Selamat Hari Ibu, Untuk Ibu Kota

Banyak cara dan tema merayakan hari ibu. Apalagi sekarang menjelang pemilu 2009. Hampir tidak ada sebuah hari besar pun yang terlewat untuk diperingati, terutama oleh partai dan para caleg dari partai. Minimal dengan menebar spanduk.

Lucunya, hari yang tidak terlalu besarpun, sekarang jadi tidak luput diperingati juga. Banyak peringatan yang kita tidak tahu sebelumnya, belakangan jadi ngerti. Ya, menjadi ngerti, ternyata bangsa ini memiliki banyak hal yang harus diperingati.

Sehingga amat banyak peringatan. Dan saking banyaknya peringatan sampai mereka semua harus sangat hati-hati untuk berbuat. Akhirnya tidak banyak yang bisa diperbuat.

Gitu bukan sih?

Hehehe…

Ya setidak-tidaknya itu mengguratkan gambaran bahwa bangsa ini adalah bangsa ceremony atau bangsa simbol. Dimana-mana banyak dibuat simbol untuk mengungkapkan suatu kesan. Berjuang habis-habisan hanya untuk sampai kepada kesan bahwa disitu ada perjuangan.

Masih perlu sebuah pelajaran bagi bangsa ini untuk merespon sebuah peringatan dengan lebih bermanfaat. Sedemikian respon itu sehingga kita menandai puluhan hari peringatan itu dengan sebuah karya nyata berdampak manfaat.

Sehingga peringatan yang banyak itu memberikan hasil akhir berupa kualitas hidup yang lebih baik. Jangan sampai banyak peringatan hanya jadi terlalu banyak ingatan, sampai-sampai tidak punya lagi kesempatan berbuat. Atau terlalu banyak ingatan sampai-sampai hilang ingatan, hehehe… itu sih gila.

Lho bisa jadi, karena terlalu banyak yang harus diingatkan, malah jadinya lupa semuanya. Bukankah itu hilang ingatan???

Ada satu dimensi tentang ibu ini. Yakni dimensi ibu yang disandingkan kepada kota. Menjadi ibu kota.

Pertumbuhan sebuah peradaban adalah representasi dari pertumbuhan sejumlah kota yang ada di bumi ini. Hal itu terjadi dari sejak dulu kala. Ada kota yang dihancurkan oleh Tuhan. Ada yang dimuliakan. Ada yang menjadi tonggak sejarah kehebatan manusia. Ada yang menjadi catatan sejarah kerakusan manusia atau kehebatan seorang manusia.

Lantas kemudian bagaimana dengan ibu kota. Ok, mari kita bicarakan kota Bandung. Sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat.

Dalam memperingati hari ibu ini, apakah kota Bandung sudah menjadi ibu bagi kota-kota di provinsi Jawa Barat?

Anda-anda yang tengah berada di kota Bandung, apakah sudah menjadi warga yang baik untuk memformat kota Bandung menjalankan peran sebagai ibu bagi kota-kota lain?

Apakah kota lain di provinsi Jawa Barat bisa melihat kota Bandung sebagai etalase dan showroom pertumbuhan kota yang baik dan mensejahterakan warganya?

Apakah kita warga kota Bandung, yang menjadi penghuni ibu kota bagi kota-kota di Jawa Barat sudah sedemikian dewasa dan matang lebih dewasa dan matang dari warga di kota-kota lain di Jawa Barat ini?

Apakah sebagai masyarakat kota yang seharusnya mencerminkan sebuah peradaban, kita sudah faham betul hakikat munculnya sebuah kota? Dan hakikat peran masyarakat kota? Seperti yang ditunjukkan oleh Muhammad saw ketika membangun kota Madinah. Sebuah kota modern pertama yang inspiring.

Ataukah kita terlalu apatis dengan kota ini. Sehingga kita cukup menampilkan wajah mengeluh atau cukup sampai sekadar acuh?

Sehingga dengan kelakuan dan kebodohan kita sebagai warga kota Bandung, sudah menjadikan kota Bandung menjadi kota yang tidak layak menyandang kata ibu. Sudah tidak pantas menjadi ibu kota?

Selamat Hari Ibu, untuk Ibu Kota…???

Kota Bandung. Yang hari ini tengah ”menikmati” saat-saat awal beroperasinya Trans Metro Bandung. Kedewasaan kita, warga kota Bandung yang cerdas, sangat dibutuhkan dalam berpikir dan bersikap

~ by VIQEN on December 22, 2008.

4 Responses to “Selamat Hari Ibu, Untuk Ibu Kota”

  1. Selamat hari Ibu buat Ibu di seluruh Indonesia. Tapi bukan buat Ibu kota, karena katanya Ibukota lebih kejam dri pada Ibu tiri… he…he…😀

  2. Bandung bermartabat yang dulu sempet santer sekarang kemana ya kang? Apa itu cuma bagian dari simbol ajah? Sesaat pula. Weleh2… Hayu atuh mari kita jadikan bandung kembali bermartabat.

  3. oh hari ini hari ibu tohhh..

    ^_^

  4. Ibu Kota, seperti yang termaktub di atas, adalah salah satu simbol dari sekian banyak simbol yang ada di dalam kehidupan kita sehari – hari.. Barangkali, fungsinya seperti ibu jari, yang tidaklah serta merta melahirkan ke-4 jari yang lain .. hehe.. Kalo menurut saia teh, ada kemungkinan makna dari ibu kota tersebut kira2 karena fungsinya dalam ‘melahirkan’, atau tepatnya, tempat asal, atau muara dari apa yang namanya kekuasaan.. Jadi, kira2, dari sanalah kekuasaan di-lahirkan, atau dipancarkan.. Kalo jaman dulu, mungkin peringatan ‘hari ibu’ untuk ibu kota, berupa persembahan upeti dari wilayah2 kekuasaannya sebagai representasi dari ‘anak2’ yang berbakti..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: