Intim dengan 8 T (1)

 

Beribicara soal intim dalam berhubungan, rasanya semua dari kita paling jago dan masing-masing sudah pada ngerti. Ya silakan saja, intim itu diterjemahkan dalam definisinya masing-masing. Bahkan dalam bayangannya masing-masing, tidak ada masalah. Jadi tentang hubungan intim ini tidak terlalu di bahas panjang lebar.

Berhubungan intim, ya rasanya itu adalah fitrah manusia yang harus disalurkan. Manusia akan mempunyai dorongan untuk berhubungan dengan lingkungan. Dan pada kadar tertentu manusia akan memiliki cara berhubungan yang special dengan pihak-pihak tertentu. Sehingga intensitas dan kualitas hubungan itu akan lebih baik dan semakin baik. Kemudian sampailah kepada kualitas hubungan intim.

Tuh kan, kalau terlalu dibahas akhirnya ngebayangin yang ngga-ngga. Mendingan kita mikirin yang iya-iya, ya ngga?

Ada 8 T yang harus kita tahu, dimana ini adalah pihak yang harus kita hubungi dengan intim. Apakah kita sudah memiliki hubungan intim dengan kedelapannya ini?

  1. Tuhan Kita
  2. Teladan Kita
  3. Tuntunan Kita
  4. Tubuh Kita
  5. Taubat Kita
  6. Teman Kita
  7. Tujuan Kita
  8. The Customer

 

Tuhan Kita

Hmm… Dia pemilik hidup ini. Waduh, kalau sampai sekarang kita ngga pernah ngerti tentang Dia, atau bahkan ngga kenal Dia, rasanya kita mau melalui hidup ini seperti apa. Kayaknya kita punya deh, sebuah pengalaman batin yang membuat Tuhan ada dalam benak kita. Jangan abaikan itu. Sebuah sapaan mesra dan lembut dari Dia.

Untuk itu mari kita berhubungan dengan Dia. Secara intim. Bagaimana Tuhan merefleksikannya melalui sebuah bentuk hubungan intim antara orang tua dan anaknya. Rasa kasih sayang itu muncul begitu saja dengan tulus dan jernih tanpa rekayasa dan hiden agenda.

Oh Tuhan, ubun-ubun ini ada dalam genggamanmu, please… jangan diapa-apain yah… iya sih Engkau memang bisa ngapain aza, bisa buat saya gimana-gimana. Tapi tolong deh… buat saya melalui hidup ini dengan santai tapi nyampe tujuan dengan tepat dan mudah. Ah, buat Engkau kan ngga ada yang sulit.

Dan Engkau juga yang bilang, bahwa semua terserah padaku… hihihi kayak lagu yah? Ya kan semua terserah gimana prasangka saya. OK OK, saya juga akan berprasangka baik. Belajar berprasangka baik deh… tapi ajarin yah… janji? Jangan ditinggalin sendirian…

 

Teladan Kita

Katanya engkau menangis ketika menjelang wafat.

Kenapa yah?

Mungkin engkau tahu, kalau kita susah ngerti apa yang dimaksud dari segala apa yang engkau perjuangkan. Maksudnya, engkau ingin berpesan bahwa perjuangan ini masih panjang. Perjuangan bukan hanya sekedar seperti yang sudah engkau lakukan. Semuanya terus berkembang seiring alam semesta yang terus mengembang.

Engkau berperang, saya ngerti betul bagaimana kehalusan akhlakmu kepada anak-anak dan kaum lemah. Bahkan saat engkau disiksa, dihinakan, diintimidasi, engkau tidak balik ”ngehajar” mereka. Bahkan sumpah serapah dan dendam kesumatpun nyaris tidak ada.

Jadi kalau engkau di sebut tukang perang? Atau engkau ngajarin kita perang? Ngga banget deh…

Yah aku ngerti. Engkau berperang hanya untuk mengambil bahasa yang diakui pada saat itu, adalah perang. Orang bisa jadi punya kekuatan kalau menang perang. Kenapa harus punya kekuatan? Ya, biar bisa merubah kepada kehidupan yang lebih baik dong.

 Tapi kemudian dengan perang yang engkau tunjukkan kepada semua orang tentang sebuah kecerdasan dalam berperang. Engkau masukkan unsur strategi atau kecerdasan dalam berperang. Engkau menangkan peperangan dengan kecerdasan bahkan menang tanpa bertempur dan tertumpahkan darah setetes pun.

Oh ya, aku jadi ngerti apa yang engkau maksud dari perang yang engkau tunjukkan. Bukan berarti engkau pengen ngajarin kita perang. Sedikit demi sedikit perang yang semula berisi dendam kesumat dan emosi, menjadi sebuah adu strategi, adu otak dan adu diplomasi.

Hasilnya, rasakan dan lihat sekarang. Udah ngga trendnya lagi berperang dan bertempur secara fisik. Sebuah negara adi daya yang kemarin ngotot nyerang sebuah negara kecil ternyata sekarang mempersalahkan keputusannya tersebut.

Waduh, tongkat estafet itu sekarang ada pada kita. Muhammad saw sudah mengisi sejarah dengan bukti yang hebat. Apakah masa ini ternyata hanya berlalu dengan kosong. Apakah di masa kita sejarah tidak menggoreskan tintanya?

I know U, Muhammad saw. Kita bukan ditugaskan menjiplak habis apa yang kau contohkan. Tapi lebih kepada melanjutkan secara cerdas sepak terjangmu saat ini untuk melanjutkan kemajuan yang sudah terjadi pada saat itu menuju kemajuan yang akan ada di masa mendatang.

Masa mendatang bukan berarti kembali ke masa lalu. Ada kemajuan alam semesta ini yang harus diikuti sebagai sunatullah. Ada garis sejarah yang harus kita lanjutkan untuk membuat Muhammad saw kemudian tersenyum. Karena kita mampu melanjutkan visi beliau saat isra mi’raj.

Berhubungan intim denganmu Muhammad saw adalah menemukan ujung garis yang sudah kau buat. Dan mengerti bagaimana melanjutkan garis tersebut untuk menjadi sebuah sejarah dunia yang utuh.

Ya Muhammad saw, engkau kekasih Allah. Apa saya masih terlihat bodoh? Ajarin saya ya, jangan tinggalkan sendirian mereka-reka jalan hidup di dunia ini.

Kan ngga mungkin kita pertaruhkan seluruh hidup kita dengan coba-coba…???

Engkau yang sudah melihat orang-orang terdahulu. Engkau yang sudah melihat ujung dari seluruh kehidupan ini. Engkau yang sudah banyak membuktikan cara memegang dan melalui hidup ini dengan terbukti berhasil.

Ayo sharing sama saya di sini. Berbagi cerita, semangat, hikmah dan ingetin terus dong. Salam dari saya yang selalu merasa ingin dekat denganmu.

(bersambung)

~ by VIQEN on December 12, 2008.

4 Responses to “Intim dengan 8 T (1)”

  1. Wuichh..pertama euyyy…
    Hmm kalau sie ingin berhubungan intim sama T yang ke 9

    Yaituuu..
    Trend dibandung xixixi

    Would u be my friend??

    *awas! Dilarang ngeres*

  2. seneng banged hehehe…

    *ngga dong!*

  3. […] Intim dengan 8 T (1) […]

  4. Wah, bagus bener isi blog ini. Aq salut sama pengelolanya. Isinya memberikan motivasi kepada kita semua untuk berubah. Berubah kearah yang lebih baik karena kita harus yakin bahwa harapan itu masih ada dan Indonesia akan kembali berjaya dengan penduduk yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

    Kunjungi blog aq ya, trus kasih komment dan saran.
    http://gerakanbangkitindonesia.wordpress.com

    Bangkitlah Negeriku, Harapan Itu Masih Ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: