Awal Sebuah Eksistensi

Sebenarnya ini masih cerita tentang reuni, menyambung lagi dari tulisan jeung lala tentang ini. Ditambah dengan pengalaman mas iwal yang mencari temen-temen lama di fesbuk.

Ya, termasuk pengalaman saya juga ketika ngebongkar-bongkar isi fesbuk. Ditambah lagi di kantor lagi ngumpul para manager area dari beberapa daerah, dan mereka bertemu teman kerja lamanya. Jadi suasana ini kebentuk banget.

Tapi, lagi-lagi saya ingin menggaris bawahi soal reuni ini untuk sebuah kata,

EKSISTENSI.

Sebegitu pentingya?

Banget!

Dan itu kerasa banget ketika kita ketemu sama temen-temen lama kita. Bagaimana temen kita sekarang itu bisa memacu perbaikan diri kita untuk memperbaiki eksistensi kita di masa yang akan datang.

 

Sandi Permadi, namanya.

Nama ini dulu saya ingat secara istimewa. Dan sekarang saya ingat lagi hal itu. Thx, San. Ketulusan (atau kekonyolan???) kamu waktu itu membuat saya bisa berarti saat ini.

Bayangkan, di atas kepala saya mulai ada gambar awan dan kemudian memutar cerita masa lalu, ketika saya SMP.

Oiya, berarti ada dua temen saya yang akan diceritakan di sini. Yang satu Sandi Permadi yang satu lagu Andi Prihandi. Saya baru nyadar, koq nama mereka nyerempet-nyerempet kaya sama begitu yah. Dan keduanya mempengaruhi kehidupan saya ini. Amazing…

Sebagai anak baru, seneng dong ada orang yang bisa saya kenal ditengahbanyak orang baru. Ternyata Andi Prihandi yang saya kenal itu mendorong saya untuk jadi ketua murid. Secara saya yang ngga biasa bergaul dan ngga bisa ngobrol rame, males dong dapet jabatan itu.

Tapi dia begitu ngotot mendukung saya. Inilah ketulusan dia. Sekali lagi mungkin kekonyolan dia juga yah maen dorong saya jadi ketua murid.

Celakanya para ketua murid waktu dikumpulkan untuk memilih pimpinan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Ini sih miniaturnya MPR. Salam buat pak Hidayat Nrurwahid, saya pernah seprofesi bapak di usia dini, hehehe…

Celakanya lagi, dalam pemilihan, diantara semua ketua murid yang dikumpulkan, dari anak kelas satu, sayalah satu-satunya yang dapat suara dan hanya dapat suara satu-satunya. Gara-gara kejadian konyol itu, saya menjadi wakil ketua MPK.

Saya tahu kemudian, temen saya Sandi Permadi ini yang menuliskan nama saya.

Mulai deh dipaksa mesti belajar berbicara, mengatur, mengkoordinir, ’berpolitik’ hehehe… segala pernak-perniknya deh.

Dan kemudian meniti karir sebagai politisi sekolahan, hahaha…

Sampai kemudian setelah kelas dua terpilih jadi ketua MPK.

Dari sejak itu mulai keranjingan berorganisasi dan manajemen. Dan hari ini saya cukup menikmati apa-apa yang sudah saya dapat dari itu. Dari kekonyolan dua sahabat saya ini.

Gimana ngga konyol, saya dijorokin. Dari mulai jadi ketua murid kemudian jadi ketua MPK.

Sandi, Andi, saya tahu kamu tulus waktu itu mendorong-dorong saya. Jadi terhatur terima kasih banget kalian berdua telah menghilangkan batas keraguan untuk menjadi orang hebat dalam diri saya saat itu. Dijorokin kemudian mendapatkan jalan untuk sebuah eksistensi.

 

Waktu saya sampaikan cerita di atas, temen kantor cerita ketemu temennya yang jadi presenter di SCTV. Miripnya adalah temennya ini dulu orang yang biang ledekan banget dikelasnya. Dan atas kekonyolan temen-temennya sekelas dia dijorokin juga jadi ketua murid.

Habis-habisan deh si biang ledekan ini belajar memimpin kelas. Kebayang dong sebelumnya saja, setiap hari sudah jadi bulan-bulanan. Sekarang jadi ketua murid. Keknya sudah bukan bulan-bulanan lagi, bisa minggu-mingguan atau bisa sampai detik-detikan… halah, ngga penting gini.

Tapi temen saya menduga, gara-gara dijorokin dan terus belajar cepatlah si biang ledekan ini sekarang enjoy menikmati kerjaannya sebagai presenter. Dijorokin rame-rame kemudian belajar cepat dan menikmati sebuah eksistensi.

 

Ada satu lagi orang yang dijorokin. Waktu itu, dikantor cabang kita kehilangan seorang manajer area. Tinggal si versatile ini yang sehari-harinya ngurusin gudang, pengiriman barang, dan termasuk bersih-bersih toko.

Yah, saya kalau ngebayangin dia jadi ngebayangin Ruth Sahanaya deh. Penyanyi berbadan mungil dengan suara yang berkarakter banget. Lho koq…???

Ia, inget lagunya ”kaulah segalanya”. Iya segala dikerjaan. hahaha…

Akhirnya dia ditunjuk jadi manajer area menggantikan manajer area sebelumnya yang hengkang. Belajar cepet dong dia. Tapi karena sebelumya sudah ”kaulah segalanya” ya, sekarang tinggal ditambah segalanya lagi aza, iya khan… dijorokin juga dong.

Dan ternyata, ketika butuh manajer area untuk tempat yang lebih jauh dan lebih menantang, ternyata direksi lebih memercayakan kepada si versatile ini. Padahal ada orang-orang yang memulai karir sebagai manajer area lebih dahulu.

Sekarang dia lagi di sini. Kemudian ketemu sama temen lamanya. Temen yang dulu masih sejajaran pekerjaannya. Tapi sekarang ia sudah dalam eksistensi yang jauh berbeda dan membanggakan.

 

Awal sebuah eksistensi. Adalah dijorokin.

Dalam beberapa kali pelatihan saya selalu putarkan potongan film pinguin yang dijorokin. Dipinggir jurang es yang dibawahnya air laut, berjejer ratusan pinguin yang takut melihat jurang yang di bawahnya air laut. Tiba-tiba si tokoh utama dari belekang ada yang ngejorokin dan nyemplung ke jurang ini.

Breesssshhhhh….. blqbk blqbk blqbk…

Ternyata dia bisa muncul lagi ke permukaan laut tanpa luka sedikitpun. Padahal di atas ratusan pinguin tampak khawatir dan menduga yang ngga ngga.

Setelah itu, semua pinguin terjun ke laut dan menemukan kehebatan dan kesenangan kehidupan laut yang luar biasa.

Ayo, siapa yang mau jorokin saya lagi???

~ by VIQEN on January 14, 2009.

9 Responses to “Awal Sebuah Eksistensi”

  1. Reunian? Wah, obat kangen setelah sekian lama gak ketemu. Salam kenal. Kunjungan perdana saya.

  2. Kadang kita memang perlu dorongan, namun dorongan ini jika tanpa diimbangi kompetensi yang sesuai dari yang bersangkutan bisa berbahaya…karena bukan mendapat pengalaman, tapi mendapat risiko, terutama jika jabatan tsb ada kaitan dengan pengelolaan uang.

  3. lucu yah..?
    terkadang ketidak sengajaan itu yang menetukan masa depan kita nanti…
    jadi inget bagaimana saya harus terjerumus dalam rohis SMA… maksih sobat dah menceburkan saya ke dalam kebaikan..

  4. maksudnya terjerumus ke rohis tu apa? kamunya yang tidak bisa bagi waktu atau gimana?

  5. Saya juga pernah mengalami hal itu, tetapi ini malah sebaliknya. Ketika masih sekolah dulu saya menjabat sebagai ketua kelas dan Pemimpin Upacara di sekolah…

    Yang tadinya saya ngotot banget untuk mendorong teman saya, eh…nggak taunya malah saya yang kepilih.

    Walah! saya bingung banget, nggak tau musti harus bagaimana, soalnya saya tuh pelit banget ngeluarin kata-kata(Kalau nggak ada perlunya nggak bicara).

    Tetapi dari semua itu banyak hal yang dapat menjadikan kita seorang pemimpin. Dan mengajarkan kita untuk selalu bersikap bijaksana dalam mengahadapi persoalan yang terjadi, walaupun masih sebatas persoalan di kelas.

    Tetapi itu semua bisa menjadi langkah awal agar kita selalu bersikap bijaksana dalam menjalani kehidupan.

    Salam

  6. he he he…
    saya juga mau dijorokin ke lautan duit🙂

  7. Bener banget..!! Sahabat yang baik akan selalu “menceburkan” kita ke jurang kebaikan pula😛

  8. ikutan 2nd IBSN Award yuk.. pendaftaran artikel bulan ini di tutup tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59 wib, kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

    salam silaturrahmi, ^_^

  9. hhe,,sahabat yg baik adalah sesuatu yg berharga!!

    ikutan 2nd IBSN Award.. bulan ini pendaftaran teakhir tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59wib kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: