HOTEL?

 

Berapa kali perusahaan kami merencanakan raker tahunan diadakan disebuah hotel. Bahkan sampai berencana ke Bali segala. Tapi akhirnya hitungan orang akunting dan keputusan direksi, lakukan di ruang pertemuan kita.

Toh, yang penting hasil meeting ini menemukan pelaksanaan dilapangan yang luar biasa buat pertumbuhan perusahaan kami. Kesederhanaan dalam pelaksanaan raker dari sisi fisik, ternyata tidak menghambat ide brilian dan keyakinan teman-teman.

Bahkan saya sendiri suka merasa bangga dengan mereka. Sebuah keyakinan besar, sebuah semangat tinggi, segambreng ide gila, dan suasana kebersamaan yang luar biasa, bias mereka munculkan menjadi keyakinan menyambut rencana perjuangan tahunan.

Ya, mungkin kami juga berpikir, para manajer yang raker itu memang punya kesempatan raker di hotel mewah atau di pulau yang indah. Tapi mereka masing-masing punya staf dan bahkan ada karyawan yang masih hidup pas-pasan banget.

Rasa-rasanya kita mesti membuat rasa kesulitan mereka dalam suasana meeting kita. Sehingga rasa kesulitan itu menjadi penyemangat bagi kita memikirkan kemajuan bagi mereka. Sarananya dengan memajukan perusahaan dan memberi peluang yang lebih besar kepada mereka berkarya dan berpenghasilan.

Ketika kita bias berhemat dalam beberapa hal, mungkin penghematan itu bisa dialihkan bagi program mensejahterakan karyawan yang masih berat kehidupannya. Misalnya membantu sekolah anaknya.

Merasa kita sudah berusaha menghemat segala sesuatu demi kehidupan berbangsa ini semakin baik, maka sangat pedih rasanya ketika kita mendengar larangan dari seorang gubernur. Dimana ia melarang aparaturnya rapat di hotel.

Jadi selama ini begitu toh…

Terasa seperti ada yang menyesak dalam dada ini. Semoga kedepan menjadi lebih baik.

 

==== ====

Gubernur Jabar Larang Aparatur Daerah Rapat di Hotel

Agus Rakasiwi – detikBandung

Bandung – Mulai tahun 2009 Pemerintah Provinsi Jawa Barat melarang aparatur pemerintahan dari tingkat SKPD sampai perangkat daerah lainnya, untuk menggelar rapat di hotel-hotel. Bukan itu saja, Pemprov juga meminta aparatnya untuk membatasi kunjungan ke luar negeri dan ke luar kota.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, seusai memberikan Daftar Isian Pelaksana Anggaran 2009 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jabar, Jl Diponogoro, Bandung, Rabu (7/1/2009).

Ngapain rapat di hotel kalau bisa di gedung sendiri,” kata Heryawan.

Walaupun tidak menyampaikan berapa besar anggaran yang bisa dihemat oleh masing-masing SKPD terkait dengan pelarangan tersebut, namun dirinya optimistis pelarangan tersebut akan menghemat separuh anggaran masing-masing SKPD. “Saya yakin separuhnya bisa berkurang,” ujarnya.

“Untuk tahun ini kita harus hemat dan pemborosan harus dikurangi,” tegas Heryawan.

Disinggung mengenai sanksi jika ada aparatnya yang melanggar larangan untuk tidak melakukan rapat di hotel-hotel, Heryawan akan memberikan sanksi tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sanksi pasti ada karena ini merupakan instruksi dan bukan imbauan,” katanya.

Untuk tahun 2008 sendiri Pemprov Jabar bisa menghemat sekitar Rp 400 Miliar, ini dikarenakan adanya efisiensi dan dana yang belum terserap oleh SKPD.

~ by VIQEN on January 7, 2009.

2 Responses to “HOTEL?”

  1. nah, itu Akang HADE udh mulai menunjukn tajinya. realisasikan, kang! jangan jd wacana penghuni sudut buku harian! mari…

    salam kenal, bang..😀

  2. Memang perusahaan banyak yang melakukan efisiensi. Sebetulnya raker di hotel tak masalah,, asal hasilnya seimbang. Kalau diadakan di kantor gangguan kerjaan juga besar, anak buah atau hal-hal lain masih bisa menganggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: