Sukses yang GWE BANGEDH

•March 10, 2009 • 1 Comment

Mengawali interaksi dengan sebuah perusahaan multinasional yang pabriknya ada di beberapa Negara, maka saya mulai dengan sebuah tema, sukses itu gue bangedh. Bukan apa-apa, aroma sukses memang selalu terasa dari sebuah perusahaan yang diakui keberhasilannya, bukan begitu?

Jadi kita harus menset-up diri kita menjadi pribadi yang sukses pula. Biar daya serapnya tinggi, ya  ngga?

Apa yang terbayang ketika berbicara tentang sukses?

Kerumitan dan segala hal yang berat dijalankan untuk meraihnya. Bukan begitu? Ya, maka bertebaranlah buku-buku tentang sukses seolah berlomba ingin menjelaskan bagaimana sukses ini adanya. Semua muncul dan merasa paling mengerti arti sebuah sukses.

Tak cukup dengan itu, untuk semakin meyakinkan definisi mereka masing-masing bermunculan pulalah VCD, siaran TV/radio, bahkan sampai kepada in-house training. Wajar kalau kemudian kita merasa sukses itu koq rumit banget yah…

Iya, karena kita menyandarkan definisi kepada orang lain. Kepada figur-figur sukses. Kepada banyak orang sukses yang ada saat ini. Sehingga lupa, bahwa diri kita juga punya pengalaman sukses.

Betul!

ANDA PUNYA PENGALAMAN MENJADI ORANG SUKSES!

Anda telah memulai kesuksesan itu dengan menyisihkan persaingan membuahi indung telur dari 250.000 sel sperma lainnya. Bayangkan dalam lomba sebesar itulah Anda menjadi pemenang. Sementara 250.000 saingan Anda saat itu mati berguguran ditelan alam semesta. Hanya Andalah yang tetap hidup. Hanya Anda!

Bagaimana mungkin Anda tidak disebut orang sukses?

Kesuksesan yang kedua adalah proses menjadi manusia dengan bentuk yang normal telah sukses Anda raih. Tidak sedikit masa-masa kritis menjadi sewujud manusia itu mengalami kegagalan atau setidaknya kecacatan. Maka terlahirnya Anda menjadi manusia normal adalah kesuksesan Anda berikutnya.

Bagaimana mungkin Anda tidak disebut orang sukses?

Selanjutnya Anda sukses mengalami proses belajar untuk hidup sampai memiliki keahlian. Lihatlah, kesulitan dan beban hidup yang memberikan persaingan. Secara alami persaingan itu memilih siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak atas hak belajar ini. Berapa banyak orang yang tidak bisa sekolah atau tidak bisa sekolah dengan baik. Maka  ketika saat ini Anda memiliki banyak keahlian untuk bertahan hidup adalah kesuksesan yang lain lagi.

Bagaimana mungkin Anda tidak disebut orang sukses?

Hari ini, Anda bangun pagi, terus mandi dan berangkat kerja menuju tempat kerja. Sementara ada teman kita atau banyak orang lain di belahan bumi ini bangun pagi, terus merasa gelisah, harus bekerja apa untuk meraih sesuap nasi hari ini. Sementara kepada Anda telah dibentangkan kesempatan untuk berkarya dan menjadi luar biasa. Sombong! kalau Anda tidak menyebut ini sebagai kesuksesan yang diberikan Allah kepada kita.

Bagaimana mungkin Anda tidak disebut orang sukses?

 

Kesuksesan itu sudah menjadi bagian sejarah diri Anda sendiri. Definisi sukses itu sudah Anda miliki. Cara menjadi orang sukses itu sudah Anda ketahui.

Dan Anda bukan disuruh mencari kesuksesan. Anda hanya disuruh menyingkap penutup kesuksesan Anda itu. Anda hanya perlu menghilangkan selaput yang menutupi jalan sukses itu. Anda hanya perlu memulai melangkah, terus melangkah dan melangkah lagi. Teruslah melangkah lebih cepat lebih percaya diri.

Itu saja.

Ya itu saja.

Buatlah sukses dengan cara yang sudah Anda ketahui, fokus untuk medan yang ada di hadapan Anda. Keyakinan Anda yang mendorong itu datang menghampiri Anda. Bukan keahlian dan lingkungan sekitar. Keahlian boleh tidak banyak dan lingkungan boleh tidak mendukung. Tapi keyakinan yang besar akan meledakkan Anda melambung menemui setiap anak tangga kesuksesan itu.

Rasakanlah kesuksesan itu.

Cobalah pejamkan mata.

Mari sejenak pejamkan mata kita. Dan rasakan betul angin segar kesuksesan itu mendesir mengalir dalam jiwa kita. Merasuk ke dalam sukma kita dan menjalar keseluruh anggota tubuh sehingga menjadi energi yang membakar setiap tonggak kesuksesan yang akan ada di hadapan.

Rasakanlah kesuksesan dengan cita rasa Anda sendiri.

Rasakanlah kesuksesan yang GWE BANGEDH!

Selamat! ANDA SUDAH KEMBALI MENJADI ORANG SUKSES HARI INI.

MEMPERTEMUKAN INVESTOR PEMBERANI DAN PEJUANG INVESTASI

•February 21, 2009 • 9 Comments

 

Hanya tiga alasan saya menyimpan investasi di sini. Yang pertama adalah profit, yang kedua profit, dan yang ketiga profit. Saya tidak cinta Indonesia.

Saya benar-benar kaget mendengarnya. Berani betul yah bule ini ngomong begitu. Tapi saya segera sadar bahwa deal seperti itulah yang membuat lebih dari lima ribu orang bisa mengais rezeki di perusahaan ini.

Mereka bawa uang dan mendapatkan hasil dari kerja uangnya. Dan negara kita yang konon kaya raya ini terselesaikan satu masalahnya. Yakni pengangguran.

Dan apa ada yang salah kalau mereka tidak cinta Indonesia. Memang kewarganegaraannya Inggris koq. Sangat tepat kalau dia lebih mencintai negara Inggris dari pada negara Indonesia.

Yang salah adalah, kita mencintai negeri kita sendiri atau tidak?

Atau pertanyaan yang membuat saya miris, apakah ada yang mencintai Indonesia ini atau tidak?

Kalau sekarang kita lihat betapa carut marutnya negeri ini, rasanya terjawablah kedua pertanyaan itu.

Beberapa pagi yang lalu saya sempat dengar Bapak Faisal Basri menunjukkan data bahwa sebagian industri yang memberikan lapangan kerja di Indonesia hidup dari modal jangka pendek dari luar. Hal itu biasa disebut ’hot money’. Dan modal asing yang jangka menengah dan panjang jumlahnya lebih sedikit.

Wajar kalau kemudian dunia kerja kita sangat tergantung kepada mau atau tidaknya investasi masuk. Atau menarik atau tidaknya investasi itu masuk. Padahal untuk mensejahterakan dunia kerja diperlukan investasi ang sangat jangka panjang. Seumur dunia ini tetap berputar. Baru pada investasi jenis inilah kesejahteraan pekerja bisa dibicarakan.

 

Apakah bangsa ini cukup miskin untuk sekedar membiayai sektor riil-nya?

Apakah anak-anak bangsa ini terlalu ideot untuk menjalankan amanah investasi?

Untuk menjawab yang pertama cukup kita perhatikan bagaimana kemewahan hadir di negeri ini. Dari jenis kendaraan yang kemewahannya bisa mengalahkan negara termakmur di dunia ini. Alat komunikasi yang fiturnya jauh melebihi produktifitas pemakainya. Kenyamanan hidup yang berlebihan melayani istirahatnya orang-orang yang belum terlalu berat beban kerjanya.

Padahal bangsa Korea memasyarakatkan akunting dan finance ketika krisis melanda dunia ini. Sehingga ada gerakan nasional yang mengumpulkan potensi dana sekecil apapun untuk permodalan industri dalam negerinya. Hingga tumbuhlah industrinya dan selesailah masalah negaranya dan rakyatnya.

Untuk menjawab yang kedua saya membaca sebuah tulisan tentang sekumpulan anak muda yang merencanakan monorail buat solusi transportasi Jakarta. Dengan keberanian dan kreativitasnya mereka kemudian bisa menyusun rencana yang murah namun fantastis.

Semua elemen sudah siap tinggal pengesahan dari pemerintah daerah. Namun entah apa yang terjadi hal itu tidak terlaksana sampai sekarang. Padahal proyek ini mengerakkan potensi industri dalam negeri. Yang membuka keran kemandirian bangsa ini.

Akhirnya tim ini harus melunturkan semangat pengabdiannya kepada negeri ini. Dan memberikan penemuan ini untuk sebuah negara di timur tengah. Semula memang negara ini telah siap mendanai proyek monumental untuk permasalahan transportasi negeri ini.

 

Anak-anak negeri ini yang muda dengan semangatnya dan yang berusia dengan pengalamannya, semua sudah punya kapasitas besar yang terbukti bermanfaat bagi dunia ini. Para investor dan seluruh rakyatnya yang juga bisa berkumpul dan berinvestasi, adalah potensi besar untuk menggulirkan gerak industri dan ekonomi negeri ini. Yang kemudian mengumpulkan seluruh bangsa ini dalam kesejahteraan.

Ya, kita harus pertemukan investor pemberani yang dengan tujuan mulia menafkahkan investasinya untuk kemajuan bangsa ini. Dia tidak takut rugi dan sangat yakin akan tumbuhnya investasi karena niat baiknya itu.

Dan kita pertemukan mereka dengan para pekerja yang semangatnya luar biasa. Siap bekerja dengan totalitas untuk membuat investasi itu berkah dan memberikan hasil berlipat. Selanjutnya membuat industri itu menjadi kuat.

Tapi kenapa itu tidak terjadi???

KPU Bandung Dekati Pemilih Pemula Lewat Facebook

•February 18, 2009 • 5 Comments

Andrian Fauzi – detikinet

Bandung – Tak ingin ketinggalan dengan caleg-caleg yang getol main Facebook, KPU sebagai penyelenggaran pemilu juga memanfaatkan situs jejaring sosial ini sebagai media sosialisasi pemilu. Sasaran mereka adalah pemilih pemula dan perempuan urban yang sudah melek internet.

Demikian dituturkan Evie Ariadne Shinta Dewi, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Manajemen Informasi dan Hubungan partisipasi Masyarakat KPU Kota Bandung saat ditemui detikINET di ruang kerjanya di Jalan Soekarno Hatta, Rabu (18/2/2009).

“Kita manfaatkan Facebook untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya bagi pemilih pemula dan perempuan urban. Karena berdasarkan survey dan penelitian, pemilih pemula lebih suka dengan cyber media. Anak muda lebih suka mencari informasi pada website,” tuturnya.

Menurut Evie, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi komunikasi politik untuk mengurangi jumlah golput dalam pemilu nanti. KPU Kota Bandung membidik pemilih pemula dan perempuan karena jumlahnya signifikan.

“Perempuan sekarang, perempuan gaul yang akrab dengan facebook dan segala macam. Jadi akan mudah melakukan sosialisasi melalui cyber media,” tukas wanita yang tengah menyelesaikan tugas disertasi di dua universitas sekaligus yakni Unpad dan Post Graduate University Utara Malaysia ini.

Evie juga menyarankan kepada masyarakat yang ingin mengetahui tentang pemilu dan KPU Kota Bandung untuk membuka situs resmi KPU Kota Bandung ataupun account Facebook media center KPU Kota Bandung.

“Semua informasi ada di sana. Lengkap,” pungkasnya

Apa Iya???

•February 15, 2009 • 3 Comments

Saya jadi ingat keluhan istri saya soal layanan PDAM. Masalahnya dari bulan ke bulan cuma itu ke itu saja. Dan lucunya solusi yang diberikan pun itu lagi itu lagi. Dan lebih parahnya lagi, istri saya pun membiarkannya begitu saja, karena bosen ngurusinnya.
Urusan yang lain?
Rasanya jangan terlalu berharap tidak demikian. Jangan berharap akan mendapatkan layanan prima yang memuaskan. Walaupun dalam pikiran positif saya pasti mereka sudah berjuang untuk melayani masyarakat Bandung. Saya juga banyak kenal dengan mereka para pelayan warga Bandung.
Masalahnya ada survey berkaitan kota ternyaman yang menobatkan kota Bandung pada posisi lebih baik dari Jakarta. Bagaimana menurut Anda?

Beragam Respon Masyarakat Soal Bandung Kota Ternyaman
Agus Rakasiwi – detikBandung
Bandung – Suatu hal yang menyenangkan jika Bandung mendapat penilaian positif. Seperti hasil penilaian PT. Mercer Indonesia, sebuah lembaga survey berbasis di Inggris, yang menyebut Bandung menduduki peringkat lebih baik ketimbang Jakarta soal pelayanan publik.
Namun, masyarakat menanggapi berbeda. Pro-kontra pendapat terjadi. Seperti pantauan detikbandung di laman jejaring sosial facebook, misal, beberapa orang menanggapi kritis hasil survey tersebut.
“Kalau disebut kota dengan pelayanan publik terbaik, bagaimana dengan masalah polusi dan kemacetan di Bandung. Kalau kita lihat polusi di kota bandung cukup berbahaya,” ujar pengelola komunitas Common Room Gustaf H. Iskandar saat ditanya pendapatnya soal predikat tersebut, beberapa waktu lalu.
Sebagaimana penelitian Departemen Teknik Lingkungan, polusi udara di Kota Bandung termasuk berbahaya. Kadar hidrokarbon, karbonmonoksida dan Nox mencapai kadar berbahaya. Polusi udara ini disebabkan karena kemacetan dan industri.
Menurut aktivis Walhi, Dadang Sudarja, polusi udara terjadi karena pemerintah kota tidak memperhatikan ruang terbuka hijau.
“Ruang terbuka hijau merupakan salah satu pelayanan kota yang harus ada. Kalau ini saja minim, bagaimana bisa disebut kota sehat,” ujarnya.
Selain masalah lingkungan, publik juga menilai soal infrastruktur kota seperti drainase, air bersih, jalan dan penerangan lampu jalan.
“Bandung itu cepat banjir karena drainase buruk. musim kemarau susah air bersih,” tambah Dadang.(rks/ahy)

Wali Kota Bandung Dada Rosada kembali mengomentari dua survey yang diterima Kota Bandung. Survey KPK menyebutkan Bandung sebagai kota terburuk untuk layanan publik, akan disikapi dengan melakukan perbaikan serta percepatan pelayanan publik.
“Bukan hanya perbaikan tapi juga percepatan. Untuk apa diperbaiki tapi lama, jadi kita selain perbaikan juga percepatan,” ujarnya setelah melantik pejabat di lingkungan Pemkot Bandung, di Balai Kota Jalan Wastukencana, Jumat (13/2/2009).
Sementara untuk survey yang menyatakan Bandung sebagai kota ternyaman dengan kualitas hidup terbaik dari Lembaga Survey Internasional Mercer, Dada menyatakan kebanggaannya mendapatkan hasil tersebut. Untuk itu, kata dia, Pemkot akan berupaya mempertahankan dan meningkatkan Bandung sebagai Kota ternyaman.
Dada mengaku pihaknya tidak pernah dihubungi Mercer. “Justru itu bagusnya. Kita tidak tahu apa yang dinilai, kapan dinilainya. Tiba-tiba keluarnya seperti itu,” katanya.
Saat ditanya bagaimana jika hasil survey itu hanya ditanyakan pada wisatawan saja, Dada menyatakan jika itu terjadi, maka pastinya warga Bandung pun merasa nyaman juga.
“Kalau turis saja nyaman, apalagi masyarakatnya. Jadi tak salah survey ini dilakukan kepada turis dan wisatawan yang ada di Bandung. Contoh Bali, kalau ke Bali kita nyaman, dan pastinya warga sana pun nyaman,” katanya.
Pada kesempatan ini, Dada meminta Sekda Edi Siswadi membacakan hasil survey dari Mercer yang dimuat di sebuah surat kabar nasional terbesar yang terbit pada 28 Januari 2009.
Dalam surat kabar itu disebutkan jika survey dilakukan dengan membandingkan 26 kota yang ada di Indonesia dengan Jakarta. Sektor yang dinilai adalah lingkungan politik, sosial, medis, layanan umum, transportasi, polusi, banjir, dan lain-lain.

DAMAI LEBIH PENTING DARI MENANG

•February 13, 2009 • 3 Comments

 

Ketika tank-tank Israel itu telah diledakkan, konon katanya orang-orang Palestina membiarkan mereka memungutinya dan membawanya kembali pulang.

Lho kenapa ngga direbut?

Dan kenapa tidak ada keinginan untuk menyerang mereka?

Menghabisi mereka?

Apakah tidak nampak keinginan merusak dari mereka?

Jawaban dari mereka cukup sederhana,

”KAMI TIDAK DIPERINTAHKAN UNTUK ITU”

Mereka cukup memiliki kesempatan untuk melakukan lebih dari itu. Dan mereka cukup punya alasan untuk melakukan itu. Namun mereka tidak melakukan itu.

Mereka tidak melakukan itu.

Kenapa tidak melakukan itu?

 

Karena Tuhan mengajarkan peperangan kepada Muhammad saw untuk membuat pemahaman tentang perdamaian.

Perang untuk perdamaian.

Bagaimana mungkin?

Hal ini dibahas pada tulisan berjudul Peran Perang Rasulullah dalam Memerangi Era Perang.

Sebuah pelajaran berharga dari pertarungan yang dilahirkan dari bau mesiu dan asap kehancuran. Menyeruak membuka sebuah pemahaman yang begitu tertutup dengan ekspos media, tertutup dengan hingar bingat dentuman bom, bahkan terjadang tertutup dengan debat di kaki-kaki argumen yang ditopang oleh berbagai kepentingan.

Pelajarannya adalah, kekuatan bukan untuk berbuat semena-mena. Kalau musuh menyerah atau ingin damai, maka damailah. Biarlah segala kerusakan yang pernah dilakukan sehancur apapun kita anggap tidak ada. Demi sebuah perdamaian.

Kita kembalikan semuanya kepada Tuhan. Kita harus ikatkan semua itu kepada kehendak Tuhan sepenuhnya. Walaupun itu berisi tipu daya. Walalupun itu merugikan kita. Walaupun itu semua menyisakan rasa sakit. Kita kembalikan kepada Tuhan yang menghendaki peperangan itu dan yang maha berkehendak atas perdamaian yang menjadi akhirnya.

Sekali lagi, walaupun merugikan.

Seperti perjanjian Hudaibiyah.

Disaat Muhammad saw akan menemukan kemenangan, tapi pihak lawan meminta damai, maka dihentikanlah peperangan.

Walaupun hampir menang.

Bahkan walaupun kemudian perjanjian itu banyak merugikan. Sampai sahabat sekelas Umar bin Khathab pun kecewa dan protes.

Bahkan kemudian perdamaian ini membuat sedikit keributan akibat beda pendapat.

Bahkan walaupun kemudian perjanjian itu dikhianati.

Tetapi peperangan harus diakhiri ketika ada permintaan damai.

Harus diakhiri.

Dengan perdamaian kebenaran menemukan caranya untuk mendapatkan kemenangan.

Kebenaran menemui kota Makkah setelah Muhammad melakukan perjanjian Hudaibiyah yang konon banyak merugikan.

Titik pentingnya adalah pada menyerahkan semua urusan kepada Tuhan. Sekalipun kejahatan ingin menipu, tetapi ketika mereka inginkan berdamai, maka tempuhlah perdamaian itu. Karena pertempuran setelah permintaan damai hanyalah sebuah hawa nafsu yang menghancurkan.

 

Saatnya bangsa ini belajar untuk memikirkan perdamaian di atas kemenangan kelompok apalagi individu. Siapa yang menemukan ini maka ia akan menjadi seseorang yang bagaikan Ibrahim menemukan ka’bah.

Bagaikan Ibrahim menemukan ka’bah.

Hidup Hanya Berisi Pertarungan

•February 13, 2009 • Leave a Comment

Ya, Kehidupan diciptakan Tuhan memang untuk sebuah pertarungan.

Tapi sungguh luar biasa rencana Tuhan atas itu. Dibalik pertarungan yang selalu bermakna kerusakan, kehancuran dan kesemena-menaan, ternyata Tuhan tengah mencari makhluk-makhluknya yang pengasih dan penyayang.

Ya, itulah rahasia yang harus kita rengkuh.

Bagaimana mungkin?

Tragedi Gaza yang kita lihat begitu luluh lantak dan hancur-hancuran, menyisakan sebuah semangat kemanusiaan yang luar biasa. Banyak pihak yang kemudian tergerak dan bergegas bahu membahu menunjukkan simpatinya.

 

Ketika saya terserang flu agak berat kemarin, terpaksa saya menahannya. Biasanya ketika terasa flu sedikit, demi menjaga badan tetap fit, saya langsung pergi ke dokter. Maklum, rasanya ga siap kalau harus ninggalin kerjaan terlalu lama.

Dokter yang biasa saya kunjungi ini memang berbeda. Saya disembuhkan Tuhan. Dan Dia menggerakkan tangan dokter ini untuk menusuk-nusuk beberapa bagian badan saya. Terasa sakit sekali memang. Tapi kemudian badan segar dan besoknya segar lagi.

Kali ini, ketika terasa flu dan pekerjaan tidak mengenal kompromi, saya ga bisa menemui pak dokter ini.

Beliau tengah berangkat ke Palestina.

Ke Palestina?

Ya!

Badan yang tengah terasa demam seperti berdesir dialiri segalon darah segar. Dan rasa pusing yang semula mendera seperti terserap keluar dari ubun-ubun.

Maha Suci Engkau Tuhan…

Konon saya dengar, keahlian pak dokter sangat diminati di sana. Karena pengobatan dengan tangannya ini memang terbukti efektif. Sekali lagi atas izin Tuhan tentunya.

Tentu saja pak dokter juga pulang membawa sebuah pelajaran berharga dari mereka. Teramat berharga.

Ketika sebuah bom meledak dekat dengan tempat pak dokter menangani pasiennya, terasa begitu mengagetkan dan membuat keadaan seperti terjadi sebuah gempa bumi.

Serta merta pak dokter mengajak pasien untuk berlari masuk ke terowongan bawah tanah. Namun dicegah sang pasien.

”Teruskan saja dokter, tenang saja. Semua bom itu sudah ada alamatnya.”

Kita sudah sering dengar soal alamat-alamatan begitu. Tapi kalau itu diucapkan bersamaan saat bom itu meledak, bagaimana rasanya ya?

Belum hilang kaget, sang pasien kembali berbicara.

”Saya kemarin berada disuatu tempat, kemudian berpindah. Sekira lima menit kemudian ditempat saya tadi berdiri meledaklah sebuah bom di situ.“

Waduh, ini lebih ngeri lagi pikir pak dokter ini. Pak dokter mulai merasa merinding. Tapi kemudian lebih merinding lagi…

”Saya menyesal sudah berpindah dari tempat itu…”

Kematian yang banyak orang merasa takut atas itu, tidak ditemui di sana. Memahami kehidupan dengan benar membuat mereka siap untuk menghadapi kematian.

Disana kerap ditemukan korban-korban yang tersenyum, menampakkan seperti cahaya dari sekitar matanya, dan wangi yang begitu semerbak. Tanda-tanda kesyahidan yang bisa membuat kita iri dan harus membuat kita takut bila tidak kebagian.

 

Tidak ada yang salah dari apapun penciptaan Tuhan. Dan itu juga bukan karena Tuhan salah mencipta. Tapi hanya sebuah sarana kita menemukan sebuah keinginan mulia dari Tuhan untuk kita. Sebuah makna kasih sayang dapat tersingkap ketika suara hati kita tersentuh. Dan muncul sebagai gerakan.

Sang pasien mendapatkan simpati dari dokter dan dunia ini. Sang dokter mendapat pelajaran tentang hidup di dunia ini.

Itu semua didapat karena kasih sayang Tuhan, hakikatnya. Namun jalannya melalui ngerinya sebuah pertarungan yang mencabik rasa kemanusiaan kita.

 

PERTAMAX

•February 9, 2009 • 5 Comments

ya, selalu ada yang pertama
sehingga semuanya memulai
menemui ceritanya sendiri-sendiri
menemukan takdirnya masing-masing
mengakhirinya dengan hikmah
yang bisa dibawa pulang

masa ini membawa kisah
waktu itu membukukan cerita
saat demi saat lewat membawa suratan
tentang kejadian untuk kita
tentang bagaimana bersikap

selalu ada yang pertama
sehingga panggung ini di mulai
dan mengalunlah rangkaian suasana hati itu
dari gejolak amarah yang merah
sampai hati yang pasrah dipenuhi rasa sumringah
diakhiri dengan hikmah di kebun yang betah
menghilangkan lelah melabuhkan keluh kesah

selalu ada yang pertama
sehingga yang kedua datang
yang ketiga tiba juga
yang keempat sempat
yang kelima bisa bersama
yang keenam bisa ikut menanam
yang ketujuh ikut setuju
dan ke delapan datang dengan sopan
menunjukkan kata-kata penuh harapan
untuk sebuah jalan perbaikan