TUNGGUIN AZA…

 

refleksi andri| Kembali saya telusuri suasana pagi di kota ini. Saat mau masuk ke jalan raya, seperti biasa, kalau ada angkot pasti dia ngasih jalan untuk kita lewat.

Baik yah.

Memang selalu ada sisi baik dibalik sisi buruk yang ada, kalau kata jeung lala kaya mata uang. Yah tidak mungkin dipisah dan secara overall tetap selalu memberi manfaat. Jadi inget The Blings of My Life-nya jeung lala, yang tadi pagi saya baca sebelum berangkat, thx jeung…

Tapi kalau kita rada kritis sedikit sama tuh supir angkot, kenapa dengan baik hatinya selalu dia ngasih jalan kalau kita keluar dari komplek mau masuk ke jalan besar? Oh ternyata dia berharap ada penumpang keluar dari komplek ini. Sehingga mendingan ngasih jalan sampai mencoba peruntungan.

Ah sudahlah. Yang penting kebaikan sudah tertunaikan. Kemudian ada yang menikmati kebaikan itu. Biarlah kalau kebaikan itu kemudian ada manfaat pribadi. Kan kita juga bisa ngebayangin, bahwa sang supir angkot itu memang ngasih jalan untuk betul-betul berbuat baik. Dengan harapan ia dimudahkan rezekinya. Amiin.

Ternyata itu semua dugaan atau sudut pandang. Sehingga, semuanya kembali kepada kita. Apakah kita ingin memberikan suasana positif atau suasana negatif kepada suatu kejadian.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan anak saya kemarin. Ini berkaitan CD player di mobil kami yang adakalanya nggak bisa baca. Akhirnya suasana di mobil ngga bisa dikondisikan dengan backsound yang kita inginkan. Artinya, suasana betul-betul tergantung kepada produser acara stasion radio yang kita dengerin.

Sebegitunya sih…

Buat saya penting lho suasana yang dibentuk dengan backsound itu. Coba deh dengerin lagunya Harapan Itu Masih Ada dari Shouhar. Kan merubah banget suasana hati dan suasana kita saat berkendaraan. Ya kan. Bahkan kemudian muncul semangat membara untuk memperbaiki kota Bandung ini.

Sebegitunya?

Ia. Atau seperti pagi ini saya dengerin Africa-nya TOTO. Lho koq jadi jauh ke sana sih. Maaf, bukan ingin merangkaikan suasana kota Bandung dengan suasana di Africa begitu. Tapi semangat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan atau membuat prestasi hari ini, perlu di support dengan lagu-lagu dengan beat dan hentakan yang memang membuat semangat. Setidak-tidaknya buat saya.

Itu juga kali yah yang mendasari pilihan saya waktu awal 2006 harus memilih sebuah mobil. Saya lebih memilih yang manual. Mungkin ekspresi pemain drum bisa tercurahkan saat injek kupling, gas dan rem. Walaupun kalau pas lagi macet kepikiran juga yang matic.

Apalagi kalau sense modern sudah merasuki jiwa ini. Persoalan manual dan matic ini akhirnya jadi tema juga. Ini gara-gara seorang temen kemarin sms soal kendaraan yang lagi dia incer. Mereknya Koenigsegg CCR, sebuah mobil sport buatan Swedia yang dibandrol US $ 2,8 juta. Hugh…@#$%!!! Eneg juga dengernya, kenapa dulu ngga pilih matic.

Tapi kembali saya jadi inget apa yang diomongin anak saya soal CD yang kembali bisa ngebaca. Apa yang dia katakan pas ngedenger lagu kesenangannya kembali berkumandang di mobil, pas dia masukan CD ke player…

”Wah Abi bener lagi nih CD-nya”

”Iya yah”

Saya sih jawab seadanya. Soalnya ngga seneng-seneng amat sih. Bukan apa-apa, jengkelnya sudah dirasa cukup keterlaluan. Sampai-sampai saya sudah bikin proposal untuk mengganti audio mobil sama bendahara rumah tangga. Istri saya maksudnya.

”Gimana yah bi ngebetulinnya?”

”Ngga tau”

Koq masih ditanya sih. Udah tau lagi direncanain mau diganti. Jadi bikin tambah dongkol orang yang lagi merana, karena menunggu saatnya pencairan proposal. Tuh kan, akhirnya saya jawab seadanya. Jangan tersinggung yah…

Akhirnya, anak saya yang simpulkan…

”O tau… cara ngebetulinnya… tungguin aza, pasti nanti juga bener.”

Hahaha…

Pagi-pagi ini ketika saya melalui jalanan pagi di kota Bandung yang katanya banyak masalah ini, saya punya suatu jawaban untuk memperbaikinya…

“TUNGGUIN AZA…”

Ya, dengan nyumpah-nyumpahin, dengan hanya terlalu beradu ide tapi cuma saling ngejatohin dan so paling bisa selesaikan masalah, dengan terlalu berharap masalah harus selesai sekarang juga yang akhirnya tidak mau mendukung mereka yang lagi berusaha memperbaiki. Saya pikir dengan semua itu malah membuat masalah tambah runyam.

Runyamnya bisa internal dan eksternal. Secara internal hati kita jadi teracuni suasana negatif tapi tidak mampu juga berbuat apa-apa. Maupun dampaknya bagi kondisi realita di lapangan karena kita jadi ogah mendukung program orang lain yang tengah berusaha memperbaiki.

Tentu saja sambil dengan niat baik, cara yang baik, dan bersama orang-orang yang baik kita tetap memikirkan secara proporsional apa solusi bagi permasalahan kota kita ini. Tapi cara berpikir simpel seperti itu juga diperlukan untuk tidak membuat masalah tambah runyam dulu.

~ by VIQEN on November 24, 2008.

5 Responses to “TUNGGUIN AZA…”

  1. Iya, Mas…

    Itu memang pentingnya positive thinking.
    Ketika kita mencoba untuk memandang segala sesuatu dengan pikiran yang positif, insyaAllah kita tidak terjebak dalam keluh kesah, tapi malah berterimakasih pada pelajaran yang tengah diberikan olehNya.

    Positive thinking memang susah, Mas.
    Tapi worth to try and do.

    Yuk, sama-sama positive..
    Seperti si kecil yang bilang, “Tungguin aza..” yang pastinya mengucapkannya sambil tersenyum manis dan menggemaskan..🙂

    Have a great day!

  2. Tentu saja sambil dengan niat baik, cara yang baik, dan bersama orang-orang yang baik kita tetap memikirkan secara proporsional apa solusi bagi permasalahan kota kita ini. Tapi cara berpikir simpel seperti itu juga diperlukan untuk tidak membuat masalah tambah runyam dulu.

    cita2 yg mulia tuh kang, selamat berjuang…..

  3. Jangan cuma ditungguin dong.. Kan ga ada yang datang dengan sendirinya, semua pasti perlu perjuangan. Tidak perlu menunggu orang lain untuk berubah, tapi bagaimana kita bisa merubah diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Hehe..😛

  4. @ yu, kita sama2. thx jeung…

    @ alex
    selamat berjuang? lho kang alex mau kemana?
    ayo kang bareng2 berjuang bersama-sama disini, hehehe…

    @ siwi
    de siwi bener juga. dan yang pokoknya mmg bgt. tapi kita suka terburu-buru pengen hasil, seolah segalanya instan. kalo ganti presiden langsung segalanya harus baik 180 derajat. ga gitu, adakalanya kita mesti nunggu suatu proses.
    Tuhan aza menyediakan waktu untuk mencipta alam semesta. Tuhan aza meluangkan waktu sehari untuk bumi mengitari matahari. Tuhan aza membiarkan 9 bulan buat jabang bayi di dalam kandungan. jadi ada saat kita menunggu suatu proses.
    tapi secara semangat kita kerjakan yang lain dong.

  5. […] TUNGGUIN AZA… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: