Kebijaksanaan Warga Kota

Anda tinggal di sebuah kota? Sudah siapkah Anda sebagai warga kota? Dalam tulisan sebelumnya pernah dibahas, bahwa sebuah kota memiliki fungsi bagi kotanya sendiri dan kota lain (sebagai ibu kota). Sehingga warga kota yang di ibu kota ini memang harus memiliki kebijksanaan dalam memfungsikan peran kotanya.

Diperlukan kebijaksanaan dari warga kota. Mengingat permasalahan kota itu akan rumit, saling berkait, saling tarik menarik kepentingan dan terkadang menguraikannya membutuhkan kejelian memandang hakikat permasalahan.

Hari minggu kemarin sempet ikut acara reses anggota legislatif kota Bandung. Beliau sudah adakan di dua kecamatan di wilayah Bandung Timur. Yang menarik, di kecamatan satu yang mencuat adalah akan adanya demo dari supir angkot berkaitan dengan akan dioperasikannya Trans Metro Bandung (TMB). Sebuah angkotan masal yang di Jakarta dikenal dengan busway.

Sementara itu di kecamatan lainnya justru mengangkat isu kebutuhan angkutan masal yang sedemikian optimal melayani warga kota Bandung. Dan lucunya ia mengeluhkan kalau harus dilayani oleh angkutan umum yang ada saat ini.

Kasus yang serupa juga pernah diangkat tentang relokasi pasar tradisional. Pedagang pasar tentu saja sangat anti relokasi. Tapi warga sekitar pasar yang merasa tertutup dengan aktivitas pasar yang tumpah ke mana-mana, justru mendukung kebijakan relokasi ini.

Maka seorang warga kota harus hadir dengan pemahaman yang memadai tentang tata kota, tentang hakikat sebuah kota, tentang permasalahan yang integrated yang sering menjadi dilema dalam mengembangkan sebuah kota. Ketika pemerintah tidak jeli, bijak dan tegas maka sebuah kota akan semakin semaunya berkembang dan tambah semrawut.

Bila kita sebagai warga kota tidak mengup-grade pengetahuan dan wawasan kita tentang tata kota, maka secara sistematis kita pun terlibat dalam proses membuat kota kita semrawut. Mengapa demikian?

Dibutuhkan kebijaksanaan seorang warga kota. Untuk menyelesaikan permasalahan yang selalu dalam keterkaitan yang rumit ini diperlukan pikira maju, cerdas dan jujur berdiri atas kepentingan bersama. Sehingga permasalahan bisa didudukkan secara proporsional. Tidak dimanfaatkan secara politis oleh para petualang politik.

Demikian liputan berita terakhir tentang TMB:

Siapkan TMB Beroperasi, Shelter Akan Dibangun Besok

http://detikbandung.com  Mengejar target Trans Metro Bandung (TMB) dioperasikan Desember ini, Pemkot Bandung terlihat memaksakan diri. Besok, Selasa (16/12/2008), akan dibangun shelter sementara berupa tenda di 15 titik.

“Shelter akan dipasang mulai besok pagi. Saat ini kami sedang melakukan persiapan. Shelter akan dipasang di 15 titik,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Timbul Butar Butar saat dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Senin (15/12/2008).

Menurut Timbul, saat ini beberapa shelter yang dipasang hanya bersifat sementara saja. “Sekarang alat-alatnya tengah dipersiapkan. Yang sekarang dipasang hanya sementara saja,” ujar Timbul.

Saat disinggung mengenai kapan TMB beroperasi, Timbul mengaku pihaknya perlu melakukan koordinasi. “Mengenai kapan beroperasinya nanti kita akan lakukan koordinasi,” ucap Timbul singkat.

Sebelumnya, Timbul menjanjikan pengoperasian TMB akan dilakukan pada minggu kedua bulan Desember. Hal tersebut dilakukan karena Departemen Perhubungan mengancam akan menarik kembali 10 bus bantuan tersebut jika TMB tak kunjung beroperasi hingga akhir tahun 2008.

Namun kenyataannya, pada minggu kedua ini, shelter sementara pun baru dibangun. Shelter sendiri akan dibangun di pinggir jalan. Sementara jalur bus TMB berada di tengah.

Rencana pengoperasian TMB ditentang oleh awak angkutan kota. Sopir angkot jurusan Cibaduyut-Cicaheum sebelumnya melakukan aksi penolakan beroperasinya TMB dengan penempelan pamflet di seluruh armada.

Bahkan mereka pun menuntut Pemkot untuk membeli setiap unit angkot, jika TMB dipaksakan tetap beroperasi.

Pengusaha dan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bandung, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota untuk membeli angkot mereka senilai Rp 100-150 juta per unit jika Trans Metro Bandung (TMB) terus diberlakukan.

“Ini adalah lahan kami, pemerintah harus berani beri konpensasi dari direbutnya lahan pendapatan kami dengan adanya TMB,” tegas Ketua Tim Verifikasi Penolakan TMB JM Sirait, saat ditemui di pangkalan angkot Cicaheum-Cibaduyut, Jalan Soekarno Hatta, Kamis (11/12/2008).

Dirinya juga mengaku, permintaan konpensasi tersebut berasal dari 5400 armada angkot yang berada dalam 3 naungan koperasi pengusaha angkot, yaitu, Kobutri, Kobanter, dan Kopamas.

“Ini semua adalah jumlah dari angkot yang trayeknya dilalui TMB. Usaha angkot akan terancam bangkrut,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak bertemu dengan Wali Kota Bandung Dada Rosada untuk duduk bersama membicarakan rencana pengoperasian TMB. Mereka menginginkan pertemuan tersebut diadakan sebelum pengoperasian TMB yang rencananya akan dilakukan pada minggu kedua bulan Desember 2008.

“Selama ini kita belum pernah diajak bertemu untuk membicarakan masalah ini, pernah ada pertemuan tapi malah membicarakan sosialisasi TMB dan bukan berdiskusi dampak,” tutur Sekretaris Tim Verifikasi Penolakan TMB Anton Girsang, saat ditemui di tempat yang sama.

Anton pun menuturkan, jika timnya telah mengirimkan surat penolakan kepada 12 instansi terkait beroperasinya TMB, dari mulai Presiden sampai dengan Wali Kota Bandung pada hari Sabtu (6/12/2008) kemarin.

Dari penyataan yang dilayangkan tersebut terdapat 10 point sebab penolakan. Diantaranya adalah suku cadang yang mahal dan 70 persen angkot yang ada belum lunas kreditnya. Sehingga para pengusaha angkot membutuhkan usaha angkot.

“Ya kalau pemerintah mau ganti silakan saja dengan harga yang ditawarkan (Rp 100-150 juta – red), tinggal kalikan saja dengan 5.400 angkot,” tantang JM Sirait.

Tulisan terkait:

https://trendibandung.wordpress.com/2008/12/02/orang-bt-di-kota/

~ by VIQEN on December 15, 2008.

7 Responses to “Kebijaksanaan Warga Kota”

  1. wouwww…jadi kota metro nih bakal…

  2. Bandung..??

    kumaha..? damang..?

    wakakak…

  3. Memang suku cadang mahal banget..😦

  4. HHmmm Trans Metro Bandung …
    keknya sulit ya Kang …
    Tapi yang jelas apapun itu …
    Semoga apapun yang diupayakan bisa mengurangi macet di Bandung …
    Terutama Weekend …

    Atau mungkin dibikin peraturan …
    Orang jakarta yang mau ameng ke Bandung … kagak boleh bawa Mobil … mesti naik travel bis atau kereta …
    hehehe … (mustahil yak …)

  5. wah ide om nh18 menarik tuh. bisa dibikin projek wisata transportasi dari jakarta sampai ke lokasi-lokasi wisata di bandung.

    misal dari jakarta naik kereta dengan jalur dan layanan khusus wisata, langsung nyambung ke mono rail yang berhenti di beberapa lokasi wisata kota. selebihnya adalah wisata jalan kaki.

    wah kebayang ke kota bandung kaya masuk ke dufan…

  6. belum pernah ke Bandung, tp cuman tau dari cerita2nya aja…pengen kesana.. pengen tau Bandung itu sebenernya kayak apa ya??😀

  7. […] Kebijaksanaan Warga Kota […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: