MEREKAT SEJARAH

“Jangan sampai kita memutuskan hubungan antargenerasi karena dendam
masa lalu. Hal itu tidak membawa kemajuan bagi bangsa,”

Rekonsiliasi antargenerasi adalah kebutuhan bangsa ini. Berkutat dengan sejarah kesalahan dan kekurangan antar generasi saat ini sudah menjadi isu yang tidak laku lagi dan hanya membuat kepercayaan masyarakat semakin hilang. Karena kesalahan adalah warna dasar manusia. Yang akan selalu ada dibalik setiap gemilang yang ada.

Rugilah sebuah bangsa ketika dia hanya menoleh kepada sejarah buruknya saja. Dan kemudian kehabisan waktu dan energi untuk menorehkan sejarah baik. Kita bisa terjebak hanya merangkaikan gambaran muram dari setiap gemilang yang ada, untuk kemudian mengambil itu untuk sekedar menunjukkan kita lebih baik. Padahal dengan itu ia mengorbankan sesuatu yang lebih berharga.

Apa yang lebih berharga?

Kesempatan merangkaikan prestasi emas untuk melahirkan sinergi. Sehingga berkaitan kesalahan itu mari kita selesaikan secukupnya dan tutup dengan memunculkan niat baik dari semua pihak.

Dan perluas waktu, perhatian dan pikiran untuk menoleh kegemilangan yang ada, mengolah pengembangan yang mungkin, dan kemudian menoreh sejarah baru atas pondasi kegemilangan yang kita hargai dan hormati di masa lalu.

Tidak pernah ada yang sia-sia dari sejarah yang tercipta. Selain hanya sebuah ujian bagi kita untuk melatih syukur dan memupuk kemampuan mencari jalan perbaikan dan menyempurnakan. Ketika kita bisa menoleh dan mengolah dengan proporsional maka kita akan punya energi yang sangat positif untuk menoreh sejarah dengan lebih baik.

Sejarah yang lebih baik tidak tercipta sendiri. Ia harus merangkai dari sejarah yang ada. Penghargaan bisa membuat kegemilangan menjadi semakin gemilang. Dan kegemilangan itu akan cukup untuk melahirkan alasan demi mengobati luka atas kelalaiannya. Tetapi kemudian sejarah kegemilangan bergulir terus dan selalu menapaki tangga yang lebih tinggi.

Kita harus bertekad membangun jembatan antargenerasi. Apakah itu sejarah penjajahan, Orde Lama, Orde Baru dan Era Reformasi. Sehingga kita bisa mengumpulkan mutiara dari setiap generasi menjadi sebuah kalung yang merangkai kegemilangan yang semakin cantik indah menawan.

Itulah rekonsiliasi nasional pada bentuk sejarah. Di mana tiap generasi bisa menghilangkan dendam atas generasi pendahulunya. Terlepas dari berbagai kesalahan dan kelemahan para pendahulu tersebut. Kita harus menghargai bahwa mereka sudah berbuat apa yang mereka bisa. Ya, apa yang mereka bisa yang belum tentu kita juga bisa berbuat seperti itu sekarang ini. Sehingga kita tidak perlu menjadi pihak yang mengadili sejarah.

“Jangan sampai kita memutuskan hubungan antargenerasi karena dendam
masa lalu. Hal itu tidak membawa kemajuan bagi bangsa.”

Kedewasaan manusia dan kematangan suatu bangsa adalah ketika mereka menyadari bahwa hakikat manusia sebagai makhluk adalah kepastian memiliki kesalahan. Manusia adalah tempatnya salah. Dan kebiasaan baik makhluk yang memiliki kesalahan adalah segera menyadari kesalahan dan bersegera memperbaiki. Dan tradisi terbaik sekelompok makhluk yang pasti salah adalah saling memaafkan dan saling memperbaiki. Dan prestasi sebuah bangsa dari makhluk yang pasti memiliki kesalahan adalah mereka yang mampu merangkaikan segenap mutiara kebaikan dari sejarahnya dengan menutup secara elegan kekuarangan yang ada.

Bersatulah negeriku! Untuk harapan yang selalu ada.

~ by VIQEN on November 21, 2008.

8 Responses to “MEREKAT SEJARAH”

  1. Mau tidak mau, masa lalu yang buruk tetap salah satu bagian dari kita yang sekarang. Dan lagi pula, selalu ada dua sisi di setiap keping mata uang, toh fungsinya tetap sama.

    Perekatan sejarah ini penting.
    Perekatan antar generasi itu penting.
    Karena negara kita tidak hanya dimiliki oleh satu generasi saja, tapi ada beberapa generasi yang nasibnya tidak jauh berbeda…

    So..
    Ayo, saling berlekatan! đŸ˜€

  2. masa lalu???/sudah lupa tuh….
    he3x….
    salam sang pencari ketenangan

  3. pelajaran sejarah dari masa lalu adalah kita jangan sampai lagi mengulang kesalahan-kesalahan pada sejarah masa lalu

  4. demi kedamaian dan kebahagiaan…mari berlekatan….

  5. sejarah adalah fakta….
    namun saat ini sejarah bisa berubah sesuai kepentingan penguasađŸ™‚

  6. gara2 sejarah tak perlu berdarah-darah
    sejarah harus direkat dengan tekad gagah
    agar kita semua sll eksis dan sumringah
    so, jangan sekali2 melupakan sejarah

  7. @ jeung lala
    ingat! di setiap ada perlekatan, maka selalu ada ledakan dalam peradaban ini. insya Allah kita akan mengalami ledakan kebaikan itu dalam waktu dekat, ketika perlekatan itu menjadi kesadaran bersama.

    @ hidayat
    bapak minum obat penenang sih jadi lupa yah… hehehe

    @ herry
    betul, untuk itulah adanya sejarah.

    @ dona piscesika
    mari mba kita mulai…

    @ afwan auliyar
    mudah2an kita bisa memperbaikinya dan memaafkan pemimpin itu, dan afwan untuk auliyar…

    @ mikekono
    sejarah kalau isinya cuma marah
    maka bersiap dalam kesulitan yang payah
    semuanya mengalami kerusakan parah
    segala sesuatu membuat pikiran lelah

    sebaiknya kita potong sajalah
    semua kerumitan yang membuat kita terbelah
    kita bangun persaudaraan penuh berkah
    untuk sejarah yang ceria dan meriah

  8. […] Sumber : klik disini deh […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: