalah perang pertama kaum muslimin. Mempelajarinya secara mendalam dengan kejernihan hati dan wawasan yang luas dari sumber-sumber yang lebih murni akan membawa kita kepada sebuah penjelasan mengapa seorang muslim berperang, dengan cara apa mereka berperang dan untuk apa mereka melakukan peperangan itu.

Dan akan kita temui satu wajah untuk semua itu dan untuk semua bentuk perang yang ada. Yakni sebuah wajah kerinduan akan kedamaian untuk memuliakan kemanusiaan. Tentu saja dengan menyisakan sebuah pesan rahasia untuk lebih mengedapankan kehidupan dari pada kematian. Sehingga memunculkan kebutuhan penggunaan strategi dan diplomasi yang lebih mengedepankan tradisi ilmiah dan musyarawah yang lebih kepada penggunaan kapasitas ilmiah dan hati nurani. Sekali lagi untuk lebih menghindari peperangan dengan korban fisik.

Pesan rahasia itu bila kita terus telusuri sejarah dengan sudut pandang positif sebagai pesan rahasia dari Tuhan sang Maha Pencipta dan kita renungkan dengan hati yang sehat dan pikiran yang jernih maka akan ditemukan benang merah yang merubah era bentuk perang. Perubahan itu membuat usang sebuah perang dengan bentuk fisik yang penuh dendam kesumat dan barbar dengan menggantinya menjadi perang pemikiran dan logika yang penuh kemuliaan.

Hari ini bila terjadi praktik tradisi perang fisik, maka nilai kemanusiaan seisi dunia ini akan mengecam. Kalau sekarang kebijakan sebuah negeri super power untuk meninggalkan perang fisik, karena perang ini sungguh-sungguh telah dibuat usang oleh perang-perang yang dilakukan kaum muslimin ketika membebaskan sebagian besar wilayah di bumi ini dengan cahaya kebenaran.

Ada pesan rahasia yang harus ditangkap oleh kita atas perintah Tuhan ketika mengizinkan atau memerintahkan kaum muslimin berperang setelah sekian lama dilarang. Ketika kaum muslimin memohon izin berperang Tuhan dengan tegas melarang dengan mengingatkan kaum muslimin untuk memikirkan tentang shalat dan zakat. Artinya pondasi kehidupan dan ekonominya harus dipikirkan dulu. Maka Badar dimulai dari berdirinya sebuah kekuatan formal yang diakui dengan kapasitas ekonomi yang siap.

Tetapi tetap izin berpeang itu membawa pesan rahasia yang bukan menunjuk kepada perang fisik yang sedemikian. Tapi hanya sebuah jalan untuk merubah wajah perang yang tekah ada.

 

 Tantangan yang Dihadapi Madinah untuk Tetap Eksis

Yatsrib telah menjadi Madinah. Suku-suku yang semula berperang telah berdamai dan bersepakat untuk saling melindungi dari serangan luar. Muncullah Madinah sebagai kekuatan baru. Sebagai sebuah kekuatan tentu saja kemudian melahirkan ancaman, sbb:

1.       Kaum musyrik Makkah. Mereka memiliki dendam lama dan ingin sekali membunuh Muhammad SAW dan menghentikan syiar Islam.

2.       Kaum musyrik sekitar Makkah. Kabilah-kabilah besar yang tidak suka dengan kehadiran Islam, seperti Thaif, kaum Hawazin, dsb.

3.       Kaum Yahudi di luar Madinah yang terikat emosi keagamaan dengan Yahudi Madinah. Mereka tinggal di Khaibar dan Fadak.

4.       Kerajaan Romawi. Semula mereka tidak memperhitungkan jazirah Arab yang tandus. Namun pengaruh Islam yang terus meluas membuat mereka khawatir.

5.       Kerajaan Persia. Kerajaan ini paling berdekatan dengan Madinah dan merka mengkhawatirkan kemunculan kekuatan baru ini.

6.       Kerajaan-kerajaan kecil di Jaziran Arab. Para penguasa di wilayah ini khawatir pengaruh Islam meluas dan membuat mereka kehilangan kekuasaan yang mereka nikmati.

7.       Kaum Yahudi di dalam kota Madinah yang telah sejak lama menikmati dan mengambil manfaat dari kondisi pertikaian antar suku di Yatsrib.

8.       Kaum munafik di dalam kota Madinah yang selalu menjadi duri dalam daging bagi kesatuan ummat Islam yang baru terbentuk.

 

Untuk itu Muhammad SAW memutuskan sebuah strategi pertahanan Madinah antara lain dengan membentangkan kekuasaan di jalur perdagangan dari Makkah ke Syam. Langkah-langkah yang ditempuh diantaranya adalah mengadakan perjanjian aliansi dan perdamaian dengan kabilah-kabilah yang tinggal di antara jalur perdagangan itu dan di antara jalur tersebut dengan Madinah.

Disamping itu Muhammad SAW juga melakukan ekspedisi-ekspedisi secara bergantian ke jalur-jalur tersebut. Strategi ini ditujukan untuk memberikan kesan kepada orang-orang Yahudi dan Arab Badui yang berdomisili di sekitar Madinah bahwa kaum muslim telah memiliki kekuatan dan terbebas dari kelemahan mereka.

Dan tentu saja ekspedisi-ekspedisi ini ditujukan juga agar timbul kesadaran dari bangsa Quraiys tentang kekuatan kaum muslim. Dengan kesadaran itu mereka kemudian berhitung tentang adanya bahaya yang mengancam perekonomian mereka. Kondisi ini diharapkan menggiring mereka untuk lebih mau berdamai dan berhenti untuk menyerang dan mengganggu kaum muslimin.

 

Ekspedisi yang Membawa Pesan Perdamaian

Ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan Muhammad benar-benar dilakukan untuk membuat gentar semua pihak yang bisa menjadi ancaman bagi Madinah. Tidak satupun diantara ekspedisi itu yang melakukan tindak perampasan harta atau pembunuhan. Namun setelah ada penyerangan dari kaum musyrik yang dipimpin Kurz bin Jabir al-Fihri yang kemudian menjadi awal kaum musyrikin untuk bertindak brutal. Kembali, atas dasar untuk mempertahankan diri, pasukan kaum muslimin meladeni mereka. Namun tetap dalam motivasi terpaksa dan dengan bentuk perang yang dijaga tetap lebih memuliakan.

Ekspedisi kaum muslimin sebelum terjadi perang Badar, sbb:

1.       Ekspedisi Saiful Bahr. Dilakukan pada Ramadhan 1H dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Muthalib dengan kekuatan 30 orang. Mereka berhadapan dengan pasukan Abu Jahal dengan kekuatan 300 orang. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan.

2.       Ekspedisi Rabigh. Dilakukan pada Syawal 1H dipimpin oleh Ubaidah bih Harits bin Ibnul Muthalib dengan kekuatan 60 orang. Mereka berhadapan dengan pasukan Abu Sufyan dengan kekuatan 200 orang. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan, namun sempat terjadi saling melepaskan anak panah.

3.       Ekspedisi Al-Kharrar. Dilakukan pada Zulqaidah 1H (Mei 623M.) dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqas dengan kekuatan 20 orang. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan.

4.       Perang Al-Abwa’ atau Waddan. Dilakukan pada Shafar 2 H (Agustus 623M) dipimpin oleh Muhammad SAW dengan kekuatan 70 orang. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan.

5.       Perang Buwath. Dilakukan pada Rabiul Awal 2H (September 623M) dipimpin oleh Muhammad SAW dengan kekuatan 200 orang. Mereka berhadapan dengan pasukan Umayyah bin Khalaf dengan kekuatan 100 orang. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan.

6.       Perang Safawan. Dilakukan pada Rabiul Awal 2H (September 623M) dipimpin oleh Muhammad SAW dengan kekuatan 70 orang. Mereka berhadapan dengan pasukan Kurz bin Jabir al-Fihri. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan. Dilakukan karena pasukan Kurz bin Jabir al-Fihri menyerang Madinah dan merampok penduduk Madinah kemudian dikejar sampai ke Safawan, tetapi tidak diketemukan. Sejak itulah kaum musyrikin bertindak brutal dan semakin menjadi-jadi.

7.       Perang Dzil Usyairah. Dilakukan pada Jumadil Ula dan Jumadil Akhir 2H (November-Desember 623M) dipimpin oleh Muhammad SAW dengan kekuatan 150-200 orang. Mereka berhadapan dengan kafilah dagang Quraiys ke Syam. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan. Namun terjadi perampasan setelah mereka kembali dari Syam dan kemudian memicu perang Badar.

8.       Ekspedisi Nikhlah. Dilakukan pada Rajab 2H (Januari 624M) dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy al-Asadi dengan kekuatan 12 orang. Mereka berhadapan dengan kafilah dagang Quraiys. Ekspedisi ini tidak sampai terjadi peperangan. Tetapi pasukan muslim sempat merampas dagangan kafilah tersebut yang belakangan disalahkan oleh Muhammad SAW karena terjadi di bulan Haram.

 

Memahami Substansi Perampasan sebagai Awal Perang Badar

Kita akan memandang secara berimbang ketika memahami perampasan itu dengan pengorbanan kaum muslimin yang terpaksa mengorbankan harta benda dan bisnis. Bisnis yang telah mereka bangun bertahun-tahun terpakasa harus mereka lepas karena tindakan intimidasi berlebihan dari kafir Quraiys.

Islam sendiri menghargai hak kepemilikan yang dibangun oleh kemampuan mengelola bisnis yang sehat, produktif dan membangun. Karena itulah pondasi menuju kesejahteraan kehidupan manusia. Bisa dibayangkan bagaimana tata perekonomian yang sehat bisa terbangun ketika kondisi hijrah yang mengakibatkan peralihan penguasaan bisnis secara intimidatif itu tidak dikoreksi. Dan tetap berlaku sebagai logika sejarah. Maka akan berulang dan berulang sebagai jalan bagi terkekpresikannya bibit keserakahan dalam jiwa sebagian manusia yang sakit.

Perampasan itu sebagai antitesa dari catatan buruk sejarah hijrah pada masa itu. Perampasan ini dipandang sebagai mendudukkan neraca keadilan dengan tepat. Hijrah yang menyisakan sejarah kelam kekejaman kafir Quraiys dan diseimbangkan dengan perampasan ini kemudian tidak boleh ada lagi dan mewarnai kehidupan bisnis (muamalah) manusia di generasi berikutnya.

Cukup satu saja monumen hijrah itu. Monumen yang diawali dengan intimidasi berlebihan yang kemudian diseimbangkan dan diakhiri dengan dibalikkan posisinya, dari ketertindasan menjadi penguasaan. Dibalikkan posisinya dengan penguasaan kembali Makkah sebagai bukti otentik sejarah yang tidak mungkin terbantahkan. Setelah itu generasi berikut cukup mengambil pelajaran dengan lengkap dan menjaga aktivitas bisnisnya dengan bukti otentik itu, sebagai pesan rahasia Tuhan Sang Pemilik Rahasia Masa Depan.

Jiwa-jiwa Badar ini yang akan memahami secara mendalam tentang sejarah panjang peperangan dari mulai Badar sampai kondisi peperangan yang ada pada sekarang ini bahkan sampai peperangan yang akan mengakhiri dunia ini. Jiwa-jiwa Badar ini yang akan paling mengerti apa maksud Sang Pencipta dengan memberikan unsur perang dalam kehidupan ini. Dan mereka yang telah berhasil mengambil posisi yang tepat dari sesuatu yang berat namun harus.

 

Abu Sufyan mengetahui akan adanya gangguan dari tim ekspedisi Muhammad SAW. Kemudian mereka mendramatisir berita seperti kebiasaan praktek orang-orang yang tidak sehat, sehingga seolah-olah Muhammad telah merampas kafilah tersebut dan bahkan lebih dramatis lagi bahwa tim ekspedisi Muhammad telah melukai.

Para pemuka Makkah yang tersulut kemudian mengkonsolidasi kekuatan sampai mencapai 1300 orang. Sementara tim ekspedisi Muhammad hanya 313 orang, karena tujuan mereka hanya untuk merampas kafilah dagang. Dan sebetulnya mereka cukup memberikan gangguan sehingga kemudian kafilah dagang yang dipimpin Abu Sufyan ini pun tetap bisa selamat.

Tentu saja, sebetulnya setelah kafilah dagang mereka selamat, sebagian mereka beranggapan bahwa peperangan tidak relevan lagi. Karena mereka berangkat hanya untuk menyelamatkan kafilah dagang mereka. Sehingga kekuatan mereka susut tinggal 1000 orang.

Namun Abu Jahal tetap bersikeras untuk menghukum kaum muslim karena sudah berani menantang dan mengganggu kepentingan dagang kaum Quraiys yang sangat dihormati di jazirah Arab. Akhirnya, kedua pasukan bertemu di Badar dan perang pun tidak bisa dihindarkan. Perang Badar telah terjadi dan memainkan peran penting untuk menangkal bahaya besar bagi keberlangsungan proses perbaikan masyarakat dan bisnis yang lebih sehat, maju dan mensejahterakan kehidupan manusia.

Pesan Rahasia dibalik perintah berperang akan tetap menjadi sebuah misteri bagi semua manusia. Dan hanya orang-orang yang menginginkan kemajuan yang hakiki dan keselamatan dari perjalanan dunia ini saja yang bisa menemukan misteri itu.

Anda berada di mana dengan misteri itu?

~ by VIQEN on November 17, 2008.

4 Responses to “Pesan Rahasia Perang Badar”

  1. saya berada pada pijakan
    berusaha menjadi lebih baik
    mohon doanya sahabat

  2. Salam

    subhanalloh …..komplit ceritanya

    saya kagak bisa coment selain Krent

    Salam kenal…….

  3. emm..
    baru ngerti ada background spt ini

  4. izin mengkopi materi ini ya…syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: