Teguran Keras Tragedi Gaza

Berulang-ulang saya sampaikan soal pesan dahsyat dari teguran keras Tuhan dengan tragedi gaza ini. Disetiap kesempatan pelatihan di kantor. Pada acara-acara pengajian. Di SMS tausyiah. Pada diskusi-diskusi dan obrolan-obrolan informal lainnya. Termasuk ketika saya memulai rapat manajemen bersama direksi.

Betul lho bapak ibu sekalian, ini adalah momentum luar biasa yang tidak boleh berlalu dengan begitu saja. Sungguh suatu aksi dan pengorbanan yang luar biasa yang harus membuat kita juga menjadi luar biasa.

Apalagi tragedi Gaza di setting dengan berbagai situasi dan kondisi yang luar biasa pula. Waktunya berada pada perubahan tanda tahun dari tiga perhitungan tahun secara nyaris bersamaan. Kondisinya berada pada keadaan krisis yang cukup menghantui dan membuat keadaan menjadi luar biasa.

 

Ada dimensi yang belum sepenuhnya kita mengerti.

 

Untuk memasuki dimensi yang dimaksud, dimulai dari keyakinan bahwa:

Tuhan tidak mungkin salah perhitungan dan

Tuhan itu tidak mungkin berniat merusak.

 

Dari keyakinan ini akan memberikan kesimpulan bahwa:

tragedi gaza ini adalah kehendak-Nya dan

bermaksud baik.

 

Maka dimensi apa yang harus kita fahami sehingga kita dapat mengerti maksud baik Tuhan pada tragedi Gaza ini.

Dari sekian banyak analisis tentang penyebab konflik Gaza ini, salah satunya adalah akibat adanya penjajahan bangsa Israel kepada bangsa Palestina. Dimana ada sebuah negara dengan peralatan perang yang luar biasa, berhadapan dengan sebuah negara yang lemah dan tidak berdaya akibat intimidasi.

Dari analisis ini kita mendudukkan bangsa Israel atau kaum Yahudi sebagai pihak yang berlebihan berbuat kerusakan terhadap bangsa Palestina.

Tapi mari kita perhatikan point tentang kaum yahudi ini.

Dengan kerusakan dan penindasan yang sudah hadir sebagai sebuah kenyataan, maka kita bisa melihat kenyataan lain tentang kaum Yahudi ini. Mereka tercipta sebagai manusia yang super cerdas. Lihat saja hasil karya mereka untuk dunia ini.

Tapi kelebihan mereka tercipta bersama suatu kelemahan. Dan itu ngga usah diceritakan panjang lebar di sini.

Sekarang tinggal kita merenungkan apa maksud Tuhan?

Sekali lagi, bukan Tuhan salah perhitungan menciptakan kaum Yahudi yang berbuat baik luar biasa dan juga merusak dengan luar biasa pula. Dengan tragedi Gaza kali ini dan tragedi kebaikan dan pembangkangan Yahudi di sepanjang sejarah manusia.

 

Ada ciptaan Tuhan yang tercipta langsung jadi, kerbau, kuda, dsb. Sementara itu , ada yang tercipta dengan proses pembentukan yang panjang, manusia. Asalnya seperti hewan ternak, tapi diujung penciptaan bisa lebih mulia atau lebih hancur dari hewan ternak.

Kemudian Tuhan menciptakan setidaknya manusia dengan 2 jenis modal. Yakni, modal kepintaran dan satu lagi modal ketaatan.

Nah, kemudian Tuhan mengambil pilihan proses penciptaan yang interaktif dengan makhluk yang sedang dalam proses penciptaannya ini. Maka si makhluk bisa memilih arah hidupnya sendiri.

Dimana,

yang modalnya ketaatan, apakah bisa menjadi taat dan pintar?

yang modalnya kepintaran, apakah bisa menjadi pintar dan taat?

 

Jadi ngga usah pusing dengan orang Yahudi yang bertingkah sedemikian. Dan juga ngga usah pusing dengan orang Palestina yang bersikap sedemikian. Mereka sudah memilih jati dirinya masing-masing. Dan mereka sudah memiliki nilai masing-masing dalam mengisi sejarah hidup ini.

 

Tinggal kita berpikir untuk diri kita sendiri, untuk diri kita sendiri, mau menjadi apa dalam kehidupan ini?

 

Apakah kita jadi orang taat yang pintar?

Atau jadi orang pembangkang yang bodoh?

Atau hanya jadi sekedar komentator?

 

Yang taat dan pintar, insya Allah, pasti ke surga.

Yang pembangkang dan bodoh, ke neraka.

Yang pembangkang dan pintar, ke neraka (?) kayaknya.

Yang taat dan bodoh, ke surga (?) kayaknya.

 

Selanjutnya, mari kita buat kepastian masa depan kita. Jangan anggap enteng masalah eksistensi kita di masa depan. Dengan menetapkan eksistensi yang ingin kita raih. Dan kemudian kita perjuangkan untuk meraihnya.

Ingat! Tragedi Gaza adalah kehendak Tuhan untuk kebaikan.

Apakah dengan momentum ini kita menjadi lebih baik?

~ by VIQEN on January 30, 2009.

12 Responses to “Teguran Keras Tragedi Gaza”

  1. baik buruknya sebuah tragedi tetaplah tragedi ya kang..
    dalam hal ini dunia spontan menyaksikan pemusnahan umat manusia di Gaza yang di lakukan Yahudi dengan dalih keberadaan teroris (Hammas) yang mengancam.Dengan adanya momentum ini semoga membuat kita sadar segala kebaikan & keburukan yang terjadi,kita kembalikan kepada Sang Khaliq Allah SWT raja manusia karena hanya dzat Nya yang paling mutlak di alam semesta.

    -salam kenalku-

  2. Masya Allah….
    Bahasannya berat sekali….

  3. Assalamualaikum.Kita memikirkan diri kita sendiri.Bisa dikatain egois nggak yaw?Binun:(

  4. Dan ALLAH tidak pernah ingkar janji …

  5. @riez1929
    betul, nilai kemanusiaan kita tercabik dengan ini. dengan rasa yang membuncah inilah kemudian kita harus meningkatkan kepekaan rasa kita kepada Tuhan.
    apa maksud Tuhan dengan ini?

  6. @Nin
    astaghfirullah…
    maaf, khawatir kalau ada yang salah.
    kalau ada yang salah, di komen aza bu.

    @Elistadyon
    kalau kita sungguh2 memperhatikan diri kita, maka kita akan memikirkan orang lain dengan sungguh2.

    @Rindu
    karena Allah akan menyesuaikan dengan prasangka hamba-Nya.

  7. Untuk dimensi diatas insyaallah sudah paham, namun penjabaran dan penjelasannya, masyaallah baru terpuaskan rasanya… Perlu direnungkan yang ini:

    Tinggal kita berpikir untuk diri kita sendiri, untuk diri kita sendiri, mau menjadi apa dalam kehidupan ini?
    Apakah kita jadi orang taat yang pintar?
    Atau jadi orang pembangkang yang bodoh?
    Atau hanya jadi sekedar komentator?

    Yang taat dan pintar, insya Allah, pasti ke surga.
    Yang pembangkang dan bodoh, ke neraka.
    Yang pembangkang dan pintar, ke neraka (?) kayaknya.
    Yang taat dan bodoh, ke surga (?) kayaknya.

  8. Nice Post

  9. SAtu lagi yang agak bikin bingung.. Setelah pengangkatan Obama, terdengar bahwa para pasukan Israel dengan kemauan sendiri perlahan2 menarik pasukannya dari jalur Gaza. Selang berapa waktu kemudian, terlihat kelompok pejuang HAMAs pawai dijalanan denga lantang meneriakkan dengan bangganya bahwa para pasukan sebenarnya Israel telah kalah, kamilah(hamas) yang menang!!!… Rasanya ko’ berlebihan yaa, terlintas dalam pikiran apa perlu hamas melakukan dan meneriakkan yell itu??…. Khawatirnya dapat memancing emosi pihak penyerang sehingga balik menyerang??? (begitu yang terlintas dibenak saya) apa tidak ada cara yg lebih aman dan tidak memicu pertikaian baru?… Mengapa tidak berkumpul saja di mesjid, melakukan sujud syukur, berdoa atau semacamnya?… Dan diberitakan bahwa pasukan Israel kembali menyerang!!… Salah siapa?… sepertinya betul kata pepata mulutmu harimaumu…..

  10. saya lebih salut dengan pemimpin Turki yang berani bicara di Forum masalah Agresi Zionis, yang lain cuman bisa mengutuk dibelakang tapi ini semua dunia tahu dan berhadapan langsung…

  11. Tak ada yg sia2 dari yang Tuhan lakukan
    Ini adalah hikmah agar kita bisa menentukan sikap

    Siapakah diri kita?

  12. semoga kita tetap untuk selalu bersyukur…🙂

    salam hangat..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: