PERSAUDARAAN UNTUK PERDAMAIAN

 

Teringat saat proklamasi bangsa Indonesia tahun 1945 itu dikumandangkan, kaum muslim di beberapa Negara di Timur Tengah langsung menyebarluaskan informasi ini. Dan dengan aksi masanya mereka menunjukkan kepada dunia saat itu untuk mengetahui dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Kemudian serta merta mereka mendesak pemerintahnya untuk mengakui kemerdekaan itu.

Semangat persaudaraan atas dasar iman ini ternyata tidak akan terhapuskan dari sejarah bumi ini. Islam dalam semangatnya selalu membawa nuansa universal. Dan itu adalah perdamaian untuk semua, dan siapa saja.

Kalau hari ini bumi Palestina dicabik-cabik, maka suara pengecaman itu hadir dari segenap masyarakat dari wilayah mana saja. Suara itu masiv dari hamper setiap Negara yang ada. Dan akhirnya mengumpulkan manusia dari latar belakang apapun. Sekalipun itu adalah agama.

Maka mari permasalahan kemanusiaan ini kita selalu junjung tinggi. Karena dengan itulah kita sebagai manusia semakin berharga dan menemukan nilai-nilai optimal sebagai manusia. Kalaupun dengan suasana menjelang pemilu di Indonesia, maka masalah ini bisa bertendensi politik, mari kita dudukkan semuanya secara proporsional, tidak perlu emosional.

Suara penekanan dari masyarakat Indonesia yang sedemikian masiv, mulai dari jalur demo, jalur media, jalur dunia maya, jalur opini masyarakat, sikap-sikap para pemimpin dan tokohnya, pengiriman bantuan dan relawan, dsb pada akhirnya menjadi perhatian dunia global.

Betapa Indonesia, sebuah Negara yang kerap diposisikan terbelakang, ntuk urusan  begini ia terdepan. Bisa kita saksikan dari berbagai tayangan media internasional, liputannya tentang sikap masyarakat Indonesia tentang masalah Palestina ini begitu menguasai pemberitaan.

Tentu saja, kedepan masyarakat dunia menjadi berharap banyak kepada Indonesia. Supaya Negara dengan kekuatan nuansa perdamaiannya ini bisa membawa dunia kepada wajah-wajah damai penuh kesantunan dan semangat kebersamaan.

Terlalu besar pengorbanan rakyat Palestina untuk menyampaikan pesan dari Tuhan. Sebuah pesan untuk seluruh umat manusia siapapun dia, tentang sebuah perdamaian. Inilah nilai universal yang harus kita gaungkan. Juga dengan menghilangkan sekat-sekat negara.

Bila kita tidak mengambil momentum ini menjadi titik awal perdamaian dunia. Maka, tetap pengorbanan mereka tidak sia-sia. Mereka tetap memiliki eksistensi sebagai syuhada. Hanya, yang ‘kasian banget’ adalah kita:

APA EKSISTENSI KITA???

Rakyat Palestina sudah menunjukkan eksistensinya atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Sebagai syuhada atau sebagai yang berjuang untuk sebuah simbol perdamaian. Jadi apa yang perlu dikasihani dari mereka.

Dari apa yang sudah mereka alami saat ini, mereka sudah bertemu dengan takdir terbaik dari Tuhan. 800 orang itu tidak pernah mati. Sekarang mereka tengah bergembira dengan kesyuhadaannya. Bahkan mereka ingin kembali ke bumi ini dan meraih kembali kesyuhadaan itu.

Jadi, kita yang lebih perlu dikasihani. Atas tidak jelasnya eksistensi kita bila kita tidak mengambil momentum ini menjadi titik balik perjuangan perdamaian dunia. Atas pemikiran, langkah-langkah dan kerja kita. Apakah kita hanya akan memiliki eksistensi sebagai orang yang menganggap remeh masalah ini?

Berikut ini kutipan ucapan terima kasih dari warga Palestina kepada rakyat Indonesia. Ya, khusus untuk Anda. Yang telah secara luar biasa mengumandangkan isu Palestina menjadi isu global.

 

Warga Palestina Sampaikan Salam dan Terima Kasih Kepada Rakyat Indonesia

“Salam dari warga Palestina kepada rakyat, pemerintah, pers Indonesia atas dukungan yang diberikan dengan menolak terorisme zionis Israel,” kata Hidayat.

PK-Sejahtera Online: Ketua MPR RI Dr Hidayat Nur Wahid yang berangkat ke Qatar Kamis(1/1) malam, tiba kembali di tanah air, Kamis (8/1). Wakil Ketua Al-Quds International Foundation itu bersama delegasi ulama dan tokoh Islam internasional melobi sejumlah pimpinan negara Arab di sekitar Palestina guna membantu mencari solusi terbaik untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza akibat gempuran mesin perang Israel. 

Selain bertemu dengan sejumlah pimpinan negara Arab, delegasi yang dipimpin oleh Prof. DR. Yusuf Qaradhawi itu juga bertemu dengan tokoh-tokoh pejuang Palestina di Syiria. “Salam dari warga Palestina kepada rakyat, pemerintah, pers Indonesia atas dukungan yang diberikan dengan menolak terorisme zionis Israel,” kata Hidayat, Jum’at(9/1) di Gedung MPR/DPR, Jakarta. 

Kepada warga Palestina, Hidayat menyampaikan, pemerintah dan bangsa Indonesia turut mendukung apa yang dilakukan warga Palestina dalam mempertahankan negaranya dan memperjuangkan kemerdekaannya atas Israel. 

“Saya juga menyampaikan kepada mereka bahwa yang melakukan dukungan bukan hanya dari kelompok Islam saja, kelompok nasional, umat Kristiani juga melakukan penyikapan atas apa yang terjadi di Gaza, Palestina,” ujar Hidayat. 

Dalam konferensi pers itu, Hidayat yang mantan Presiden PKS melaporkan pertemuannya dengan sejumlah pimpinan negara arab. “Alhamdulillah kami bisa bertemu dengan Amir Qatar Syeikh Hamd Khalifah Ali Tsani pada hari Sabtu, Raja Arab Saudi King Abdullah (Ahad), Presiden Syria Bashar Assad(Senin), Raja Abdullah ke II Yordania (Selasa), dan Presiden Turki Abdullah Gul (Rabu). Kami juga mengirim berita kawat kepada Sekjend Liga Arab Dr Amru Musa dan Sekjen OKI Prof Ekmeluddin Ihsanoglu,” papar Hidayat. 

Pada hari ketiga, delegasi bertemu dengan pimpinan empat kelompok Palestina, Faksi Hamas, Faksi Jihad, Faksi Nasional dan Kemasyarakatan, dan Faksi Fatah. Ketika di Jordania delegasi mengunjungi korban agresi Israel di Rumah Sakit Elia..  

Kepada pimpinan negara Arab, delegasi menyampaikan harapan ummat yang juga warga dunia agar mereka membantu dan mendukung perjuangan warga Palestina dengan melakukan tekanan efektif untuk hentikan agresi Israel dan membuka pintu perbatasan di Rafah. Delegasi juga mendesakan agar segera diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi Liga Arab dan OKI. Dari seluruh negara Arab yang dikunjungi delegasi, hanya Presiden Mesir Husni Mubarak yang belum bisa menerima. Alasannya, waktu yang belum sesuai. 

Delegasi menyampaikan secara langsung dan terbuka apa yang menjadi harapan ummat Islam sebagai warga dunia kepada negara-negara Arab agar membuka perbatasan mereka agar bantuan kemanusiaan bisa disalurkan. 

Lepas Relawan

Usai shalat Jumat di Masjid Al-Azhar, Hidayat melepas empat relawan kemanusiaan yang akan berangkat ke Gaza membawa bantuan dari rakyat Indonesia. Sebelumnya Hidayat berkesempatan memberikan khutbah Jumat di masjid yang sama. Khutbah dan kegiatan hari itu juga menjadi bagian dari realisasi seruan Prof DR Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Delegasi Persatuan Ulama Islam Internasional untuk menjadikan hari Jumat ini hari kemarahan internasional atas Holocaust teroris Israel dan solidaritas bagi bangsa Palestina di Gaza. 

Nama-nama delegasi ulama dan tokoh Islam internasional, yang ikut dalam pertemuan dengan pimpinan negara Arab:

Prof DR Yusuf Al Qaradhawi

(Ketua Delegasi dan Ketua Forum Ulama Islam Internasional)

Jenderal Purn Abd Rahman Siwar Adz Dzahab

(Mantan Presiden Sudan)

Prof DR Abdullah Umar Nashif

(Mantan Wakil Ketua MPR Saudi Arabia dan Sekjend Liga Muslim Dunia)

Prof DR Nashii Farid Washil

(Mantan Mufti Mesir)

DR M Hidayat Nur Wahid, MA

(Wakil Ketua Al Quds International Foundation, Ketua MPR-RI)

DR Ishom Al Bashir

(Mantan Menteri Agama dan Wakaf Sudan)

DR Ishaq Farhan

(Mantan Menteri Pendidikan dan Agama Yordania)

DR Khalid Al Madzkur

(Ketua Penerapan Syariah di Kuwait)

DR Abdur Rahman Al Mahmud

(Wakil Menteri Urusan Hukum dan Agama di Kuwait)

DR Salman Al Audah

(Ulama Terkemuka di Saudi Arabia)

DR Ahmad Ar Raisuni

(Ahli Fiqih dari Maroko)

Prof DR Al Qurroh Daaghi

(Ahli Ekonomi Islam dari Qatar University)

Prof DR Abdul Wahab Ad Dailami

(Wakil Rektor Universitas Al Iman Yaman

 

~ by VIQEN on January 11, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: