BENAR BERBUAT BIJAK

 

Kematangan seseorang akan terlihat berproses dari mulai fase benar atau tahu yang benar, kemudian pada fase berbuat, dan terakhir pada fase bijak.

 

Pada tahap ”BENAR”, kita akan bertemu dengan berbagai teori. Tentang suatu hal yang serba segala sempurna. Pada tahap ini kita akan melakukan internalisasi nilai2 yang benar. Sehingga kemudian kita menyebut ini benar, ini salah, itu harus, itu tidak boleh, dst.

 

Pada tahap ”BERBUAT”, maka semua teori itu akan dipertaruhkan dengan kemampuan kita dalam mengelola alam ini. Seberapa besar kebaikan itu bisa dijalankan? Seberapa besar pengaruh kita dalam memperbaiki keadaan? Atau sederhananya bisa memberi pekerjaan kepada berapa orangkah kita? Disini pasti kita jatuh bangun untuk membuktikan setiap poin keyakinan.

 

Pada tahap ”BIJAK”, maka diposisi kita berserah diri. Artinya kita mengerti betul bagaimana membuat kesejahteraan itu berjalan ditengah manusia. Ia mengerti betul semua peran yang ada dan berbeda ditengah masyarakat ini, kemudian mencipta sinergi yang menenangkan semua pihak.

 

Mungkin masyarakat kita sebagian besar belum masuk ke tahap benar karena pendidikan yang lemah. Dan sebagiannya lagi masih di tahap benar dan kemudian disini mudah dan sering ribut, diadu domba, dst. Dan sedikit saja yang mencoba naik ke tahap berbuat. Dan mungkin belum ada yang masuk kepada tahap bijak.

 

Saya jadi ingat, Tuhan sempat sampaikan, jangan berperang lakukan dulu shalat dan tunaikan dulu zakat. Artinya, beginilah ributnya peperangan dari mereka yang belum membenahi cara hidupnya (visinya) sebagaimana Muhammad menemukan isra mi’raj (shalatnya) sebagai pembentuk sudut pandang yang tepat terhadap hidup ini. Artinya, beginilah hiruk pikuknya peperangan dari mereka yang ekonominya (zakatnya) masih amburadul.

 

Politisasi itu segala sesuatu muncul karena salah menyalurkan fitrah masyarakat ini. Seharusnya disalurkan kepada sektor riil yang produktif yang dengan logika sederhana memberikan makanan, pakaian, dst. Yang ada sekarang segenap perhatian dikerahkan ke politik. Akhirnya cari makan di politik. Dan hajat masyarakat ini adalah politik. Dan budaya besar kita adalah politik. Segala sesuatu dipolitisi. Sekedar mengingatkan saya link ke artikel…

 

https://trendibandung.wordpress.com/2008/10/20/krisis-amerika-menegur-politik-di-indonesia/

~ by VIQEN on December 9, 2008.

One Response to “BENAR BERBUAT BIJAK”

  1. […] BENAR BERBUAT BIJAK […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: