IBSN: LANGIT MEMBUMI

 

[Tetralogi Langit dan Bumi]

 

Kami sudah menduga, bahwa presentasi kali inipun akan dibantai habis oleh para mitra bisnis. Saya sampaikan kepada pak Candra partner presentasi itu.

”Kita harus tetap berada di langit.”

Banyak makhluk bumi yang akan terlalu terpenjara dengan sikap merasa nyaman berada di bumi, merasa berat menembus langit, dan berpikir ngapain harus berpikir langitan.

Ya, kita harus tetap berada di langit. Seperti pesan saya pada tulisan berjudul bumi melangit. Setidak-tidaknya menjaga agar semangat kita tetap terjaga setinggi langit. Setidak-tidaknya cita-cita kita tetap aman terjaga di langit sana. Dan akan senantiasa kita buka, rasakan kehebatannya, dan kita kejar lagi.

Ya, kami sudah menduga, bahwa presentasi kali inipun akan dibantai oleh para mitra bisnis. Seolah-olah mereka memang sudah datang dengan ketakutan tentang sebuah pengembangan bisnis. Semua resiko yang ada dihadapan mereka itu hanya sebuah kesulitan yang harus betul-betul diwaspadai.

Dan yang ada dalam benak mereka itu semua nampak nyata dalam semua pemaparan mereka. Suasana presentasi sejak awal kami coba setting untuk sangat positif. Berbagai tayangan multimedia telah kami siapkan untuk mengajak semua audiens untuk melambungkan harapan untuk sebuah cita-cita atas sebuah kemajuan yang luar biasa.

Ternyata itu hanya mengurangi sedikit saja perasaan ragu mereka. Maklum, konon sebelum mereka datang ke Bandung kedua belas mitra ini sudah berkumpul dulu untuk merumuskan sikap. Bahkan, mungkin tidak hanya satu pertemuan. Tentu saja pertemuan yang lebih intens dan terus saling menguatkan itu cukup membekas di benak mereka.

Don’t Stop Me

Don’t Stop Me

Don’t Stop Me

Hey, hey, hey!!!

Kalau saya boleh teriak (kaya Freddy Mercury), kami menawarkan sebuah bisnis yang maju dan terbukti. Kami sudah membuktikan kemajuan itu di 40 titik yang telah kami buka. Baik atas pembiayaan sendiri maupun bersama mitra.

Beberapa sessi berjalan suasana tetap negatif.

Saya mencoba membuat suasana hati saya lebih rilek. Kebetulan anak dan istri saya lagi di kantor. Kami sempatkan makan siang bersama di luar.

Ya, bercengkrama dengan anak-anak cukup membuat suasana ceria muncul kembali. Saya harap ini menjaga semangat untuk tetap kukuh dalam keyakinan jalan kemajuan yang sudah disusun.

Ketika kembali masuk ke ruangan meeting setelah shalat dan makan siang, nampak suasana semakin hangat. Sebuah proyeksi pesimis yang diperlihatkan mereka beradu dengan bukti otentik yang memberikan suasana optimis. Sayangnya itupun tidak terlalu kuat merubah kenyataan atas sudut pandang yang ada pada mereka.

Suasana night mare memandang sebuah perubahan model bisnis muncul kepermukaan menjadi berbagai pertanyaan bernuansa menolak bisnis yang kami tawarkan. Dari mulai menego aturan, menurunkan syarat-syarat, membuat proyeksi yang terlalu pesimis, dsb.

Sekali lagi kami berdua sudah menduga ujung dari presentasi ini. Hanya saja tetap ada keyakinan, kami pasti dapat sesuatu disini. Pada presentasi sebelumnya kami menghadapi aura penolakan yang lebih parah. Lebih luar biasa negatifnya.

Demikianlah semangat kita untuk melangit dan berada dalam kerja-kerja berdampak luar biasa ini harus membumi. Menemukan gap yang ada adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi. Namun penyelesaiannya harus kita buat. Karena kita harus tetap menembus langit untuk menemukan surga kita.

Sedemikian besar keinginan untuk terus berada dalam semangat positif, akan dipertemukan dengan mereka-mereka juga yang tengah menembus langit. 

*nit*

Tiba-tiba sms masuk ke henpun saya.

”qt … Insya ALLAH ud siap tempat d dana, kl g di presentasi skr, kpn? Memungkinkan bisa jam 16?”

Dengan segera saya berikan henpun saya ke pak Candra. Beruntung di awal pertemuan saya memberikan kartu nama saya satu persatu kepada mereka.

Selalu ada mutiara di tengah pasir kali.

Beruntung, Tuhan selalu menunjukkan mutiara kedepan kita. Sehingga biarlah kekecewaan itu hancur luluh dengan kilaunya mutiara ini. Dan kami selalu menutup sebuah drama pertarungan antara pesimis dan optimis ini dengan sebuah catatan manis tentang buah berprasangka baik kepada Tuhan.

Pak Candra mari kita mengenang sebuah monumen yang Tuhan berikan saat presentasi yang kita rasakan paling berat waktu itu. Dari empat orang yang hadir, kita ingat, tiga orang yang menyerang dengan sangat keras kepada kita.

Tapi apa yang terjadi, yang tidak menyerang pada saat sudah ikut program bisnis kita. Dan yang mengagetkan, satu dari tiga orang yang menyerang dengan keras kepada kita saat itu, sekarang tengah dengan semangat ikut dengan program bisnis kita.

Mari kita tetap berada di langit ini. Dan mari kita temukan kekagetan yang lain yang akan Tuhan sampaikan. Mudah-mudahan sampai kepada puncak kekagetan, yakni dengan sangat AMAZING!!! Tuhan membukakan mata kita, sebagai tanda saat pertama kita memulai kehidupan abadi di surga-Nya. Amiin.

IBSN adalah sebuah wadah insan indonesia dalam jaringan internet dengan berbagai jenis blog platform yang memiliki konsep keindahan berbagi berbagai hal bermanfaat untuk kebaikan pada sesama, dengan tujuan untuk membuat hidup ini makin bermakna. visit Indonesians’ Beautiful Sharing Network

~ by VIQEN on December 22, 2008.

8 Responses to “IBSN: LANGIT MEMBUMI”

  1. saya aga kesulitan validasi karena blog ini belum terdaftar sebagai anggota IBSN. jika berkenan menjadi anggota, silakan pasang bannernya. html code IBSN banner ada disini: http://cantigi.wordpress.com/ibsn/ makasih.. ^_^

  2. Keep the faith ya kang … pasti bisa !!

    btw, IBSN apa sih?

  3. Belum ndong ISBN. Kirain identitas buku, apa ya

  4. bibngung mau ikutan ibsn ga tau caranya😦

  5. makasih andri, sudah dukung IBSN. mudah2an kita tetap jadi manusia yg sederhana, rendah hati, terus mau berbagi hal bermanfaat untuk sesama. IBSN link exchange updated. selamat bergabung di IBSN, semoga persahabatn kita bermanfaat. selamay mengikuti 1st IBSN Blog Award. url link artikel sudah di validasi. makasih.. ^_^

  6. semangat terus…!!!

  7. […] IBSN: LANGIT MEMBUMI […]

  8. […] Atau Anda masih belum juga percaya. KLIK > KEYAKINAN-2 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: