Sederhana di Atas Ketulusan

Saya masih sering merasa kaget. Bahwa 16 tahun yang lalu ibu saya telah memilihkan sebuah sekolah buat saya. Sebuah pilihan yang berbeda dengan apa yang saya pilih. Pilihan seorang yang terlalu memiliki obsesi berlebihan.

Tetapi pilihan ibu ini adalah sebuah pilihan sederhana. Sebuah pilihan yang sama sekali tidak didasari atas penilaian dan pengukuran. Bukan atas proyeksi dan perhitungan kebutuhan lapangan kerja di masa depan.

Hanya sebuah pilihan sederhana yang memutuskan, bahwa saya harus memulai kuliah tahun ini. Disebuah pilihan sekolah yang sederhana dengan jurusan yang sederhana.

Namun beliau tetap memberi ruang untuk saya. Tetap memberikan kesempatan untuk mencoba peruntungan di bidang yang saya idam-idamkan. Mencoba memuaskan rasa penelusuran atas kesempatan yang mungkin ada.

Tapi pilihan sederhana di atas ketulusan itu mulai menunjukkan hasil. Setelah gagal dengan peruntungan saya. Maka mulailah ditapaki pilihan itu. Kesabaran ibu mendampingi melalui masa sulit akibat tahun pertama kuliahku dengan IPK di bawah satu. Bisa dilalui dengan sempurna.

Sampai kemudian my soul menemukan ambisinya di sana. Saya terobsesi untuk menjadi asisten dosen. Harus!!!

Dengan awal IPK di bawah satu. Dengan berkuliah lebih sering bersama adik kelas. Ingin jadi asisten dosen?

Ya tapi ini harus!!!

Dan itu mungkin.

Karena syaratnya hanya IPK minimal 2,5. Dan saya yakin, bisa mencapai angka 2,5 itu.

Terpenuhilah obsesi yang pertama sebagai tanda untuk menemukan obsesi yang lain. Obsesi-obsesi yang kelak memberikan pemahaman yang luar biasa tentang bidang ini. Bersama ibuku yang selalu mendorong dan terus memberiku semangat. Semangat untuk menemukan masa depan.

Dan masa depan itu sekarang sudah saya temukan. Dan semakin saya temukan. Datang bergantian, kekagetan demi kekagetan. Menghampiri kehidupan kita.

Menikmati kemajuan atas bidang yang telah ibu saya pilihkan buat saya pada saat itu, adalah sebuah kekagetan. Atas bukti sebuah pilihan yang didasari sebuah ketulusan.

Tuhan, dekaplah ia untuk merasakan ketenangan perlindungan-Mu. Berikanlah sisa usianya menjadi lintasan waktu yang menyenangkan demi mencicipi tester sebuah rasa surga di dunia untuk ditemukan kelak di sana. Dan mari kita berkumpul lagi di sana. Untuk menemukan kekagetan lainnya, sebuah puncak kekagetan.

Terima kasih ibu.

~ by VIQEN on December 19, 2008.

16 Responses to “Sederhana di Atas Ketulusan”

  1. ibu…selalu merasakan apa yang dirasakan anaknya…

  2. Ibu nya pasti seneng bgt deh punya anak kayak kamu……

  3. Seorang ibu memang harus selalu memotivasi anak-anaknya, bersyukurlah mempunyai ibu seperti beliau. Dan ibumu pasti bangga punya anak sepertimu.

  4. seperti ibu saya. yang mendidik dan memotivasi, bukan memvonis🙂

  5. doa dan dukungan seorang ibu benar2 luar biasa dan membangkitkan banyak motivasi serta semangat yg luar biasa, kadang2 malah menjadikan sesuatu yg tidak mungkin mnejadi bisa dilakukan,…🙂

  6. Semua bisa karena usaha……

  7. duh…nak…saya tersanjung..

    *maksud lo Yesss???*

  8. Kekagetannya dalam bentuk apa mas…?
    Saya juga kaget nih bisa menemukan trend bandung…itu juga bikin saya kaget.
    Kumaha daramang urang bandung?

  9. ibu saya selalu tau kalo hati saya sedang gundah, meski saya beratus kilometer jauhnya dari beliau

  10. Itu sebabnya surga di bawah telapak kaki ibu.. Rasulullah tiga kali mengatakan, “Ibumu…, ibumu…, ibumu…”

    Tabik…

  11. 😦😦 Jadi kangen ibu…!

  12. missi, numpang lewat doang.
    kesian dah guwe.
    malem minggu malah blogwalking…
    bukannya walking walking ajah ama temen temen :((

    http://nyurian.wordpress.com:mrgreen:

  13. taat dngn ibu emng baik, plihan ibu ada lah plihan yg baik

  14. ibu tak pernah salah memilih untuk anaknya……. terbukti kannn????

  15. Ketika “rasa” udah ikut ke sesuatu yang kita lakuin, semua bakal terasa menyenangkan. Walo kadang itu ga mudah bakal terasa ringan.

    Amin….
    +ikut mengamini do’anya+

  16. […] Sederhana di Atas Ketulusan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: