TIGA BARAK

Tiga jam terjadi gencatan senjata di Palestina. Saya baca beritanya dari sebuah postingan yang menyisakan pertanyaan, apa yang bisa dilakukan? Dan kepada siapa pertanyaan ini disampaikan?

Saya komen disitu: Mas, pertanyaan itu buat saya. Yang sekarang masih tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya sekedar menulas-menulis ngga jelas dipostingan atau paling jauh ngomen sana-sini.

Isinyapun cuma amarah dan keluh kesah. Yang terus dihamburkan. Ngga ngerti itu bisa menolong atau tidak. Atau hanya sekedar ingin menarik hati sesama blogger/ netter saja. Demi menciptakan hubungan atau meningkatkan kunjungan.

Sementara disana kejadian begitu nyata. Darah yang mengalir itu betul darah beneran. Darah yang bikin merinding waktu kita lihat kecelakaan di pinggir jalan kota kita. Raga yang tercabik itu benar raga yang persis sama dengan fisik kita. Keluarga yang syuhada meregang nyawa itu tidak beda dengan keluarga kita yang biasa ada disamping kita dalam suasana rumah yang gembira.

Semuanya nyata.

Sementara respon kita hanya maya. Lebih menunjukkan ketidakberdayaan.

Dimomen hijrah yang penuh dengan suasana gegap gempita menunjukkan perebutan eksistensi. mari kita berpikir tentang,

Bagaimana eksistensi kita?

 

Merespon tiga jam gencatan senjata itu saya coba renungkan eksistensi TIGA BARAK yang mengelabat terbayangkan ketika kita berpikir masalah Palestina ini. Yakni

1. EHUD BARAK

2. BARACK OBAMA

3. HUSNI MUBARAK

Ehud Barak mengawali eksistensinya dengan lahir 12 Februari1942 ke muka bumi ini. Setelah Partai Buruh yang dipimpinnya memenangkan pemilu ia kembali kepada karir politiknya di sebuah negara Israel. Sebuah negara yang sekarang menunjukkan eksistensinya sebagai negara yang superkuat dalam menguasai opini dunia.

Negara yang menyerang Palestina dengan membabi buta. Namun membungkam negara manapun. Dan dalam tulisan ini saya pertegas lagi, seorang barak yang membungkam dua barak lainnya.

Barack Obama adalah barak yang lain yang tidak usah terlalu diperkenalkan. Lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961; jadi berumur 47 tahun. adalah seorang politisi Amerika Serikat dan pemenang Pemilu Presiden 2008. Sebagai Presiden-terpilih AS, ia akan mulai menjabat secara resmi sebagai Presiden AS ke-44 pada 20 Januari 2009. Saat ini ia adalah Senator Junior dari Illinois.

Obama adalah orang Afrika-Amerika pertama yang dicalonkan oleh sebuah partai politik besar Amerika menjadi presiden. Semua orang di berbagai belahan bumi seolah menaruh harapan yang luar biasa sama Barack yang satu ini. Latar belakangnya yang berbeda dengan presiden Amerika sebelumnya, sangat diharapkan memberi warna berbeda atas wajah Amerika sang negeri pengatur dunia ini.

Dan Pada tanggal 4 November 2008 Barack Obama sukses mengalahkan rivalnya senator John Mccain dari partai republik dan menjadi presiden amerika ke 44 dan orang kulit hitam pertama sebagai presiden Amerika serikat. Ternyata kulit hitamnya tidak menunjukkan perubahan pada wajah Amerika sedikitpun.

Seolah-olah ingin segera membuktikan itu Barak yang pertama segera melakukan tindakan penyerangan yang luar biasa. Dan tetap membungkam Barack kedua.

Husni Mubarak, sebagai barak ketiga, terlahir lebih awal dari dua barak lainnya, yakni 4 May 1928.  sudah menunjukkan eksistensinya sebagai president of Egypt sejak 14 Octkber 1981.Tidak perlu berpanjang cerita dengan barak yang ketiga. Karena bedanya barak yang ketiga ini hanya pake embel-embel ‘mu’ saja di depan baraknya.

Selebihnya, sebagai negara muslim, ternyata sulit menunjukkan keberpihakannya kepada saudaranya yang sesama muslim.

Ya, itu saja.

 

Sekali lagi, bagaimana eksistensi kita?

Apakah kita hanya akan menjadi barak keempat yang sama tidak berdayanya dengan eksistensi mereka saat ini. Atau kita menjadi barak keempat dengan eksistensi yang kita buat sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan perdamaian yang memuaskan semua pihak yang benar.

Atau kita hanya memiliki eksistensi menjadi barak yang keempat, yang maaf, sekali lagi maaf,

barak (ejaan Inggris: [bə_rɑːk]).

???

~ by VIQEN on January 8, 2009.

8 Responses to “TIGA BARAK”

  1. Tulisan yang cukup cerdik, alhasil tiga barak setali tiga uang ya?
    Eksistensi kita?
    tulisan itulah eksistensi kita, sesuai kemampuan masing-masing dalam mengekspresikannya.

  2. Saya adalah Barak Benlahmen hehe…

  3. maafkan kelemahan kami yang belum bisa menunjukkan eksistensi. salut buat anda…

  4. Barak yang ketiga ternyata belum menunjukkan taringnya ya Pak…..

  5. wow….tulisan yang sangaaattt…….

  6. Semua barak tersebut sangat mengecewakan..
    stop berharap pada manusia…

  7. Sie emang gak bisa berbuat banyak untuk saudara kita disana..

    Sie lebih cenderung ikut aksi boikot israel dan sekutunya..

    Jika semua bangsa bersatu memboikot israel dan sekutunya mereka bisa apa?

    Harus ada tindakan tegas kaya yang dilakukan Venezuella yang berani mengusir duta besar Israel dari negaranya..

    Sudah saatnya kita Menakut nakuti Amerika biar gak semena mena…

  8. Tulisan yang menyentuh eksistensi kita sebagai pribadi, sebagai warga bangsa dan dunia, terlebih lagi pada komitmet keberagamaan kita untuk masalah kemanusiaan di Palestina.

    Konflik Palestian memang multi dimensional. Konon sejak zaman pra sejarah dataran gurun timteng yang tandus dan keras telah melahirkan bangsa yang tribalism, ada aneka suku atau kabilah yang bertikai dan saling bantai.

    Berkah minyak yang menggelontor pun ternyata tak membuat mereka bisa menikmatinya dengan santai. Beragam kepentingan pun berdatangan, atas nama agama, ekonomi dan tentunya juga politik.

    Israel menjadi semacam anjing herder penjaga pos terdepan kepentingan Amerika dan Eropa. Tanpa minyak, mereka mati kutu. Tak berdaya. Negara sekitar Palestina pun merasa terancam dari luar dan dari negara tetangganya lebih memilih meningkatkan SDM-nya (Selamatkan Diri Masing-masing). Mereka memilih untuk merangkul tangan kekuasaan dan bersandar pada persenjataan Amerika, sang sutradara. Palestina dijauhi tetangga terdekatnya yang serumpun dan seagama. Ironi yang mengiris.

    Di internal Palestina pun tak kalah rumit pertikaian antar faksi yang saling silang dalam sengketa, dan kadang bentrok senjata.

    Ya… semoga sejarah baru yang damai terpahat di Palestina. Tanah harapan yang produktif melahirkan para Syuhada gagah berani.

    Kang Trend, saya merasa menjadi Barak yang ke-5. Cuma bisa “berbarak” ria dalam angan, dalam kongkow di warung kopi, bermain di alam maya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: